Daerah kelahiranku adalah Barabai. Barabai disingkat BRB yang merupakan ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah, provinsi Kalimantan Selatan. Kota Barabai terletak di tepi sungai Barabai dan
berjarak 165 km di sebelah utara Kota Banjarmasin, ibukota provinsi
(sekitar 4 jam dengan mengendarai mobil). Kalau saya biasanya dari Bandara naik kendaraan umum dengan menghabiskan waktu hampir 5 jam. Lumayan melelahkan, namun sangat menyenangkan jika telah tiba di kampungku tercinta ini. :)
Terkadang ada yang bertanya kepada saya, Barabai itu dekat gunung ya? Barabai berada
di bawah kaki Pegunungan Meratus yang
membujur dari selatan ke utara pulau Kalimantan.
Selanjutnya, terkait makanan atau kue khas Barabai adalah apam Barabai, seperti gambar di samping kiri. Kalau saya suka apam yang berwarna coklat-kekuning-kuningan, karena rasanya manis, lembut dan enak. ;)
Selain apam Barabai, Pakasam (gambar sebelah kiri) juga
merupakan makanan khas dari kota ini. Namun, saat saya kembali kuliah di Depok jarang membawa apam dan pakasam Barabai, disebabkan rata-rata selera tiap teman daerah lain berbeda-beda. Kalau ada yang memesan, baru saya bawakan. :D
Tempat yang paling disukai untuk berkumpul, salah satunya adalah Lapangan Dwi Warna, lapangan bola yang
dikelilingi jalan yang membuat lapangan bola menjadi pemandangan yang bersih
karena di tepi jalan pepohonan besar dan rindang seperti pohon mahoni dan
kenari yang tua namun kuat juga rindang yang mengelilingi lapangan tersebut. Perlu teman-teman ketahui bahwa lapangan dwi warna ini dekat dengan sekolah SD saya (SDN 2 Barabai Timur). Waktu kecil, sering olahraga bersama teman-teman dan guru olahraga saya. Lapangan ini pun juga dekat dengan kantor Bupati, Bank dan Kantor Dewan. *kebayang dulu saya seperti apa.
Barabai pun juga memiliki
sebuah stadion yang bertaraf nasional dengan nama Stadion Murakata, di sana sering diadakan
pertandingan antar klub sepak bola. Di samping itu, halaman stadion pun cukup
luas, sehingga sering dijadikan tempat untuk mengadakan konser-konser artis,
band ibukota, pameran dari Dinas Perkebunan dan lainnya.
Setiap daerah pasti ada objek wisata, seperti di Jogja dengan Bukit Bintangnya yang indah, Bogor dengan puncak Bogornya, Jakarta dengan Kota Tua dan seterusnya. Nah kalau di Barabai, objek wisata yang
dapat dikunjungi adalah
objek wisata sungai pegunungan Pagat Batu Benawa, Manggasang yang terletak 7 km dari kota Barabai. Alhamdulillah saya pernah ke puncak Gunung Pagat Batu Benawa ini.
Adapula, objek wisata sungai pegunungan Lok Laga yang
terletak 15 km dari kota berada di kecamatan Haruyan, objek wisata air panas yang terletak 10 km dari kota yang
berada di desa Hantakan. Indah bukan...?
Jadi, kalau misalnya ditanya. Laila setelah skripsi mau tetap tinggal di Depok atau Barabai. Saya jelas akan menjawab di Barabai,kenapa? Karena bebas polusi, sayur-mayur mudah ditanam, orang-orangnya baik-baik, guru ulama banyak di sana, tempatnya adem (nyaman dan segar). Trus mau apalagi? Cari kerja? Alhamdulillah lapangan pekerjaan terbuka lebar di sana, baik di dunia pendidikan, perbankan, bahkan kepemerintahan. Tinggal saya saja lagi mau cepat lulus atau tidak, mau mengabdi tuk daerah atau tidak... :) Doakan saya ya teman-teman, semoga saya bisa berkontribusi lebih baik dan banyak...
Semoga bermanfaat ya...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar