Sabtu, 27 Oktober 2012

Kebahagian Nan Jauh Dirasa


Allahu akbar….Allahu akbar…. Allahu akbar….

Jam 3 pagi sudah mulai terdengar takbiran di setiap tempat ibadah…

Rasa haru memang tak terbendungi lagi, ketika di hari nan suci tak ada keluarga di sisi..Hanya teman satu kos..
Untuk menghilangkan rasa rindu ini, maka aku dan teman-teman memutuskan untuk shalat Ied adha di Kubah Mas, Depok. Di tempat ini aku bertemu dengan teman sekampusku. Senang rasanya…

Kamipun foto bersama, duduk di tengah masjid dan saling sharing. Ternyata dari sekian cerita yang kudengar dari beberapa temanku. Hampir semuanya merasakan rindu kampung halaman, tapi sayangnya waktu liburan hanya sebentar dan setelah itu akan dilanjutkan dengan Ujian Tengah Semester.

Sedih ? yaa benar… Kami semua sedih…

Tapi, aku tetap gak mau sedih..
Karena, hal ini baru sedikit cobaan yang diberikan Allah, yang penting komunikasiku kepada ortuku gak putus (kecuali hpku mati). Hehe..

Aku dan temanku segera keluar masjid dan mencari tempat makan. Walhasil, Ied adha kali ini, tetap bisa kurasakan dengan tenang, pun tanpa ortu disampingku..Kuyakin, inilah jalan kita kawans (pencari ilmu dari luar daerah)… khususnya saya sendiri..Tidak ada yang tidak baik, semuanya yang terjadi adalah bagian dari scenario Allah Azza wa Jalla…

Tetap semangat, tetap menebar salam, dan senyum..
Jangan pernah berhenti untuk menorehkan karya karena Illahi…
^_^

  

Kamis, 25 Oktober 2012

Indonesia Bebas dari Ikatan Hitam


Tak dipungkiri lagi perekonomian syariah di Indonesia semakin meningkat. Hal Ini adalah efek dari perjalanan Bank Syariah pertama yang mampu membuktikan bahwa ekonomi islam terbebas dari krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998. Bank tersebut adalah Bank Muamalat.
Ditelusuri lagi, ternyata setelah berlakunya Undang-undang No. 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah yang terbit tanggal 16 juli 2008. Hal ini membuat perkembangan industry perbankan syariah nasional semakin mempunyai landasan hukum yang cocok dan akan mendorong pertumbuhannya dengan lebih cepat lagi.
Menurut data Bank Indonesia, terdapat 11 Bank Umum Syariah (BUS) yang beroperasi di Indonesia dengan nilai aset per Januari 2012 adalah sebesar Rp115,3 triliun tumbuh 46 persen dibandingkan pada Januari 2011 yang senilai Rp78,2 triliun. Sedangkan aset 24 Unit Usaha Syariah (UUS) per Januari 2012 adalah Rp28,6 triliun tumbuh 63 persen dibandingkan Januari 2011 yang hanya berjumlah Rp17,9 triliun dan aset  155 Bank Perkreditan Rakyat Syariah per Januari 2012 ialah Rp3,61 triliun dibanding posisi Januari 2011 yaitu Rp2,77 triliun sehingga meningkat 30,1 persen.
Prospek perbankan syariah terlihat sangat cerah, apalagi Professor of Banking and Financial Regulation Loughborough University, Maximilian JB Hall mengatakan industri perbankan syariah dapat bertahan dari krisis global karena tidak terkait dengan mekanisme pasar dan tanpa spekulasi. (Prayoga Cahayanda, 25 Oktober 2012, http://ekonomisyariah.blog.gunadarma.ac.id)
teman-teman, yuk kita semua berdoa dan berjuang untuk menegakkan ekonomi islam. Ingat kawans, kita butuh proses untuk menuai hasilnya. Semoga Negara-negara yang berpenduduk muslim, khususnya Indonesia bisa menerapkan EKIS dan terbebas dari permasalahan yang menjerat bangsa ini.
Bebas dengan Takbir, Allahu Akbar…
Bebas dari ribawi…


Sabtu, 20 Oktober 2012

Etika dalam ekonomi islam


Kajian IsEF STEI SEBI yang bertemakan AKHLAK DAN PERILAKU EKONOM ISLAM pada hari Sabtu, 20 Oktober 2012 pada jam 19:45 WIB sampai jam 22:00 WIB bersama ustadz Ali Sakti , SE, M.Ec

Ekonomi islam adalah suatu disiplin ilmu yang mengajarkan kita untuk cinta terhadap syariat islam. Ketika kita menerapkan islam atau agama disanalah kita bisa lebih mengenal dan dekat terhadap Allah (keridhaannya)

Ingat visi dan misi hidup.. ! ingat selalu Allah yang telah menciptakan kita dengan kasih sayang-Nya, maka dari itu beribadahlah dengan ikhlas karena Allah ( belajar, berorganisasi, dll) sehingga kita ringan dalam melakukan kegiatan tersebut.

Substansi dalam ekonomi islam adalah harta dan kehidupan. ini terdapat dalam alqur'an surat lukman:20
Dalam islam mengajarkan kita untuk menggunakan seperlunya, dan jangan membeli barang yang hanya memenuhi keinginan. Karena masih ada yang memerlukan uang tersebut.

Rizki itu adalah jika kita memanfaatkannya, dipakai, dimakan, bukan yang tersimpan dalam rumah,dll. Manusia dan harta memang tak lepas dalam aktivitas dunia. Tapi manusia yang luar biasa adalah Islamic man yaitu jasad prima, akal cerdas, berilmu (ruhiyah, aqliyah, jasadiyah yang seimbang), bukan sekedar mempunyai harta yang melimpah.

Kemudian untuk pembahasan moral ekonomii.....diambil dari bapak ekonomi yakni " ekonomi itu pada dasarnya adalah lebih mengikuti pada nafsu, pemikiran, dan kemauan dalam kondisi seorang manusia dalam memenuhi harta/kekayaannya" (adam smith)

Inilah yang menjadikan urgensinya iman dalam perekonomian islam
Sekali lagi, ingat prinsip aktifitas ekonomi syariah seperti :
-          - Hidup hemat dan tidak bermewah-mewah
-          - Implementasi zakat
-          - Menjalankan usaha-usaha yang halal
-          - Penghapusan/pelarangan riba

Jumat, 19 Oktober 2012

Yuk belajar ikhlas..


Em….sebelumnya….
Kita nyanyi dulu yuk..
“Cinta ikhlasku….”
“pada manusia bagai cahaya surga...”

Sekilas hanya sebuah lirik yang kita lantunkan, tapi sebenarnya yang ingin saya jelaskan adalah betapa indahnya sebuah keihklasan tersebut. Bahkan jika, sifat ini telah menjiwa dalam kalbu kita kawan-kawan (termasuk saya sendiri).

Terkadang kita dalam melakukan pekerjaan sering lupa menyertakan niat tulus ikhlas kita dalam menyelesaikannya sehingga hasilnyapun kurang memuaskan. Sebaliknya, apabila setiap kegiatan kita dan hari-hari  kita selalu disertai rasa ikhlas maka seberapapun hasilnya tetap akan kita (saya dan kawan-kawan) terima dengan lapang dada karena kita merasa dekat dengan Allah yang telah menciptakan kita tanpa imbalan apapun. Subhanallah,,,

Dengan rasa ikhlas, kita akan dimudahkan dalam menyelesaikannya. Hal ini pernah terjadi pada diri saya, suatu hari saya dan teman sekelompok saya mendapatkan tugas untuk persentasi matkul X hari kamis, tapi yang lebih banyak mengerjakan adalah saya. Untuk mengantisipasi teman-teman saya agar membaca juga maka saya bagi-bagi tugas, walaupun itu hanya sedikit.

Persentasi selesai dan mendapatkan pujian dari dosen. Alhamdulillah…dan teman-teman pun berinisiatif untuk menyelesaikan tugas baru yaitu makalah untuk pelengkap persentasi.

Akhirnya, tugas kami sempurna dan saya hanya dianjurkan untuk mengoreksi makalah oleh teman-teman.
Inilah berkah keikhlasan, tapi ini baru salah satunya kawan-kawan. Masih banyak lagi hikmah-hikmahnya, jika kita mau mengaplikasikannya secara penuh dalam kehidupan ini.

Semoga hidup kita bermanfaat ^_^

Selasa, 17 Juli 2012

Berkebun mengatasi perekonomian Indonesia


Bekebun memang bukan pekerjaan yang terbaru maupun aneh, bahkan pekerjaan ini adalah salah satu yang banyak digeluti oleh masyarakat Indonesia sehingga menyebabkan banyak kekayaan alam yang melimpah di Negara Nusantara tercinta ini.

Perkebunan Indonesia mulai berkembang, baik dari perkebunan buah-buahan, sayur-mayur hingga rempah-rempah untuk memadukan masakan ala Indonesia. Di lihat di beberapa pulau, seperti di pulau jawa lebih murah harga sayur-mayur daripada di pulau Kalimantan. Misalnya harga brokoli satuannya di Jawa, lebih tepatnya di Depok (karena saya tinggal di Sawangan, Depok waktu kuliah) adalah 4000 sampai 5000 lebih murah dibandingkan di Kalimantan (lebih tepatnya Kalimantan Selatan kabupaten Barabai ) harganya dua kali lipat yaitu sampai 10.000 satuannya. Hem…kaget juga waktu mau beli brokoli di Kalimantan :)

Kalimantan memang terkenal dengan hutan yang masih luas dan adat Dayak yang masih kental di pedalaman (ingat ! Cuma di pedalaman atau di hutan aja yang ada orang Dayak). Sedangkan di kotanya ataupun kabupaten penduduknya minoritas dari orang Banjar, orang Jawa (yang pindah ke Kalimantan) dan ada juga orang Arab ( dinamakan tempat mereka adalah Kampung Arab). 

Mengenai perkebunan, saya akan mengupas perkebunan sop atau seledri sebagai permisalan dan mengupas sedikit keuntungannya.

 Saya pernah berjalan-jalan melihat kebun yang ada di sekitar daerah saya yakni Barabai(masih kawasan Kalimantan Selatan ko :) ). Kebetulan bertemu dengan pemilik kebun seledri, namanya pak Amin dan beliau bersama istrinya mengelola kebunnya. Daun seledrinya unik sekali, agak memanjang dan bercabang. Otomatis saat saya temui mereka memanen seledri sangatlah mudah dan mengasyikkan.

“Biasanya kita panen dalam seminggu hampir 2 sampai 3 kali dan penghasilannya lumayan dari 100.000 sampai 500.000. Jadi kalau ditotalkan hampir 4 juta dalam sebulan penghasilan kami.” Kata pak Amin. Tapi, dibalik keuntungan beliau seperti itu. Beliau membutuhkan orang yang kompeten dan amanah untuk menjaga kebun ini. (Hayoo,teman-teman ada yang bersedia bekerja di kebun ?? hubungi no. ini yaa… 0856 9787 2995)


Ini baru kebun seledri loh, belum lagi kebun yang lainnya. Kuncinya adalah keberanian kita untuk mengelola dan tidak malas untuk mengerjakan apapun selama pekerjaan tersebut sesuai dengan syariah. Sehingga waktu kita pun tak akan sia-sia dan selalu bermanfaat bagi diri sendiri serta orang lain. Berkebun adalah salah satu kegiatan yang menunjang perekonomian rakyat. So, berkebun yuuk…. !!! ;) siapa tau punya tanah yang lagi menganggur dan tidak ada salahnya kalau dikelola supaya tanahnya terawatt dan menjadi penghasilan sampingan (buat yang udah kerja),… Ide bagus kan ??? ;)    

Selasa, 19 Juni 2012

Pilihan Hidup


Hidup memang pilihan, pilihan kita bagaimana menjalaninya. Namun dalam perjalanannya, terkadang kita bingung pilihan mana yang sebaiknya kita ambil. Kita tidak tahu akhirnya, itu yang membuat kita bingung. Semua kita pasti ingin pilihan yang kita ambil itu adalah pilihan yang tepat. Karena kita ingin pilihan yang kita ambil itu adalah alternatif pilihan yang paling baik dari semuanya.

– Tanpa melupakan prioritas hidupnya. Dia tahu hidup ini indah, jika dia menikmatinya.…Hidup. Satu kata saja. Namun berarti banyak hal. Hidup ini cuma satu kali. Jangan sampai kita menyesal tentang masa lalu. Bagaimanapun juga itu adalah hasil dari pilihan yang pernah kita ambil. Orang yang benar-benar menyadari bahwa hidup ini hanya satu kali, pasti akan memakai hidupnya dengan baik. Dia tidak akan menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada dan dia akan berhati-hati dalam setiap pilihan hidup yang akan dia ambil. Baginya, dia dapat tetap hidup dan meneruskan perjalanan hidupnya hari ini adalah sebuah anugrah dan kesempatan. Dia takkan membuang-buang waktunya untuk hal yang tidak berguna.

:) Ada dua tipe orang yang berpola pikir seperti ini. Pertama adalah orang yang sangat berambisi dalam hidupnya. Seorang planner yang perfeksionis, dan seorang yang tahu benar prioritas hidupnya. Bahwa hidup ini tak boleh disia-siakan. Hidup ini harus menghasilkan sesuatu. Dan orang yang seperti ini cenderung seorang pekerja keras, sehingga dia lupa apa artinya menikmati hidup. Dia akan mengejar goal nya dengan caranya masing-masing, dan dia berambisi untuk itu. Sehingga dia tidak akan pernah bisa menikmati hidupnya dan apa yang dia lakukan. 

^_^ Tipe orang yang kedua adalah orang yang memang tahu bahwa hidupnya harus diisi dengan kegiatan yang berguna. Namun dia tetap tahu artinya menikmati hidup. Dia menjalani hidupnya dengan prioritas, namun dia tetap santai menjalaninya. Sehingga dia benar-benar menikmati apa yang dia lakukan. Dia tahu dalam perjalanan hidupnya, dia tidak perlu terus terpaku pada tujuan hidupnya. Namun sesekali dia akan berjalan santai dan melihat sekekelilingnya.

Bagaimana pun juga, setiap orang memiliki pandangannya sendiri-sendiri tentang hidup. Sebagian orang memandang hidup sebagai sebuah perjuangan, ada pula yang menganggap hidup seperti sebuah roda yang terus berputar, atau hidup adalah sebuah script film yang sudah disutradarai oleh Tuhan, dan banyak lagi yang lain. Bagi saya, lain lagi. Bagi saya, hidup adalah anugrah yang telah Tuhan berikan. Anugrah itu adalah kehendak bebas dan pilihan untuk menjalaninya. Namun anugrah itu tetap harus saya pertanggungjawabkan kepadaNya. Saya lahir di dunia untuk menjalani hidup saya dengan sebaik-baiknya. Ketika saya kembali ke hadapanNya suatu hari nanti, saya akan mempertanggungjawabkan apa yang telah saya lakukan dengan hidup saya. Karena kehidupan saya milik Allah SWT.

Semangat.....uJIAN kiTA tidak behenti sampai disini...
:D

Sabtu, 02 Juni 2012

Sejarah Uang


Pada peradaban awal, manusia memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Mereka memperoleh makanan dari berburu atau memakan berbagai buah-buahan. Karena jenis kebutuhannya masih sederhana,mereka elum membutuhkan orang lain. Masing-masing individu memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Dalam periode uang dikenal sebagai periode prabarter ini, manusia belum mengenal transaksi perdagangan atau jegiatan jualbeli.
Ketika jumlah manusia semakin bertambah dan peradabannya semakin maju, kegiatan dan interaksi antarsesama manusia pun meningkat tajam. Jumlah dan jenis kebutuhan manusia juga semakin beragam. Ketika itulah, masing-masing individu mulai tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri karena ketika seseorang menghabiskan waktunya seharian bercocok tanam, pada saat bersamaan tentu ia tidak akan bisa memperoleh garam atau ikan, menenun pakaian sendiri, atau kebutuhan lain.
Satu sama lain mulai saling membutuhkan karena tidak ada individu yang secara sempurna mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. sejak saat itulah, manusia mulai mempergunakan berbagai cara dan alat  untuk melangsungkan pertukaran barang dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka. Pada tahapan peradaban manusia yang masih sangat sederhana mereka dapat menyelenggarakan tukar-menukar kebutuhan dengan cara barter. Maka periode ini disebut zaman barter.
Pertukaran barter ini mensyaratkan adanya keinginan yang sama pada waktu yang bersamaan (double coincidence of wants) dari pihak-pihak yang melakukan pertukaran ini. Namun semakin  beragam dan kompleks kebutuhan manusia, semakin sulit menciptakan situasi double coincidence of wants. Misalnya,pada suatu ketika seseorang yang memiliki beras membutuhkan ikan. Namun saat yang bersamaan, pemilik ikan sedang tidak membutuhkan beras melainkan membutuhkan kerupuk, sehingga syarat terjadinya barter antara beras dengan ikan tidak terpenuhi. Keadaan demikian tentunya akan mempersulit muamalah manusia. Itulah sebabnya diperlukan suatu alat tukar yang dapat diterima oleh semua pihak. Alat tukar seperti itu kemudian disebut uang. Ertama kali, uang dikenal dalam peradaban Sumeria dan Babylonia.
Uang kemudian berkembang dan berevolusi mengikuti perjalanan sejarah. Dari perkembangan inilah, uang kemudian bisa dikategorikan dalam tiga jenis yaitu uang barang, uang kertas dan uang giral atau uang kredit.
Semoga bermanfaat J

Jumat, 18 Mei 2012

Politik Ekonomi Dalam Perspektif Islam

Secara terminologis politik ekonomi adalah tujuan yang akan dicapai oleh kaedah-kaedah hukum yang dipakai untuk berlakunya suatu mekanisme pengaturan kehidupan masyarakat. Politik ekonomi Islam adalah suatu jaminan untuk tercapainya pemenuhan semua kebutuhan hidup pokok (basic needs)
tiap orang secara keseluruhan tanpa mengabaikan kemungkinan seseorang dapat memenuhi kebutuhan sekunder dan tersiernya sesuai dengan kadar potensi yang dimilikinya sebagai seorang individu yang hidup ditengah komunitas manusia. Pertama-tama Islam memandang seseorang sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat yang harus diperhatikan serta dipenuhi semua kebutuhan primernya secara menyeluruh. Setelah itu Islam memberikan peluang pada semua orang sesuai dengan kapasitasnya untuk dapat memenuhi kebutuhan baik sekunder maupun tersiernya. Pada saat yang bersamaan Islam juga mengingatkan bahwa seseorang secara naluriah selalu terikat dengan kondisi lingkungan sosialnya yang diatur dengan mekanisme tertentu dan sesuai dengan gaya yang tertentu pula. Dalam hal ini politik ekonomi Islam tidak hanya berupaya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat saja dalam suatu negara dengan mengabaikan kemungkinan terjamin tidaknya kebutuhan hidup tiap-tiap individu. Politik ekonomi Islam juga tidak hanya bertujuan untuk mengupayakan kemakmuran individu semata tanpa kendali tanpa memperhatikan terjamin tidaknya kehidupan tiap individu lainnya.
Syariat Islam telah menjamin tercapainya pemenuhan kebutuhan pokok/primer tiap anggota masyarakat secara menyeluruh baik sandang, pangan maupun papan. Dalam hal ini Islam mewajibkan bagi tiap laki-laki bekerja sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokoknya berikut kebutuhan orang-orang yang menjadi tanggungannya. Jika orang tersebut tidak bisa bekerja, maka kewajiban itu dipikulkan kepada anak-anak serta ahli warisnya untuk memenuhi kebutuhan primernya. Dan jika yang menanggung kebutuhan pokoknya tidak ada maka kewajiban itu dibebankan kepada baitul maal atau negara. Jadi disini negara berkewajiban mengatur suatu tatanan ekonomi agar tiap anggota masyarakat yang berkewajiban untuk bekerja dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Islam mendorong orang agar bisa menikmati rezeki yang halal serta dapat mengkonsumsi barang-barang sesuai dengan kemampuannya. Pada aspek lain Islam melarang negara untuk mengambil pajak dari harta seseorang meskipun itu untuk kepentingan umat selain dari sisa pemenuhan kebutuhan hidupnya secara wajar. Untuk menjaga stabilitas kehidupan sosial masyarakat dari hal-hal yang tidak dibenarkan syariat Islam melarang untuk memproduksi dan mengkonsumsi minuman keras. Bahkan minuman keras tidak dianggap sebagai barang ekonomi. Disamping itu Islam juga mengharamkan riba dan bahkan Islam menganggap riba bukan sebagai barang ekonomi.
Pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat harus menyentuh semua lapisan masyarakat baik kebutuhan primer, sekunder maupun tersier sesuai dengan kemampuan tiap individu. Dalam hal ini Islam mengarahkan bagaimana barang-barang ekonomi tersebut bisa diperoleh secara cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk itu menunjukkan pentingnya seseorang untuk dapat bekerja mencari rezeki. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadist yang menjelaskan mengenai pentingnya seseorang harus bekerja. Dalam suatu peristiwa Rosulullah SAW menyalami tangahn Sa’ad bin Mua’adz yang dirasakannya kasar kemudian ditanya lalu Sa’ad menjawab bahwa dia selalu bekerja memenuhi kebutuhannya dengan mengayunkan kapak. Kemudian rosulullah menciumi tangan Sa’ad seraya menyatakan bahwa “Iniliah dua telapak tangan yang disukai oleh Allah SWT” dan Rosulullah juga bersabda “Tidaklah seseorang makan sesuap saja yang lebih baik, selain ia makan dari hasil kerja tangannya sendiri”.
Sistem politik ekonomi Islam merupakan seperangkat instrumen agar dapat terwujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis. Namun cita-cita ini sangat sulit untuk diwujudkan mengingat besarnya kekuatan raksasa dari ideologi sekuler yang menghambat, menghalangi dan ingin menghancurkan sistem ekonomi Islam melalui berbagai strategi seperti pendidikan, kebudayaan, ekonomi, kependudukan, politik dsb. Beberapa strategi yang diterapkan imperialis modern dalam menghalangi berkembangnya sistem kehidupan Islam antara lain :
1.        Perang Pemikiran (Ghozwul Fikri)
Melalui berbagai media informasi yang canggih dan menggunakan jaringan internasional yang rapi serta dukungan pemilik modal mereka melancarkan ide-ide yang bertentangan dengan syariat Islam seperti demokrasi yang menempatkan kebenaran pada suara mayoritas bukan pada nilai normatif yang baku, ide hak asasi manusia (HAM) yang menempatkan nilai-nilai kemanusiaan yang relatif kebenarannya di atas syariah Islam, emansipasi wanita yang melihat peranan wanita secara parsial tanpa mempertimbangkan keselarasan tangggung jawab persoalan publik dan domestik antara peranan pria dan wanita dalam tatanan sosial, pluralisme yang melihat kebenaran ideologi sebagai sesuatu yang relatif dengan mengabaikan informasi dari wahyu, dsb.
2.        Budaya non-Islami
Dengan menggunakan berbagai macam bentuk pertunjukan dan hiburan serta ditunjang dengan jaringan informasi global menyebarkan berbagai budaya yang tidak Islami seperti permisivisme, free sex, alkoholisme, sadisme, hedonistik, konsumtif dsb. Sinergi antara budaya sekuler dan kekuatan kapitalisme menjadikan pertunjukan-pertunjukan seni dan budaya menjadi suatu bagian yang masuk dalam ruang kehidupan masyarakat melalui tayangan dalam televisi dan media massa. Budaya pragmatis dan serba instant melahirkan generasi yang hanya ingin menikmati hidup serba enak tanpa melalui kerja keras serta tidak mempunyai sensitiftas terhadap persoalan sosial jangka panjang. Melalui slogan food (makanan), fun (seni entertainment) dan fashion (pakaian) menggeser nilai-nilai normatif Islam ke dalam sudut-sudut kehidupan masyarakat. Masyarakat melalui slogan-slogan tersebut digiring menjadi masyarakat yang serba konsumtif dan cenderung egois serta individualis.
3.        Kebijakan ekonomi yang menimbulkan ketergantungan
Strategi pembangunan di negara-negara muslim diarahkan untuk dapat tunduk kepada kepentingan negara-negara besar seperti orientasi pembangunan pada pertumbuhan, hutang luar negeri, sistem moneter internasional, dsb
Dalam pengembangan ilmu ekonomi Islam menurut Mannan ada sembilan asumsi dasar yang harus diperhatikan yaitu :
1.    Keyakinan terhadap ‘manusia Islami’ sebagai lawan dari ‘manusia ekonomi’ (homo economicus)
2.    Kekurangharmonisan kepentingan
3.    Kepemilikan relatif atas kekayaan pribadi, yang berimplikasi pada beberapa prinsip pemanfaatan kekayaan yaitu :
a.    Penggunaan berkelanjutan atas kekayaan
b.    Zakat atas semua kekayaan yang dimiliki
c.    Penggunaan yang bersifat atas kekayaan
d.    Penggunaan kekayaan tanpa merugikan pihak lain
e.    Kekayaan diperoleh secara halal
f.    Penggunaan kekayaan secara tidak boros ataupun kikir
g.    Penggunaan kekayaan secara bermanfaat bagi kesejahteraan pemiliknya
4.   Pelaksanaan secara benar hukum waris Islam Ketidakpercayaan terhadap materialisme modern
5.    Ketidakpercayaan terhadap kedaulatan konsumen dan produsen
6.    Peranan negara yang terbatas
7.    Penekanan terhadap sejarah dan di luar sejarah
8.    Penekanan pada perubahan evolusioner dan struktur
9.    Keluwesan dan kekakuan bawaan dalam hukum
Menurut Mannan, Ilmu ekonomi Islam dan sistem ekonomi Islam dalam tahap konsepsi dan operasionalisasi senantiasa memperhati sembilan postulat yaitu :
1.    Postulat integrasi ekonomi secara total bukan isolasi
2.    Postulat keamanahan ekonomi bukan kepemilikan absolut
3.    Postulat kerjasama secara sadar bukan kompetisi dan kebebasan yang tidak terbatas
4.    Postulat dua dimensi hasil (return) dan pertanggungjawaban (accountabilityyaitu dunia dan akhirat
5.    Postulat penyediaan kebutuhan minimal (basic needs)
6.    Postulat kepemilikan pribadi yang terbatas atas kekayaan
7.    Postulat kepemilikan publik yang terbatas
8.    Postulat penggunaan maksimal melalui sosialisasi alat-alat produksi
9.    Postulat resiko dan ketidakpastian
Perkembangan ilmu ekonomi Islam mengalami keadaan pasang naik dan pasang surut seiring dengan dinamika perkembanga umat Islam di dunia. Khurshid Ahmad menyatakan ada empat fase perkembangan ilmu ekonomi Islam yaitu :
Fase pertama, Selama pertengahan tahun 30-an beberapa ulama yang meskipun tidak memiliki pendidikan formal bidang ekonomi namun memiliki pandangan jernih terhadap problema sosial ekonomi pada masa itu dan pendekatan Islam terhadapnya dengan melibatkan diri ke dalam subyek ini. Mereka membawa suatu pendekatan yang segar terhadap persoalan tersebut. Berbeda dengan para ekonom modernis dan apologis yang umumnya berupaya merubah ajaran Islam agar sesuai dengan praktek yang berjalan, para ulama ini secara berani justru menegaskan kembali posisi ajaran Islam dan bankir muslim untuk berjuang merombak tatanan ekonomi yang ada agar selaras dengan prinsip dan norma Islam. Beberapa ekonom dan bankir muslim memenuhi ajakan tersebutakan tetapi upaya mereka masih bersifat elementer dan memiliki pengaruh yang terbatas. Namun demikian sebuah awal baru telah mulai.
Fase kedua, yang selam 20 tahun terakhir para ekonom muslim berjuang keras lagi untuk mengembangkan beberapa aspek tertentu dari sistem moneter Islam. Suatu analisis ekonomi tentang alasan pelarangan riba dalam Islam diketengahkan dan kerangka pokok dari suatu sistem perbankan dan keuangan alternatif yang nir riba dirancang. Sumbangan yang signifikan pada bidang ini disusun dalam suatu konferensi internasional pertama tentang ekonomi Islam yang diadakan di Mekkah tahun 1976. Pertemuan berikutnya tentang Islam dan Tata Ekonomi Internasional Baru di London tahun 1977. Dua even tentang ilmu ekonomi fiskal dan moneter Islam diadakan di Makkah tahun 1978 dan di Islamabad tahun 1981. Konferensi tentang perbankan Islam dan strategi kerjasma ekonomi di Baden-Baden Jerman Barat tahun 1983. Pada fase ini telah diterbitkan banyak tulisan dan karya ilmiah tentang ekonomi dan keuangan Islam. Diantara karya ilmiah yang banyak diterbitkan pada masa itu yang paling penting yaitu Pakistan’s Islamic Ideology yang berdasarkan sebuah laporan dari Panel Ekonomi dan Bankirnya yang telah menghasilkan cetak biru pertama penghapusan riba dari perekonomian modern yang komprehensif dan sistematis. Menurut pendapat para penulis masa kini laporan tersebut mencerminkan kualitas intelektual tinggi dari cendekiawan muslim terhadap pengembangan model perekonomian nir laba.
Fase ketiga, pada masa ini ditandai dengan usaha-usaha untuk mengembangkan institusi keuangan dan perbankan bebas bunga baik di sektor publik maupun swasta. Ada 38 bank dan lembaga keuangan telah beroperasi dengan menerapkan sistem bebas bunga di tiga benua Asia, Afrika dan Eropa. Tercatat ada dua institusi keuangan yaitu Islamic Development Bank di Jeddah dan Darul Maal Al-Islami di Bahamas dan Geneva beroperasi secara multinasional. Fase ini merupakan suatu fase yang membuktikan bahwa sistem ekonomi dan keuangan Islam dapat dioperasikan dalam kegiatan ekonomi modern.
Fase empat, masa ini ditandai dengan suatu tuntutan terhadap ide tentang sistem ekonomi bebas bunga dalam realitas ekonomi modern dengan pendekatan komprehensif dan integral. Para akademisi dan praktisi bisnis Islami menghadapi tantangan yang tidak ringan untuk menjawab persoalan ekonomi yang semakin kompleks dan mengglobal. Ada tiga wilayah yang harus dijawab secara serius dalam fase ini yaitu :
1.    Menggabungkan karya berbagai ekonom dalam suatu pandangan yang komprehensif tentang sistem moneter Islam secara utuh dan menghindari konsentrasi pada elemen uang dan bank yang bersifat khusus dan kadang saling terpisah. Sehingga sudah saatnya menempatkan pada porsinya masing-masing mana aspek yang pokok dan mana yang berupa cabang.
2.    Untuk mengevaluasi kembali secara kritis berbagai model perbankan Islam yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun dalam konteks praktek perbankan Islam dengan suatu pandangan untuk menyempurnakan teori maupun praktek. Saatnya menguji teori ekonomi yang telah dengan melakukan verifikasi terhadap praktek perbankan dan bisnis Islami.
3.     Sangat penting untuk meletakkan keseluruhan teori dan praktek perbankan Islam dalam perspektif perekonomian Islam dan tatanan moral dan sosial Islam. Elemen sistem Islam bagaimanapun pentingnya tidak dapat menghasilkan hasil-hasil yang diinginkan bila dibiarkan beroperasi secara terisolasi . Elemen-elemen itu harus disertai pula dengan perubahan-perubahan yang bersifat komplementer untuk menuntaskan prosesnya. Penghapusan riba hanya merupakan satu aspek dari program ekonomi Islam. Harus disertai dengan dan diperluas dengan perubahan-perubahan lain baik yang bersifat memotivasi ataupun bersifat struktural. Perbankan Islam hanyalah merupakan suatu bagian dari proses dan tidak dimaksudkan sebagai keseluruhan atau akhir dari keseluruhan proses.
Persiapan untuk bahan diskusi Ayat dan Hadist Ekonomi

Laila Ms