Sabtu, 02 Juni 2012

Sejarah Uang


Pada peradaban awal, manusia memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Mereka memperoleh makanan dari berburu atau memakan berbagai buah-buahan. Karena jenis kebutuhannya masih sederhana,mereka elum membutuhkan orang lain. Masing-masing individu memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Dalam periode uang dikenal sebagai periode prabarter ini, manusia belum mengenal transaksi perdagangan atau jegiatan jualbeli.
Ketika jumlah manusia semakin bertambah dan peradabannya semakin maju, kegiatan dan interaksi antarsesama manusia pun meningkat tajam. Jumlah dan jenis kebutuhan manusia juga semakin beragam. Ketika itulah, masing-masing individu mulai tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri karena ketika seseorang menghabiskan waktunya seharian bercocok tanam, pada saat bersamaan tentu ia tidak akan bisa memperoleh garam atau ikan, menenun pakaian sendiri, atau kebutuhan lain.
Satu sama lain mulai saling membutuhkan karena tidak ada individu yang secara sempurna mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. sejak saat itulah, manusia mulai mempergunakan berbagai cara dan alat  untuk melangsungkan pertukaran barang dalam rangka memenuhi kebutuhan mereka. Pada tahapan peradaban manusia yang masih sangat sederhana mereka dapat menyelenggarakan tukar-menukar kebutuhan dengan cara barter. Maka periode ini disebut zaman barter.
Pertukaran barter ini mensyaratkan adanya keinginan yang sama pada waktu yang bersamaan (double coincidence of wants) dari pihak-pihak yang melakukan pertukaran ini. Namun semakin  beragam dan kompleks kebutuhan manusia, semakin sulit menciptakan situasi double coincidence of wants. Misalnya,pada suatu ketika seseorang yang memiliki beras membutuhkan ikan. Namun saat yang bersamaan, pemilik ikan sedang tidak membutuhkan beras melainkan membutuhkan kerupuk, sehingga syarat terjadinya barter antara beras dengan ikan tidak terpenuhi. Keadaan demikian tentunya akan mempersulit muamalah manusia. Itulah sebabnya diperlukan suatu alat tukar yang dapat diterima oleh semua pihak. Alat tukar seperti itu kemudian disebut uang. Ertama kali, uang dikenal dalam peradaban Sumeria dan Babylonia.
Uang kemudian berkembang dan berevolusi mengikuti perjalanan sejarah. Dari perkembangan inilah, uang kemudian bisa dikategorikan dalam tiga jenis yaitu uang barang, uang kertas dan uang giral atau uang kredit.
Semoga bermanfaat J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar