Sabtu, 30 Agustus 2014

Mintalah Fatwa pada Hatimu!



Hari ini saya tertarik membahas terkait pentingnya memanajemen fungsi hati. Asyiiik bahasanya. Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita menemui beragam masalah dari perkara yang kecil hingga yang besar. Bahkan adapula yang membuat kita seolah-olah ragu untuk bertindak ataupun menyelesaikan perkara tersebut baik yang benar maupun yang salah. Perkara yang mengandung kebaikan lebih menenangkan jiwa, namun perkara keburukan lebih condong meresahkan dan pelaku tidak mau orang lain tau hal tersebut.
Nah di sinilah saatnya kita membuka mata hati kita bahwa segala permasalahan yang dijalani pasti ada jalan keluarnya. Namun menyikapi hal ini tidak bisa dengan keadaan emosi, kalau dengan emosi atau pemikiran pendek maka perkara buruk yang lain akan bermunculan. So, tetap tenang.
Untuk waktu yang tepat agar kita bisa membuka mata hati kita adalah bisa dengan shalat yang khusyu, muhasabah, saat mendapat ujian dsbnya ya kawan. Pertama, pada waktu shalat yang khusyu disyaratkan hatinya yang hadir dan siap untuk menyembah Allah SWT bukan karena tempatnya yang lapang, bersih maupun tak banyak orang. Sehingga di moment inilah yang tepat untuk membuka hati kita apakah yang kita lakukan benar atau salah. Kedua adalah bermuhasabah, hal ini dapat dilakukan pada waktu malam hari tepatnya setelah shalat tahajud sebab lebih sepi, namun beda yah kawan suasananya saat malam Ramadhan karena malam tersebut orang-orang lebih banyak yang bergadang jadi sedikit susah untuk menyepi. Selanjutnya pada waktu mendapatkan ujian, kita bakal mudah untuk mengingat kembali kenapa kita mengalami hal ini sehingga lebih cepat sadar dibanding saat kita memperoleh nikmat. Kenapa saat nikmat datang mata hati kita tidak terbuka? Sebab ketika memperoleh nikmat kita terkadang lupa, lalai bahkan takabur. Astaghfirullahhal adzhim..
Oleh karena itu kawan, kita tidak ada salahnya untuk membenarkan niat kita setiap waktu sehingga langkah kaki kita lebih mudah berbuat kebaikan. Mintalah fatwa kepada hati kita sendiri di saat kita ragu, walaupun di luar sana banyak fatwa yang membolehkan. Semuanya kembali ke hati, jika kita tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk maka hati kita telah ternoda dengan perbuatan buruk sebelumnya. Akan tetapi jika kita mudah membedakannya, maka kebaikan akan selalu hadir pada diri kita sehingga akhlak yang karimah terjadi secara otomatis.  Yuk kita berbenah diri dengan memperbaiki niat dan selalu berdiskusi dulu dengan yang paling dekat yaitu hati kita, karena hati kita lebih condong kepada kebaikan dan taqwa kepada Illahi Rabbi..

Sabtu, 16 Agustus 2014

Pingin ke Mekkah

Pingin naik haji....! Ya, setelah saya mengajar di Alkhair. Padahal baru bekerja 2 minggu melihat perkembangan anak-anak di sana, tidak tau mengapa saya ingin sekali naik haji. Mau duduk di sana, berduaan bersama Illahi Rabbi. Saat update status, ternyata teman-teman banyak yang mendukung niat saya lewat komen dan like mereka. Mekkah adalah tempat yang saya rindu. Berikut sejarah Mekkahnya...

Perkembangan kota Mekkah tidak terlepas dari keberadaan Nabi Ismail dan Hajar sebagai penduduk pertama kota ini yang ditempatkan oleh Nabi Ibrahim atas perintah Allah. Pada perkembangannya muncul orang orang Jurhum yang akhirnya tinggal di sana. Pada masa berikutnya kota ini dipimpin oleh Quraisy yang merupakan kabilah atau suku yang utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Ka'bah. Suku ini terkenal dalam bidang perdagangan bahkan pada masa itu aktivitas dagang mereka dikenal hingga Damaskus, Palestina dan Afrika. Tokoh sebagai kepala kabilah Quraisy adalah Qussai yang dilanjutkan oleh Abdul Muthalib.
Pada tahun 571, Nabi Muhammad keturunan langsung dari Nabi Ismail serta Qussai, lahir di kota ini dan tumbuh dewasa. Pertama kali menerima wahyu dari Allah namun ajarannya ditolak kaumnya yang saat itu masih berada dalam kegelapan pemikiran (Jahilliyah) sehingga berpindah ke Madinah. Setelah Madinah berkembang, akhirnya nabi Muhammad kembali ke Mekkah dalam misi membebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah yang dikenal dengan (Fathul Makkah).
Pada masa selanjutnya Mekkah berada di bawah administrasi Khulafaur Rasyidin yang berpusat di Madinah, serta para Khalifah yang saat itu berkuasa di Damaskus (Dinasti Ummayyah), Bagdad (Dinasti Abbasiyah) dan Turki (Usmaniyah). Kemudian setelah hancurnya sistem kekhalifahan, kota ini disatukan di bawah pemerintahan Arab Saudi oleh Abdul Aziz bin Saud yang kemudian menjadi pelayan bagi kedua kota suci Islam, Mekkah dan Madinah.
Keren banget sejarah kota Mekkah....

Sabtu, 09 Agustus 2014

Renungan Pemuda

Mungkin kita terlalu mencintai dunia
Karena kita bisa membayangkan nikmatnya dunia
Sedangkan nikmat akhirat dibandingkan dengan dunia tidak sebanding
Ditambah kita tak pernah pula melihat Allah Yang Maha Kasih
Yang Kasih-Nya lebih besar dari kasihnya seorang Bunda kepada anaknya
Begitu pula paras Rasulullah SAW pun tak pernah terlihat
Padahal beliaulah yang membawa kita dari kebutaan hingga menuju jalan yang lurus
Adapun jihad saat membayangkan, kita merasa hal itu sangat berat dan susah
Tapi tidak bagi syuhada-syuhada yang berguguran di sana
Mereka yakin syurgalah tempatnya berpijak nan kekal
Ridho Allah SWT dan Rasulullah SAW yang diharapkan
Sungguh tak ada bandingannya nikmat surga dan pedihnya neraka
Astaghfirullah...Astaghfirullah hal 'adzim... Bukalah hati pikiran ini agar selalu diberi rahmat & taufiq...

Minggu, 03 Agustus 2014

Mumpung Masih Muda

Setelah 7 hari berlalu bulan yang
mulia, apa yang mestinya dilakukan? Tak bisa dipungkiri bahwasanya setiap insan akan menyiapkan fisik termasuk baju baru. Namun apakah hanya sepintas hal materi saja yang baru? Bukan menggurui ya, tapi ini cuma menuliskan apa yang di benak saya selama ini... ^_^
Sejatinya yang baru adalah hati kita, bagaimana mengontrol diri agar tetap selalu mengingat Allah swt dalam setiap aktivitas. Jujur saja ayo siapa yang bekerja belum baca basmalah? Acungkan saja tangannya!!! Tenang tak ada kata terlambat kok, selagi ada niat untuk memperbaiki hal tersebut lebih baik daripada tidak sama sekali.
Kembali pada topik awal yaitu baru, selain hati yang terkontrol namun juga pemikiran kita yang selalu diupgrade. Mulai dari pengetahuan umum, sejarah, terlebih agama. Kadang pingin mempelajari hal tersebut jika perlu padahal waktu kita sangat banyak untuk mendalami tersebut. Coba bayangkan negara yang dijajah Israel, masyarakat yang berada di daerah minoritas, mereka sangat berjuang di luar sana. 
Maka dari itu, saya belajar juga untuk memperbaiki itu semua. Mumpung masih muda, yaa... Yuk digiatin lagi amaliahnya "yang baik" ya... ^_^