Saat aku memasuki perpustakaan yang kerap menjadi tempat akrabku. Aku menemukan sebuah buku yang berjudul “Benarkah Saya Mukmin Sejati”, Menarik ??? iya, makanya kucoba tuk membukanya dan membacanya… tak terasa sudah 40 halaman kulewati. Karena waktu itu mau ujian, maka kuputuskan untuk meminjamnya dan membacanya di rumah saja.
Baiklah teman-teman, aku akan menceritakan apa aja isi buku yang berjudul “ Benarkah saya mukmin sejati” dan ditulis oleh Abdurrahman Al-Mukaffi. Disini nanti kita akan mengajak diri kita sendiri untuk mengoreksi diri atau yang disebut muraqabah dengan pertanyaan-pertanyaan kecil tapi punya efek yang besar .Terkadang kita, terutama diri saya sendiri lupa dengan hal-hal tersebut.
Yuk kita ajukan pertanyaan-pertanyaan untuk diri kita sendiri dan hati kita…. J
Mukmin sejatikah saya ?
Apakah saya beriman kepada agama Allah? Mana buktinya? Apakah saya melaksanakan seluruh panggilan Allah yang diawali dengan : “Ya ayyuhallaziina amanu?” Apakah saya menyeru manusia kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar? Apakah ibadah yang saya lakukan ikhlas karena Allah? Apakah saya mengutamakan kepentingan agama Allah? Apakah saya mentaati ulil amri yang mentaati Allah dan Rasul-Nya? Apakah saya berhukum dengan Al-Qur’an? Adakah upaya saya hingga islam mewarisi bumi? Apakah saya istiqamah dalam berjihad dengan harta dan jiwa saya di jalan Allah? Apakah saya takut miskin menginfakkan harta saya di jalan Allah? Apakah saya takut mati dalam membela agama Allah? Apakah saya lindung-melindungi sesama mukmin? Apakah saya memerangi orang-orang kafir dan munafik? Apakah saya bersikap keras terhadap orang-orang kafir dan saling berkasih sayang sesama mukmin? Apakah saya teliti terhadap berita yang datang dari orang fasik? Apakah saya sabar menghadapi berbagai cobaan? Adakah saya memperolok-olok agama Allah? Adakah saya menyombongkan diri di hadapan Allah? Adakah saya menukar iman dengan kekafiran? Adakah saya mengambil teman kepercayaan orang-orang yang memusuhi agama Allah? Adakah saya mengikuti seruan orang-orang yang memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan materi dan kejahiliyahan? Apakah saya menyegerakan taubat dari kejahiliyahan? Apakah saya memenuhi janji-janji saya? Apakah saya penegak keadilan sekalipun terhadap diri dan keluarga saya? Apakah saya mensyukuri ni’mat yang Allah berikan? Dan sekarang terbuktikah iman saya?
Yuk kita renungi firman Allah ini yang artinya :orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.(QS.Al-an’am:82)
Rasulullah Saw. Pun bersabda :
Dari Abdullah bin Umar ra., katanya : “Tatkala turun ayat yang berbunyi: Mereka yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan akan dipimpin (Allah)”. Bertanya para sahabat Rasulullah Saw.: Siapakah diantara kami yang tidak zalim terhadap dirinya sendiri?” Maka diturunkan Allah ayat: “Sesungguhnya syirik (mempersekutukan Allah) adalah kezaliman yang amat besar.” (HR. Bukhari)
Semoga bermanfaat…. :)
Oya….untuk pembahasan selanjutnya kita adalah tentang Anak…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar