Kamis, 11 Desember 2014

Hari Esok Ditentukan Oleh Hari Ini

Alhamdulillah sodara-sodariiiii, akhirnya pada tanggal 22 November 2014 di Pusbangtendik Depok saya resmi menjadi wisudawati dari sebuah kampus tercinta "STEI SEBI" dengan prodi yang diambil akuntansi syariah. Saat di dalam ruangan tersebut saya merasa ada gelora semangat untuk memperbaiki keadaan yang ada di negara ini yaitu karakter insani sehingga dalam ritual wisuda tersebut berbeda dengan wisuda dari kampus lain.

Ternyata banyak banget yang fotoin dan publikasikan. Syukran Jazilan.

 


Bisa wisuda, hal ini pastinya ada didukung oleh ayahanda, bunda dan adik-adikku tersayang yang jauh-jauh dari Banjarmasin. Walau yang hanya bisa datang bunda dan adik (Ridhaka Mathlubi namanya).
De-dek suka banget kalau difoto... Sampe pake gaya merem gitu...


Selain itu, tak lupa juga saya ucapkan untuk para dosen, staf-staf, babe yang setia membukakan pintu kelas saat mau belajar sampai menutupkan pintu kelas setelah kami pulang dan ibu kos yang telah jagain barang. Kalian semua kereen maksimal.

Tak sampai di sana ucapan terima kasih saya, salah satu moment yang bakal saya ingat adalah bisa sampingan duduk ama Teh Nisa (teman satu kos saat perjuangan skripsi kedua dimulai) dan Wiwid (teman banget pokoknya, sampai kemarin pas wisuda dapet kado terindah darinya. Tunggu ya wid kiriman kado dariku).
Bakal kangen banget ama ini moment... :)


 


Pada kesempatan lain, setelah wisuda saya mengajak bunda dan adik jalan-jalan ke Kubah Mas Depok dan Lapangan Golf. Kenapa lapangan golf? Karena di sana ada patung-patung aneh dan adik saya mau lihat sebentar. Makanya ke sana haha
 

 

Inilah sepenggal pengalaman dan perjuangan untuk wisuda, bukan sekedar dapat gelar... :)

Mungkin untuk 18 tahun mendatang adek saya yang bakal masuk dan ikut memperjuangkan Ekonomi Islam di Bumi Nusantara...

Jumat, 07 November 2014

Kagum dengan Hati Umminya



Yaa inilah judul yang tepat untuk mengawali ceritaku. Kemarin siang, saatku membina anak muridku. Aku terkejut ada orangtua yang datang. Dikira mau menjemput anaknya namun ternyata beliau adalah orangtua murid yang awal bulan November tadi anaknya (Aisyah) pindah ke sekolahan yang lain.

Saat mengobrol dengan bundanya Aisyah, pihak sekolah membuatkan surat pindah dan merangkum nilai-nilai Aisyah agar dipergukan dengan semestinya. Setelah itu tiba-tiba bunda Aisyah bilang terimakasih sembari meletakkan kado besar, saya hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih.

Dan beliau pun mulai bercerita terkait niatnya mau keluar dari dunia keperawatan bagian pembiusan karena tidak ada libur untuknya dan terlebih untuk anaknya. Beliau pun bilang mau fokus saja menjaga anak, hal ini disebabkan bahwa akhir-akhir ini Aisyah sering bilang bahwa yang dibutuhkannya bukan uang tapi Aisyah mau bundanya tiap waktu ada di sampingnya. Sehingga kata-kata inilah yang membuat luluh hati bundanya dan membulatkan tekadnya untuk selalu bersama dia (ini adalah amanah dari Allah swt.). Masya Allah...indahnya hati Ibu ^_^

Hem….jadi ingat bahwa kodrat wanita adalah menjaga dan mendidik anaknya. Dan ternyata anak itu punya hati yang sangat sensitif. Semoga saja kita sebagai perempuan mampu mengemban amanah ini. Aamiin ya rabbal ‘alamin.

Setelah pihak sekolah sudah selesai, saya pun masuk ke dalam kelas agar anak-anak saya tidak keluar.

Di sisi lain saya juga penasaran isi kadonya, maka kami dan ustadzah lain membukanya. Ternyata hadiahnya kue cokelat yang di atasnya bertuliskan “terimakasih ustadzah”. Hem ngerasa disayang banget ama Aisyah dan bundanya.

Terimakasih Aisyah, cuma lewat tulisan ini ustadzah mngucapkan terimakasih. Supaya kau kelak dewasa, kau pun mengerti bagaimana menjadi seorang wanita muslimah dan menjaga adabnya.

Mabruk ala kulli hal ^_^

Selasa, 04 November 2014

Remaja Butuh Binaan!!

Masa muda, waktu luang dan harta merupakan hal-hal yang paling besar peranannya dalam merusak seorang (Puisi Arab).... inilah kutipan yang menyatakan bahwa betapa pentingnya binaan untuk para remaja...

Wahai para remaja yang spektakuler...
Apabila saat ini para remaja ini sudah sekolah tingkat SD hingga yang sampai SMA ataupun yang udah kuliah, maka sebentar lagi kalian bakal jadi guru, pegawai, akuntan, dokter atau bahkan priseden. Hal itu tak mustahil bagi kalian jika para remaja bersungguh-sungguh.
Jika saat ini kalian adalah anak-anak dan pemuda, maka tidak lama lagi kalian akan menjadi orang tua, suami atau istri, kakek atau nenek dan kemudian mejadi lansia.
Jika saat ini kalian diberi nasihat dan petunjuk serta mempelajari hal-hal yang benar dan relevan, maka dalam waktu yang dekat kalian (para pemuda) akan menjadi orang yang dimintai nasihat, pertimbangan dan penunjuk kebenaran.
Selain masa remaja juga membutuhkan binaan, walau terkadang mereka gengsi untuk meminta arahan. Padahal ini penting diberikan oleh orangtua, media, lingkungan masyarakat dan sekolahan. Sehingga kalian tak perlu malu apalagi takut untuk dibina karena ini akan memudahkan kalian menemukan jati diri kalian.
Maka dari itu, yuk para pemuda kita sama-sama memperbaiki dari hal-hal yang kecil. Misalnya memberikan senyuman yang ikhlas walau badan telah lelah, berhenti menghambur-hamburkan uang kecuali untuk beramal/menyumbang, sadar akan tanggungjawab maupun amanah yang diberikan oleh orangtua, guru atau kalangan masyarakat. Subhanallah,semoga setiap langkah dan niat kita dipermudah.. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin...

Rabu, 29 Oktober 2014

Selalu Ada Solusi

Kadang hati merasa sangat lelah untuk bersabar, pikiran pun mengikuti apa yang dikatakan hati sehingga kepala pun menjadi pusing dan badan pun berteriak dengan kencang. Hal ini menyebabkan badan sangat berasa cape. Allahu akbar...
Apabila menarik ke belakang, keadaan ini terjadi bukan karena salah makan ataupun salah minum obat namun ini adalah akibat permasalahan yang belum dicurhatkan kepada Yang Maha Mendengar (As-Sami'). Baik permasalahan pada pekerjaan, interaksi kepada orang lain, keuangan dan lainnya. Kadang sebagian kita lebih memilih untuk mencurhatkannya kepada teman terdekat. Sahabatku yang baik hatinya, tetaplah temanmu kau dekati agar mendapatkan nasehat indahnya. Selain itu, adapula walau banyak tilawah, namun hati tak dihadirkan dengan ikhlas untuk melakukan itu maka hanya mulut saja yang cape tetapi hati, pikiran tetap gelisah.
Dengan kondisi seperti ini saya teringat perkataan demikian " jika hidup berasa berat, maka tetaplah santun. Karena tujuan hidup kita ada 2 yaitu untung atau rugi ---> surga atau neraka." Subhanallah sungguh mudah Allah menunjukkan jalan-Nya. Tinggal kita memilih jalan mana yang dipilih...
Para motivator sering menyebutkan bahwa tak perlu kita mengingat masa lampau terlalu lama, namun cukup dijadikan kaca spion agar nanti kita selalu menjaga diri agar tetap berada dalam khazanah kebaikan. 

Rabu, 08 Oktober 2014

Aku Mencintaimu, Walau Kau Tak Tau

Akhir-akhir ini saya merasakan situasi yang berbeda, saya merasa begitu dekat dengan seseorang laki-laki yang sebenarnya jarak kami jauh. Namun saat berdoa, saya teringat namanya. Apakah ini yang dinamakan takdir untuk mencintainya dalam diam. Tak bisa saya tepi apalagi dihilangkan. Nama ini lah
yang membuat saya bersemangat untuk menjalani hidup lebih semangat lagi.
Saya tak berani bertanya kepada dia secara langsung, karena saya malu menanyakan. Padahal seharusnya saya memberanikan diri untuk menanyakan secara langsung. Sehingga saya meminta kepada kaka kelas yang dekat dengan dia untuk menanyakannya, namun ternyata dia belum siap untuk menikah saat ini. Sedih?  Ya saya sangat sedih. Tapi saya senang bisa mengetahuinya.
Sampai saat ini, jujur walaupun saya bertemu dengan laki-laki yang lain. Nama yang selalu diingat adalah dia. Mungkin dia menjawab seperti itu untuk menjaga hati masing-masing. Sungguh saya selalu mendoakannya agar dia tetap istiqamah di jalan-Nya yang lurus. Aamiin ^_^

Senin, 29 September 2014

Selalu Ada Solusi Tiap Masalah



Hai sobatku tercinta, lama tak menyapa kalian lewat tulisan blog yang sederhana ini. Kali ini saya akan berbagi bagaimana seharusnya kita menghadapi masalah. Masalah? Iya, masalah sobat. Semua orang pasti mempunyai masalah masing-masing namun cara mengatasinya yang berbeda. Haha…kalau saya dapat masalah yang berat, saya lebih suka sendiri saja sebab lebih mudah untuk merenungi masalah tersebut. Jika belum bisa dipecahkan saya berdoa sambil nangis, hihi kelihatan banget ya melankolisnya? Gpp…yang penting hati dan pikiran sudah plong-plong. Kemudian, jika masalah itu melibatkan orang lain maka saya akan minta pendapat kepada sahabat terpercaya terkait sikap “x”. Sehingga hal ini memudahkan saya untuk mencari solusinya dan tak merasa sedih apabila ditanggapi dengan negatif.

Sobatku, tentu pernah merasa sedih jika ada masalah yang tak kunjung selesai malah jadi tambah besar. Tenang (padahal dalam hati tak karuan, sumpah!). Dalam hal ini kita harus pintar memanaje antara wajah dengan pikiran agar orang yang berada di sekitar kita tak beranggapan negatif.

Ketika kita mampu menjaga fisik agar tetap tenang maka pikiran akan menjadi jernih dan mudah mencari jalan keluarnya. Bisa? Yap, yakin kita bisa melewati masalah badai tersebut. Yakin setiap masalah pasti ada solusinya. Ingat! Allah telah menjanjikan kemenangan bagi orang yang bertaqwa dan yakin akan bantuan-Nya. Tak ada merasa sia-sia pada setiap langkah dan mari kita beristighfar bersama agar hati/pikiran menjadi netral. Keep spirit!! Tiap masalah pasti ada solusinya…

Senin, 01 September 2014

Tuluslah!

Pengalaman saya menjadi seorang guru atau sering dipanggil Ustadzah adalah sebuah penghargaan tersendiri. Dalam profesi ini saya mengenal beberapa karakter anak-anak yang mulai dari yang paling pendiam, nakal hingga super manja. Subhanallah...
Namun dibalik semua tingkah laku yang ditorehkan dan saya lihat, hal tersebut tidak semata-mata karena kesalahan anak itu sendiri akan tetapi ini merupakan efek yang ada di lingkungan sekitar, baik dari ortu yang super sibuk bekerja hingga hanya malam saja bertemu atau bahkan faktor kebebasan pergaulan. Hem para ortu cari tau sendiri, dan para guru lihat kembali riwayat hidupnya.
Sebagai pendidik hendaklah tidak mengatakan kata-kata kasar apalagi hingga main fisik, ingat anak-anak akan selalu menyimpannya..
Jadi pergunakanlah profesi kita baik sebagai ortu, guru atau kakak untuk mendidik adek atau anak kita sebaik mungkin, menyayangi mereka setulus mungkin. Okeh ^_^

Sabtu, 30 Agustus 2014

Mintalah Fatwa pada Hatimu!



Hari ini saya tertarik membahas terkait pentingnya memanajemen fungsi hati. Asyiiik bahasanya. Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita menemui beragam masalah dari perkara yang kecil hingga yang besar. Bahkan adapula yang membuat kita seolah-olah ragu untuk bertindak ataupun menyelesaikan perkara tersebut baik yang benar maupun yang salah. Perkara yang mengandung kebaikan lebih menenangkan jiwa, namun perkara keburukan lebih condong meresahkan dan pelaku tidak mau orang lain tau hal tersebut.
Nah di sinilah saatnya kita membuka mata hati kita bahwa segala permasalahan yang dijalani pasti ada jalan keluarnya. Namun menyikapi hal ini tidak bisa dengan keadaan emosi, kalau dengan emosi atau pemikiran pendek maka perkara buruk yang lain akan bermunculan. So, tetap tenang.
Untuk waktu yang tepat agar kita bisa membuka mata hati kita adalah bisa dengan shalat yang khusyu, muhasabah, saat mendapat ujian dsbnya ya kawan. Pertama, pada waktu shalat yang khusyu disyaratkan hatinya yang hadir dan siap untuk menyembah Allah SWT bukan karena tempatnya yang lapang, bersih maupun tak banyak orang. Sehingga di moment inilah yang tepat untuk membuka hati kita apakah yang kita lakukan benar atau salah. Kedua adalah bermuhasabah, hal ini dapat dilakukan pada waktu malam hari tepatnya setelah shalat tahajud sebab lebih sepi, namun beda yah kawan suasananya saat malam Ramadhan karena malam tersebut orang-orang lebih banyak yang bergadang jadi sedikit susah untuk menyepi. Selanjutnya pada waktu mendapatkan ujian, kita bakal mudah untuk mengingat kembali kenapa kita mengalami hal ini sehingga lebih cepat sadar dibanding saat kita memperoleh nikmat. Kenapa saat nikmat datang mata hati kita tidak terbuka? Sebab ketika memperoleh nikmat kita terkadang lupa, lalai bahkan takabur. Astaghfirullahhal adzhim..
Oleh karena itu kawan, kita tidak ada salahnya untuk membenarkan niat kita setiap waktu sehingga langkah kaki kita lebih mudah berbuat kebaikan. Mintalah fatwa kepada hati kita sendiri di saat kita ragu, walaupun di luar sana banyak fatwa yang membolehkan. Semuanya kembali ke hati, jika kita tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk maka hati kita telah ternoda dengan perbuatan buruk sebelumnya. Akan tetapi jika kita mudah membedakannya, maka kebaikan akan selalu hadir pada diri kita sehingga akhlak yang karimah terjadi secara otomatis.  Yuk kita berbenah diri dengan memperbaiki niat dan selalu berdiskusi dulu dengan yang paling dekat yaitu hati kita, karena hati kita lebih condong kepada kebaikan dan taqwa kepada Illahi Rabbi..

Sabtu, 16 Agustus 2014

Pingin ke Mekkah

Pingin naik haji....! Ya, setelah saya mengajar di Alkhair. Padahal baru bekerja 2 minggu melihat perkembangan anak-anak di sana, tidak tau mengapa saya ingin sekali naik haji. Mau duduk di sana, berduaan bersama Illahi Rabbi. Saat update status, ternyata teman-teman banyak yang mendukung niat saya lewat komen dan like mereka. Mekkah adalah tempat yang saya rindu. Berikut sejarah Mekkahnya...

Perkembangan kota Mekkah tidak terlepas dari keberadaan Nabi Ismail dan Hajar sebagai penduduk pertama kota ini yang ditempatkan oleh Nabi Ibrahim atas perintah Allah. Pada perkembangannya muncul orang orang Jurhum yang akhirnya tinggal di sana. Pada masa berikutnya kota ini dipimpin oleh Quraisy yang merupakan kabilah atau suku yang utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Ka'bah. Suku ini terkenal dalam bidang perdagangan bahkan pada masa itu aktivitas dagang mereka dikenal hingga Damaskus, Palestina dan Afrika. Tokoh sebagai kepala kabilah Quraisy adalah Qussai yang dilanjutkan oleh Abdul Muthalib.
Pada tahun 571, Nabi Muhammad keturunan langsung dari Nabi Ismail serta Qussai, lahir di kota ini dan tumbuh dewasa. Pertama kali menerima wahyu dari Allah namun ajarannya ditolak kaumnya yang saat itu masih berada dalam kegelapan pemikiran (Jahilliyah) sehingga berpindah ke Madinah. Setelah Madinah berkembang, akhirnya nabi Muhammad kembali ke Mekkah dalam misi membebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah yang dikenal dengan (Fathul Makkah).
Pada masa selanjutnya Mekkah berada di bawah administrasi Khulafaur Rasyidin yang berpusat di Madinah, serta para Khalifah yang saat itu berkuasa di Damaskus (Dinasti Ummayyah), Bagdad (Dinasti Abbasiyah) dan Turki (Usmaniyah). Kemudian setelah hancurnya sistem kekhalifahan, kota ini disatukan di bawah pemerintahan Arab Saudi oleh Abdul Aziz bin Saud yang kemudian menjadi pelayan bagi kedua kota suci Islam, Mekkah dan Madinah.
Keren banget sejarah kota Mekkah....