Yaa inilah judul yang tepat untuk mengawali
ceritaku. Kemarin siang, saatku membina anak muridku. Aku terkejut ada orangtua
yang datang. Dikira mau menjemput anaknya namun ternyata beliau adalah orangtua
murid yang awal bulan November tadi anaknya (Aisyah) pindah ke sekolahan yang
lain.
Saat mengobrol dengan bundanya Aisyah, pihak
sekolah membuatkan surat pindah dan merangkum nilai-nilai Aisyah agar dipergukan
dengan semestinya. Setelah itu tiba-tiba bunda Aisyah bilang terimakasih sembari
meletakkan kado besar, saya hanya tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
Dan beliau pun mulai bercerita terkait niatnya
mau keluar dari dunia keperawatan bagian pembiusan karena tidak ada libur
untuknya dan terlebih untuk anaknya. Beliau pun bilang mau fokus saja menjaga
anak, hal ini disebabkan bahwa akhir-akhir ini Aisyah sering bilang bahwa yang
dibutuhkannya bukan uang tapi Aisyah mau bundanya tiap waktu ada di sampingnya.
Sehingga kata-kata inilah yang membuat luluh hati bundanya dan membulatkan
tekadnya untuk selalu bersama dia (ini adalah amanah dari Allah swt.). Masya Allah...indahnya hati Ibu ^_^
Hem….jadi ingat bahwa kodrat wanita adalah menjaga
dan mendidik anaknya. Dan ternyata anak itu punya hati yang sangat sensitif.
Semoga saja kita sebagai perempuan mampu mengemban amanah ini. Aamiin ya rabbal
‘alamin.
Setelah pihak sekolah sudah selesai, saya pun
masuk ke dalam kelas agar anak-anak saya tidak keluar.
Di sisi lain saya juga penasaran isi kadonya,
maka kami dan ustadzah lain membukanya. Ternyata hadiahnya kue cokelat yang di atasnya
bertuliskan “terimakasih ustadzah”. Hem ngerasa disayang banget ama Aisyah dan
bundanya.
Terimakasih Aisyah, cuma lewat tulisan ini
ustadzah mngucapkan terimakasih. Supaya kau kelak dewasa, kau pun mengerti
bagaimana menjadi seorang wanita muslimah dan menjaga adabnya.
Mabruk ala kulli hal ^_^

