Senin, 28 April 2014

Buat Kalian

Di balik hingar-bingarnya ibukota dan sibuknya masing-masing individu. Sungguh!!! Ku kangen ama kalian (keluargaku, guruku, sahabat dan temanku). Oleh karena itu, kubuatkan rangkaian kata yang kuturehkan di lembaran blog sederhana ini. 
Semoga kalian dapat tersenyum dan selalu mendoakanku setelah membaca ini di luar sana, dan pada kesempatan lain aku dapat menulis tentang kalian dengan karakter unik kalian punya (kalau dibolehkan).
Satu hal yang tak pernah ku lupakan adalah kalian para pejuang hebat, seperti orangtuaku yang jagain ananda hingga saat ini, sedangkan guruku adalah perisaiku saat aku khilaf dan sahabatku adalah pengingatku saat aku lupa. Serius!! Kenapa aku baru sadar kalau kalian adalah bak mutiara nan indah dalam hidupku? Alhamdulillah ya Rabb, terima kasih kau berikan hamba kesempatan untuk belajar..belajar menjadi lebih baik dalam bersikap, lebih baik dalam mengambil keputusan dan tentunya lebih baik dalam menggapai ridho-Mu. 
Selanjutnya, berikut rangkaian kataku untuk kalian..kalian adalah cinta sejatiku ^_^
----------------------------0----------------------------
Jagalah keluargaku, guruku, sahabatku
Dari kejahatan yang melintang di jagat raya
Daku sangat menyayangi mereka
Berikan hamba waktu
Untuk membahagiakan mereka karena Mu
Biarlah secercah cahaya selalu menerangi mereka
Agar mereka selalu terlihat terang di mataku
Hingga diri ini makin membara
Merasa ada lingkaran manfaat di hidup ini
Ketika aku sedih, tak mengapa
Asal kalian tersenyum, ku bahagia
------------------------0--------------------------
Demikian puisiku untuk kalian, bukan bermaksud berlebihan. Cuma lagi roman-romannya mau buat puisi aja.

Tuangkan Ide Kreatifmu!!!

Aslkum sobat se-Nusantara, apa kabar semuanya? Semoga sehat selalu, oya kali ini saya akan menuliskan puisi yang baru dibuat. Puisi ini saya buat untuk seseorang yang awalnya belum saya kenal, awalnya saya benci dan akhirnya saya pingin bertemu dengannya tapi saya tidak tahu apakah dia juga seperti itu kepada saya.
Sebenarnya saya bukan seorang puitis handal alias profesional, namun sekali lagi saya di sini hanya mencoba menulis puisi. Kalau ada yang mau ngasih puisi balasan juga gpp, nanti saya akan publish di blog ini. Monggo disimak ^_^
-------------------*------------------------
Lenteraku menunggumu
Andai kamu mengetahui
Bahwa aku ingin kau datang dengan impian nyata
Adakah kepekaanmu Wahai pujangga hati
Kau selalu terbawa arus hiruk-pikuk dunia
Hingga kau tak sadar
Aku memimpikanmu tuk hadir dalam lingkaran hidup ini
Percayalah Wahai pujangga hati
Aku menantimu
Semoga kau tau
------------------0------------------------
Demikian karya puisi singkat saya, maaf kalau ada yang merasa kependekan isi puisinya. 
Semoga senang ya ^_^
Ayo, kita berkarya detik demi detiknya. Sebagai pemuda daripada bingung mau apa, lebih baik gali ide kreatifmu dan tetap semangat!!! Love you Allah and Indonesia.

Kamis, 24 April 2014

Bukan yang Terbaik!

Menjelang akhir April ini saya sering melihat status-status di media sosial yang ada buat saya ketawa sendiri, ngerasa aneh dan lainnya. Namun, yang perlu dibincangin sekarang adalah seberapa cerdasnya kita menggunakannya. Memang untuk menjadi orang baik terlampau sulit. Akan tetapi "BERUSAHA UNTUK MENJADI YANG TERBAIK" itu harus ekstra perjuangan. 
Biarin teman yang lain bilang kita update terus, trus nanya mana bukti nyatamu? Mungkin, sebagian orang akan geram mendengarnya. Tapi, serius...biarkan ajaaaa. Jangan esmosi, ups..salah maksudnya emosi.
Biarkan mereka mengkritik kita, lalu barengi dengan istighfar. Bisa jadi, mereka benar (menegur kita, berarti mereka sayang ama kita). Yaah, walaupun penyampaian mereka yang salah atau tidak tepat.
Demi sama-sama kita mencari ridho cause Allah bukan mengejar pujian dari makhluknya..
Yuk kita sama-sama belajar menjadi diri sendiri, tanpa perlu berpura-pura karena Allah lebih tahu. Walau kita telah berusaha sembunyikan dari semua orang.
Pastikan kita ingatkan diri bahwa hidup kita tanpa syarat, mati kita itu pasti. Semangat menjadi Yang Terbaik..sampaikan walau hanya satu ayat #berusaha ^_^

Selasa, 22 April 2014

Si Shaleh dari Penduduk Irak

Akhir-akhir ini saya tergugah untuk memproklamirkan tentang makna hidup, syukur dan cinta. Tersadar, lama tak mengutak-atik blog. Akhirnya saya membongkar bacaan-bacaan berkenaan hal tersebut. Awalnya, mikir kok cuma ini? Mikir ulang, tak mengapa...lebih baik ada yang ditulis untuk bukti/sejarah daripada gak ada sama sekali. Oke,, next, kali ini saya akan bahas perjuangan pemuda Irak yang bersungguh-sungguh mendekatkan diri kepada sang Khalik. Semoga kita termasuk salah satu golongan yang diridhai oleh Allah swt dalam mengerjakan kebaikan. Aamiin. Selamat membaca sahabatku tercinta ^_^

Abu Sulaiman ad-Daraani menceritakan bahwa ada seorang pemuda penduduk Irak yang juga ahli ibadah berangkat menuju ke Makkah bersama salah seorang temannya. (Bukan sembarang ahli ibadah loh...) Bila mereka singgah di suatu tempat, maka pemuda itu akan shalat. Dan bila mereka makan, maka dia tetap dalam keadaan shiyam. Selama perjalanan pergi dan pulang, temannya sangat sabar terhadapnya, dan ketika akan berpisah, sang teman bertanya kepadanya:
“Ceritakanlah kepadaku akan hal yang membuatmu tergerak untuk melakukan semua yang telah aku lihat dari dirimu.” 

Sang pemuda menjawab: “Wahai saudaraku, dalam tidur aku pernah bermimpi melihat sebuah istana Jannah, batu-batunya terbuat dari emas dan perak, lengkap dengan teras yang terbuat dari batu zabarjad dan yaqut, sementara seorang bidadari dengan rambut tergerai berada di antara kedua teras tersebut. Dia mengenakan
pakaian yang terbuat dari perak dengan suara lembutnya dia berucap: “Bersungguh-sungguhlah kepada Allah dalam rangka mencariku. Demi Allah, aku telah bersungguh-sungguh kepada Allah dalam mencarimu.”
“Maka demikianlah hal yang kamu lihat atas diriku dalam rangka mencarinya, “ tambah si pemuda kepada temannya.
Abu Sulaiman menyambung ceritanya, “Demikianlah yang dilakukan si pemuda untuk mencari seorang bidadari, lantas bagaimanakah keadaan seseorang yang mencari sesuatu yang lebih dari itu?”

 Dikisahkan oleh Ibnu Abid Dunya dalam Al-Manaamat sebagaimana dinkil dalam Al-Huur al-Ain
wa Manaamatu ash-Shalihin (edisi Indonesia) oleh Syaikh Ihsan Hasanain hal. 178-179.
 Semoga bisa diambil ibrahnya... ^_^

Sumber. Untaian Mutiara Hikmah Vol.1 edisi Juni 2009. 
Diakses pada web http://www.raudhatulmuhibbin.org

Selasa, 15 April 2014

Peran Shariah Governance dengan Reformasi Akuntansi

Hari ini saya dan teman saya (Anita dan Dini) mengunjungi IMZ. Saya dan kawan-kawan nyari bahan untuk melengkapi literature TA kami. Awalnya saya membaca buku yang berjudul Etika Bisnis & Good Corporate Governance ( Pieris & Jim, 2008), di sini disebutkan bahwa persaingan dalam bisnis sangat tidak sehat. Dalam skala global, pengingkaran keadilan dalam ekonomi acap justru disokong para penguasa. Rupanya para pelaku bisnis kita masih harus belajar etika  berbisnis, tak terkecuali oknum pemerintah yang tidak malu-malu merampok uang rakyat dalam kegiatan ekonomi, perdagangan dan birokrasi. Karena itu, sudah waktunya prinsip-prinsip GCG ditegakkan pada semua korporasi, baik milik asing, pemerintah, maupun swasta lokal. 
Selain itu, reformasi akuntansi juga penting dalan penerapan GCG. Yang mana pada lembaga keuangan syariah disebut dengan Shariah Governance (Saputro, 2010). Walau demikian, dalam penerapan GCG atau SG banyak sekali kendalanya misalnya krisisnya para akuntan yang faham prinsip dan penerapan akuntansi syariah baik di lemabaga zakat, bank, asuransi maupun gadai. Maka dari itu reformasi akuntansi sangat dibutuhkan saat ini baik dari training, kampus dan seminar, karena akuntansi bagaikan pisau yang berdampak positif maupun negatif.
Semoga kita semua dapat dimudahkan dalam hal memahami apa itu akuntansi khususnya yang berbasis syariah, dan bisa mengaplikasikannya dengan benar. Aamiin..

Sumber:
Pieris & Jim. 2008. Etika Bisnis & GCG. Jakarta: Pelangi Cendekia
Saputro, Andik S.D. Penguatan Sharia Governance melalui Reformasi Akuntansi. SNA 13 Purwokerto. Hlm. 1-32.

Senin, 07 April 2014

Tanah Kelahiranku, Barabai

Daerah kelahiranku adalah Barabai. Barabai disingkat BRB yang merupakan ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah, provinsi Kalimantan Selatan. Kota Barabai terletak di tepi sungai Barabai dan berjarak 165 km di sebelah utara Kota Banjarmasin, ibukota provinsi (sekitar 4 jam dengan mengendarai mobil). Kalau saya biasanya dari Bandara naik kendaraan umum dengan menghabiskan waktu hampir 5 jam. Lumayan melelahkan, namun sangat menyenangkan jika telah tiba di kampungku tercinta ini. :)
Terkadang ada yang bertanya kepada saya, Barabai itu dekat gunung ya? Barabai berada di bawah kaki Pegunungan Meratus yang membujur dari selatan ke utara pulau Kalimantan.
Selanjutnya, terkait makanan atau kue khas Barabai adalah apam Barabai, seperti gambar di samping kiri. Kalau saya suka apam yang berwarna coklat-kekuning-kuningan, karena rasanya manis, lembut dan enak. ;) 
Selain apam Barabai, Pakasam (gambar sebelah kiri) juga merupakan makanan khas dari kota ini. Namun, saat saya kembali kuliah di Depok jarang membawa apam dan pakasam Barabai, disebabkan rata-rata selera tiap teman daerah lain berbeda-beda. Kalau ada yang memesan, baru saya bawakan. :D
Tempat yang paling disukai untuk berkumpul, salah satunya adalah Lapangan Dwi Warna, lapangan bola yang dikelilingi jalan yang membuat lapangan bola menjadi pemandangan yang bersih karena di tepi jalan pepohonan besar dan rindang seperti pohon mahoni dan kenari yang tua namun kuat juga rindang yang mengelilingi lapangan tersebut. Perlu teman-teman ketahui bahwa lapangan dwi warna ini dekat dengan sekolah SD saya (SDN 2 Barabai Timur). Waktu kecil, sering olahraga bersama teman-teman dan guru olahraga saya. Lapangan ini pun juga dekat dengan kantor Bupati, Bank dan Kantor Dewan. *kebayang dulu saya seperti apa.
Barabai pun juga memiliki sebuah stadion yang bertaraf nasional dengan nama Stadion Murakata, di sana sering diadakan pertandingan antar klub sepak bola. Di samping itu, halaman stadion pun cukup luas, sehingga sering dijadikan tempat untuk mengadakan konser-konser artis, band ibukota, pameran dari Dinas Perkebunan dan lainnya.
Setiap daerah pasti ada objek wisata, seperti di Jogja dengan Bukit Bintangnya yang indah, Bogor dengan puncak Bogornya, Jakarta dengan Kota Tua dan seterusnya. Nah kalau di Barabai, objek wisata yang dapat dikunjungi adalah objek wisata sungai pegunungan Pagat Batu Benawa, Manggasang yang terletak 7 km dari kota Barabai. Alhamdulillah saya pernah ke puncak Gunung Pagat Batu Benawa ini.
Adapula, objek wisata sungai pegunungan Lok Laga yang terletak 15 km dari kota berada di kecamatan Haruyan, objek wisata air panas yang terletak 10 km dari kota yang berada di desa Hantakan. Indah bukan...?
Jadi, kalau misalnya ditanya. Laila setelah skripsi mau tetap tinggal di Depok atau Barabai. Saya jelas akan menjawab di Barabai,kenapa? Karena bebas polusi, sayur-mayur mudah ditanam, orang-orangnya baik-baik, guru ulama banyak di sana, tempatnya adem (nyaman dan segar). Trus mau apalagi? Cari kerja? Alhamdulillah lapangan pekerjaan terbuka lebar di sana, baik di dunia pendidikan, perbankan, bahkan kepemerintahan. Tinggal saya saja lagi mau cepat lulus atau tidak, mau mengabdi tuk daerah atau tidak... :) Doakan saya ya teman-teman, semoga saya bisa berkontribusi lebih baik dan banyak...
Semoga bermanfaat ya...

Petani dan Nelayan bukan Beban Negara

Pagi senin (07/04/14) yang cerah ini, saya tertarik untuk ngomongin alam sekitar. Khususnya pada bagian sumber daya alam yaitu pertanian dan perkebunan yang ada di Indonesia ini. Menurut Kusumuprojo (2009, hlm. 7) menyatakan bahwa negara Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Sektor agribisnis terdiri dari tanaman bahan makanan, perkebunan, perternakan, kehutanan dan perikanan. Berdasarkan sektor-sektor tersebut, sektor perkebunan memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Yakin besar? 
Yup kawans, udah dibuktikan kok... Dengan perkembangan distribusi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dari sektor perkebunan pada tahun 2012 sebesar 1,94%, kemudian meningkat pada tahun 2013 menjadi 2,11 %. Persentase distribusi PDB pada tahun 2013 tersebut mewakili angka 76 897.20 milyar rupiah. (BPS, 2013). Sudah yakinkan bro and sis? ^_^
Namun, sayang sumber daya alam ini hanya data perkembangan saja. Padahal riilnya belum mensejahterakan para petani Indonesia, kenapa? Sebab, kalau di negara Barat para petani adalah profesi yang memiliki pendapatan paling kaya.. lain halnya di Indonesia. 
Yuk, kalo coba kita tenguk dengan petani dan nelayan di Jepang yang memiliki alat pertanian modern. Bayangiin!! Harga jual beras petani di Jepang bisa buat sang petani menabung bahkan liburan ke luar negeri. Adapula nelayan di Amerika yang cuma menangkap kepiting saja selama satu minggu paling rendah saja bisa mengantongi uang sebesar 3.000 USD. Subhanallah...
Trus adalagi, nelayan negeri jiran (Malaysia) juga sudah meniru nelayan Jepang yang menggunakan GPS dalam menentukan arah pelayaran dan mencari ikan kawasan laut yang banyak ikannya. Tatkala nelayan kita 'menggantung jaring' karena takut ombak besar, nelayan Jepang dan Malaysia malah menyambangi ZEE negara kita dengan tenangnya.
Hemmm...sebenarnya apa yang salah dan kurang tepat dalam menanggulangi permasalahan petani, nelayan dan lainnya di Indonesia? *Teman-teman bisa jawab sendirilah, kan udah sekolah... ^_^ 
Sebenarnya para petani dan nelayan Indonesia hebat loh, masih bertahan untuk melestarikan tanaman budaya Indonesia. Padahal kalau mau egois, ya bisa saja petani dan nelayan mogok untuk menanam dan berlayar. Misalnya hanya menanam dan mencari hasil laut apa saja yang dibutuhkan mereka saja.. Alhamdulillah hal tersebut tidak terjadi. Seharusnya mereka dapat pensiunan tuh dari pemerintah, trus asuransi buat petani jika tanamannya rusak dan bagi nelayan dapat asuransi bila perahu atau alat lainnya rusak. Kan mereka juga berjuang untuk kesejahteraan Indonesia. Mereka bukan beban negara, tapi investasi bagi negara..
Maka dari itu bro/sis, kita harus milih pemimpin yang benar-benar konsen dalam peningkatan pengelolaan sumber daya alam dan SDM. Bukan mereka yang menjanjikan beras bisa murah, satu rumah dapat bantuan sekian, namun yang perlu dikritisi adalah manakah pemimpin yang mau menggalakkan segala tenaga dan upaya untuk mensejahterakan petani, nelayan, memberikan pendidikan yang tuntas, ningkatin peluang kerja buat kaum muda-mudi untuk berkreasi. Smga calon pemimpin tidak merasa terbebani dengan permasalahan ini, namun semakin yakin bisa menjalani dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 
Innallaha Ma'ana

Sumber: 
Kusumoprojo, Wahyono Suroto. (2007). Indonesia Negara Maritim. Jakarta:  Mizan.
Badan Pusat Statistik. (2013). PDB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2013. BPS : Jakarta.

Rabu, 02 April 2014

Jelang Pesta Demokrasi di Negara Pertiwi

Rabu depan (9/4/14) sebentar lagi tibaa. Pesta demokrasi akan memeriahkan negara Ibu Pertiwi ini. Tidak hanya dunia pertelevisian yang tiap hari iklan partai, tapi di dunia maya turut andil. Mungkin sebagian masyarakat akan berfikir negatif terhadap partai tersebut, namun adapula yang mengambil sisi positifnya sebab dari sana dapat diketahui kelebihan dan kekurangan partai.
Yang perlu dikritisi sebenarnya, selain capres. Caleg DPRD, DPD juga sangat penting. Karena mereka yang paling tau kondisi daerahnya masing-masing, bisa mengelola dan mengatur sumber daya baik alam maupun manusianya. Hal ini berguna untuk 5 tahun ke depan (2014-2019). Nyaris lama kawan-kawan...
Menurut pengamatan dari berita yang beredar, seluruh caleg harusnya turun ke lapangan dengan berbaur kepada masyarakat walaupun tanpa memberikan materi, namun tenaga dan pemikirannya bermanfaat. Ini lebih baik daripada hanya memasang spanduk, memberikan stiker, menjanjikan ini itu...Yang pasti kan bisa membuktikan bahwa dia bermanfaat bagi masyarakat sehingga tidak perlu mengeluarkan uang banyaak.
Waktu kepilih juga bisa bantu masyarakat pada sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja supaya SDA + SDM Indonesia makin berkualitas dan shaleh.