Sabtu, 05 Maret 2011

terkaan hidup

Kulangkahkan jemari-jemari yang tak kunjung arah untuk membelah benda tak bernyawa namun ,berguna  bagi yang memakainya…
Bunyi dentang-denting-dentung,,meramaikan kesunyian yang ada, belahan demi belahan kusatukan menjadi kumpulan yang tak mungkin terpisahkan oleh apapun..hanya satu yang tak dapat dihindarkan setelah persatuan ini terjadi ..
Ini terjadi apabila,tersentuh oleh rabaan kasar yang terlihat masih berkomponen terhadap binatang yang tak bertanggung jawab.
Kupikir tak ada yang salah bila aku menghindarkan ini darinya ataupun yang lain, karena aku mempunyai alasan yang bertalikan emas  murni dan terkunci rapat oleh batubara yang siap akan membara bagi siapa saja yang menyentuhnya.
Lambat laun terhempaslah hatiku untuk menyerahkan segenap yang ada di belaian lembut tanganku ini untuk membuktikan aku mampu menaklukan hati dan pikiran makhluk yang berdiri di depanku tanpa tatapan yang jelas.
Keyakinanku mulai menghembuskan hatiku untuk kasian kepadanya. Kukeluarkan kedua belaian tanganku.aku terpana ,terdiam dan merenung sejenak. Akankah ada gunanya aku menyerahkan padanya…
Itulah pertanyaanku sekarang yang memenuhi benak pikiranku..
Sentuhan hatipun tertipu dengan tatapan itu..
Pelan-pelanku menyudurkannya,agar apabila ada kecurangan yang terjadi..
Aku akan sigap untuk melarikannya …jauh…melebihi jauhnya antara langit dan bumi..
Dan benda itu telah ada ditangannya,,kulepaskan,kupasrahkan semuanya dengan tanpa kegundahan hati menjelma..
Kurasa semuanya terlihat damai…
Entah,itulah yang terjadi…
Yang terbaik..
Tersempurna..Bahagia…
Hanya senyuman yang kulepaskan untuknya…
Baru kali ini ku merasa tenang,,
Pada sebuah benda yang tak dapat diterka oleh zaman..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar