Jumat, 19 Agustus 2011
Salam bahagia semuanya…. ^_^
Sengaja saya menuliskan ini sekaligus saya sendiri juga memahami nasehat yang dituliskan oleh DR. Hasan Syamsi Basya dalam bukunya yang berjudul “kubisikkan pesan cinta untukmu”. Kalau kata orang dulu, “sambil menyelam, minum air”. Itu berarti sambil memahami, saya juga menuliskannya. InsyaAllah ini berguna untuk kita semua…
Amiin Ya Allah… :D
Kali ini yang saya akan tulis berjudul :
JANGAN MENYIA-NYIAKAN WAKTU KITA
Bukankah hal yang mengherankan bila kita mendengar teman-teman kita yang menyiakan waktunya sambil bermain kartu, chatting di internet, membicarakan kehormatan orang lain atau hal-hal yang sejenisnya ?!
Apakah waktu merupakan musuh sehingga mesti dibiasakan ?! Apakah kesuksesan dalam hidup perlu membunuh sang waktu untuk melakukan pekerjaan yang sia-sia ?!
Bukankah yang paling penting ialah kita mengoptimalkan waktu daripada menyia-nyiakan ?!
Bukankah tindakan bodoh bila kita bersikap sewenang-wenang terhadap sesuatu yang mesti kita optimalkan sebaik mungkin ?!
Kenikmatan yang tidak boleh kita sia-siakan
Waktu luang merupakan kenikmatan yang paling utama dan karena itu ia mesti dioptimalkan sebaik mungkin. Waktu luang merupakan kesempatan untuk memperbaiki segenap aktivitas, mengoptimalkan potensi diri, dan mengasah ketangkasan.
Rasulullah telah memperingatkan kita agar tidak menyia-nyiakan waktu luang serta menghargai kenikmatan yang diberikan oleh Allah. Hal ini sebagaimana tampak dalam sabdanya,
“Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu sehat dan waktu luang.” (HR. Al-Tirmidzi).
Dengan kata lain, hadits tersebut menjelaskan bahwa sehat dan waktu merupakan kenikmatan yang paling utama namun ternyata sering disia-siakan hanya untuk perbuatan yang nilainya sangat rendah.
Mengenai pentingnya mengoptimalkan dua kenikmatan tersebut, Al-Hasan Al-Bashri pernah berkata, “Tiada hari yang ketika fajar mulai menyingsing kecuali ada suara penyeru yang mengajak pada kebaikan,’Wahai Ibnu Adam, aku adalah makhluk baru. Dan atas segala amalmu, akulah yang menjadi saksinya. Karena itu, perbanyaklah olehmu amal shaleh. Sesungguhnya aku tak hendak kembali (ke pangkuan Allah) sampai hari kiamat tiba.’”
Jika demikian, apakah kita termasuk orang yang meningkatkan amal shaleh di setiap harinya ?
Permainan..joged…nyanyian
Sebagian pemuda ada yang menghabiskan sebagian besar waktunya dalam kafe-kafe dan tempat-tempat hiburan. Dalam tempat-tempat seperti itu mereka duduk bersama sahabat-sahabat mereka, dan dalam pikiran mereka tidak pernah terbesit sedikit pun berzikir kepada Allah. Bahkan mereka senang sekali berbicara kotor, menjelek-jelekan kehormatan orag lain, ghibah dan lain-lain.
Ada di antara mereka yang menyimpan nyanyian atau lagu-lagu tak bermoral. Ada yang senang menonton-baik secara terang-terangan maupun sembunyi- film-film yang menggumbar hawa nafsu. Ada yang memanjangkan rambutnya secara berlebih-lebihan. Ada yang mengikuti tingkah laku sang artis baik melalui cerita-cerita filmnya atau gaya hidupnya sehari-hari. Semua ini terjadi karena sebagian mereka penggemar berat terhadap sang artis film atau artis penyanyi. Bahkan ada yang menempel foto artis-artis tersebut pada dinding kamar mereka. Ada yang memasang kalung pada leher mereka, atau memasang gelang karet pada pergelangan tangan mereka, atau memasang perhiasan pada dada mereka.
Apakah mereka senang menjalani hidup seperti itu ? Apakah orangtua senang menyaksikan hidup anaknya seperti itu ? Apakah mereka senang bertemu dengan Allah dalam keadaan seperti itu ? Ketahuilah, sesungguhnya Malaikat Maut saat mencabut nyawa tidak membedakan antara orangtua dan pemuda, antara orang kaya dan fakir, antara orang sakit dan sehat.
Sudah sering kali kita mendengar kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa para pemuda di mana tujuan kepergian mereka adalah hendak bernyanyi dan berjoged di tempat hiburan. Perut mereka penuh dengan harta. Dan akhirnya, ketika mereka dipulangkan ke rumah, mereka sudah menjadi mayat yang ditaruh di dalam keranda. Dan di antara mereka tidak ada yang diberi kesempatan untuk bertaubat kepada Allah.
Allah SWT. Berfirman,
“Kemudian mereka (hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala hokum (pada hari itu) kepunyaan-Nya. Dan Dialah pembuat perhitungan yang paling cepat.” (QS. Al-An’am : 62).
Mereka keluar sambil mengendarai mobil yang mewah, dengan parfum wangi yang memerciki pakaian yang indah. Namun sekembali ke rumah, keadaan mereka membujur di dalam keranda mayat, dan akhirnya mereka ditimbun di dalam tanah.
Coba kita perhatikan keadaan mereka yang telah digambarkan oleh Al-Qur’an,
“Dan sesungguhnya kamu datang kepada kami sendiri-sendiri kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia) apa yang telah kamu kurniakan kepadamu; dan kami tiada melihat besertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Allah di antara kamu. Sungguh telah terputuslah (pertalian) di antara kamu dan telah lenyap dari pada kamu apa yang dahulu kamu anggap sekutu Allah.”(QS. Al-An’am: 94)
Sumber : Dr. Syamsi Basya, Hasan ,Kubisikkan Pesan Cinta Untukmu,Mirqat,2006
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

saling mengingatkn ya dek.,..
BalasHapus