Senin, 29 September 2014

Selalu Ada Solusi Tiap Masalah



Hai sobatku tercinta, lama tak menyapa kalian lewat tulisan blog yang sederhana ini. Kali ini saya akan berbagi bagaimana seharusnya kita menghadapi masalah. Masalah? Iya, masalah sobat. Semua orang pasti mempunyai masalah masing-masing namun cara mengatasinya yang berbeda. Haha…kalau saya dapat masalah yang berat, saya lebih suka sendiri saja sebab lebih mudah untuk merenungi masalah tersebut. Jika belum bisa dipecahkan saya berdoa sambil nangis, hihi kelihatan banget ya melankolisnya? Gpp…yang penting hati dan pikiran sudah plong-plong. Kemudian, jika masalah itu melibatkan orang lain maka saya akan minta pendapat kepada sahabat terpercaya terkait sikap “x”. Sehingga hal ini memudahkan saya untuk mencari solusinya dan tak merasa sedih apabila ditanggapi dengan negatif.

Sobatku, tentu pernah merasa sedih jika ada masalah yang tak kunjung selesai malah jadi tambah besar. Tenang (padahal dalam hati tak karuan, sumpah!). Dalam hal ini kita harus pintar memanaje antara wajah dengan pikiran agar orang yang berada di sekitar kita tak beranggapan negatif.

Ketika kita mampu menjaga fisik agar tetap tenang maka pikiran akan menjadi jernih dan mudah mencari jalan keluarnya. Bisa? Yap, yakin kita bisa melewati masalah badai tersebut. Yakin setiap masalah pasti ada solusinya. Ingat! Allah telah menjanjikan kemenangan bagi orang yang bertaqwa dan yakin akan bantuan-Nya. Tak ada merasa sia-sia pada setiap langkah dan mari kita beristighfar bersama agar hati/pikiran menjadi netral. Keep spirit!! Tiap masalah pasti ada solusinya…

Senin, 01 September 2014

Tuluslah!

Pengalaman saya menjadi seorang guru atau sering dipanggil Ustadzah adalah sebuah penghargaan tersendiri. Dalam profesi ini saya mengenal beberapa karakter anak-anak yang mulai dari yang paling pendiam, nakal hingga super manja. Subhanallah...
Namun dibalik semua tingkah laku yang ditorehkan dan saya lihat, hal tersebut tidak semata-mata karena kesalahan anak itu sendiri akan tetapi ini merupakan efek yang ada di lingkungan sekitar, baik dari ortu yang super sibuk bekerja hingga hanya malam saja bertemu atau bahkan faktor kebebasan pergaulan. Hem para ortu cari tau sendiri, dan para guru lihat kembali riwayat hidupnya.
Sebagai pendidik hendaklah tidak mengatakan kata-kata kasar apalagi hingga main fisik, ingat anak-anak akan selalu menyimpannya..
Jadi pergunakanlah profesi kita baik sebagai ortu, guru atau kakak untuk mendidik adek atau anak kita sebaik mungkin, menyayangi mereka setulus mungkin. Okeh ^_^