Kamis, 24 Desember 2015

Maulid di Barabai

Assalamualaikum sahabat blogger di manapun berada. Semoga semuanya sehat selalu.

Hari ini tanggal 24 Desember 2015 bertepatan dengan maulid nabi. Salamun alaika ya Rasulullah...

Di sini kalau maulid setiap hari, namun beda rumah dan RT yang dilaksanakan pada pagi atau sore tamu nya pun biasanya membawa gula setengah atau satu kilo per orang/keluarga. Hidangan yang disajikan pembuka seperti buah pisang atau agar-agar, sedangkan makanannya seperti soto, bakso, ayam bakar, kentucky, patin kuah, dan lainnya tapi belum ada pepes ikan patin. Hehe mungkin ribet.

Kalau malamnya baru rombongan habsyi berdatangan, biasanya panitia maulid tiap RT sudah mengatur, misalnya Rumah Pak Andi rombongan habsyinya dari mushala at-taqwa atau bisa juga mengundang anak yatim piatu dari ponpes/panti asuhan.

Pasti mikirnya ribet banget ya? Sebenarnya ga ribet kalau sudah direncanakan dan dihitung keuangannya. Malah ada yang aqiqahan sekaligus maulid.

Masaknya pun bisa dibantu oleh keluarga, warga sekitar, atau catering.

Nah itu dulu ya cerita dari saya bagaimana maulidan di tempat saya. Semoga kita semua baik yg mengadakan syukuran, maulidan atau apapun itu mendapat rahmat dari Allah Swt dan dikumpulkan dalam umatnya Rasulullah Saw. Aamiin ya rabbal alamin.

Senin, 09 November 2015

Coklat dan Bakti untuk Suami

Puisi untukmu, suamiku

Majnun memang..
Melihat cara kau memakai tas hitammu
Berbicara dengan meraih coklat kecil
Agar terlihat santai di mata mereka
Tulisan "sukses" untukku bertintakan merah
Tak kan ku lupa

Saat ku terbaring sakit
Kau..
Tak hadir walau hanya menyapa
Mungkinkah rasa ini hanya bertepuk sebelah tangan
Atau belum saatnya bernaung dalam ikatan?

Wahai pujangga untukku
Mengertilah, ku takkan mau keliru
Bahkan meninggalkanmu dalam kepayahan
Aku ingin mengabdi, sebagai penenang jiwamu
Semoga Allah mengizinkan hal itu

Seberapa kuat aku melupakanmu
Maka semakin kuat pula Allah meyakinkanku bahwa
Engkaulah yang terbaik untuk saat ini dan kelak
Ya, kelak kaulah pembimbingku
Penasehatku, dan tentunya imamku

Kini, ku hanya biaa bersimpuh di sujud malam
Bukan untuk kuantitas sujudku
Tapi keridhaanNya yang diharap
Kadang teringat,
"Belum tentu dikira baik, tentunya baik. Namun doa dan tawakal lah yang patut dirutinkan"
Sehingga, jika kau membaca ini
Dan berharap kesempatan untukmu
Namun aku telah dipinang maka..
Pilihlah sesuai rencana masa depanmu

Melepaskanku atau mengikatku...
Jika kau lepas, aku pun ridha
Jika mengikatku, aku sangat bahagia bisa bersamamu..
(Meneteskan airmata, malam selasa)
Ya, mungkin aku majnun

Rabu, 28 Oktober 2015

Hari Sumpah Pemuda Diwarnai Pengangguran di Indonesia

Selamat Hari Sumpah Pemuda!
Setiap akun medsos mengucapkan itu semua. Seperti kebanggan tersendiri bisa menampilkan slogan atau simbolis lainnya. Namun kebanggan tersebut tak berbanding lurus dengan keadaan ekonomi tahun 2015. Apa buktinya tak berbanding lurus?
Buktinya bisa dilihat dari data BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan bahwa Angkatan kerja Indonesia pada Februari 2015 sebanyak 128,3 juta orang, bertambah sebanyak 6,4 juta orang dibanding Agustus 2014 atau bertambah sebanyak 3,0 juta orang dibanding Februari 2014. Sedikit sekali, setahun hanya 3 juta orang.
Selanjutnya, penduduk bekerja pada Februari 2015 sebanyak 120,8 juta orang, bertambah 6,2 juta orang dibanding keadaan Agustus 2014 atau bertambah 2,7 juta orang dibanding keadaan Februari 2014. Tuh, malah belum terserap 3 juta orang.
Kemudian, ketika melihat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2015 sebesar 5,81 persen menurun dibanding TPT Agustus 2014 (5,94 persen), dan meningkat dibandingkan TPT Februari 2014 (5,70 persen). Itu artinya sobat, sebanyak 0,11 persen terjadinya peningkatan pengangguran di Indonesia.
Selama setahun terakhir (Februari 2014–Februari 2015) kenaikan penyerapan tenaga kerja terjadi terutama di Sektor Industri sebanyak 1,0 juta orang (6,43 persen), Sektor Jasa Kemasyarakatan sebanyak 930 ribu orang (5,03 persen), dan Sektor Perdagangan sebanyak 840 ribu orang (3,25 persen). 
Penduduk bekerja di atas 35 jam per minggu (pekerja penuh) pada Februari 2015 sebanyak 85,2 juta orang (70,48 persen), sedangkan penduduk yang bekerja kurang dari 15 jam per minggu sebanyak 7,5 juta orang (6,24 persen). 
Pada Februari 2015, penduduk bekerja masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan SD ke bawah sebesar 45,19 persen, sementara penduduk bekerja dengan pendidikan SARJANA ke atas hanya sebesar 8,29 persen. Nah, jelaskan data BPS Indonesia?
Jadi, sebenarnya apakah lapangan kerja yang semakin sedikit atau malah pola pikir penduduknya yang hanya berharap lowongan kerja. Suata hari saya pernah mendengar dari teman saya tentang pekerjaannya, berikut curhatannya, "Sebenarnya enak banget dapat gaji tetap. Namun, setiap briefing nama kami dihina jika penjualan kami tidak mencapai 100-150 juta. Di luar saat bekerja, saya pun merasa pahitnya jika penjualan kami tak laku atau sedikit karena pasti kami akan dihina, dimaki dan dimarahi. Bahkan saya pernah dikejar anjing saat memasarkan. Sekali lagi ini terpaksa, padahal tidak semua pelanggan ingin terus membeli", kata teman saya.
Di hari sumpah pemuda ini, semoga yang jadi direktor terbuka hatinya tuk selalu menganggap bawahannya berkualitas. Yang bawahan tetap sabar. Dan presiden beserta pejabatnya, segera membuka lowongan kerja atau kesempatan berkarir atau pendanaan usaha nonbunga agar pengusaha menengah/kecil tetap tersenyum di hari sumpah pemuda ini. Salam Indonesia, Sumpah Pemuda!

Minggu, 25 Oktober 2015

E-Book Remaja "Goresan Mimpi Bercahaya" (PROMO)

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa menelurkan karya kecil yang insya Allah akan memotivasi sahabat remaja semua. 
Karya kali ini bentuknya ebook, sehingga memudahkan sahabat semua membacanya. Jadi, kalau lagi bingung atau bimbang tinggal buka saja hpnya. Buku ini siap menemanimu setiap saat. Praktis! 
Ayo, sahabatku...! Segera isi harimu dengan indah dan tentunya bersama buku motivasi "Goresan Mimpi Bercahaya" biar cita-citamu makin mantap dan mudah diraih.
Just 25K (promo), berlaku 1 minggu (26 Oktober 2015 - 02 November 2015).
Tertarik? Miliki ebooknya via wa 085391988033 (laila).

Selasa, 20 Oktober 2015

Dibalik Pesan Tanggal 26 Januari 2015

Asap kali ini menyesakkan dadaku. Syukurku masih terlintas di bibir menyebut asmaNya.
Ya, mesti dan harus begitu. Syukur!. Walau jujur, saya merasa sedih. Entah kenapa? Saat buka inbox by gmail dan saya scroll ke bawah, masih tersimpan untuh pesan tanggal 26 Januari 2015. 
Padahal isinya adalah doa terbaik untukku di masa depan. Secara waktu, saya bisa melupakan bahkan mengikhlaskannya. Saya mendapatkan pesan itu karena sebelumnya saya beranikan diri mengirimkan kado milad yang terselip surat kecil dan otomatis harus siap dengan konsekuensinya. Ya, saya berniat berumahtangga dengannya. Hasilnya? Dia belum siap dan mendoakan saya agar dapat yang terbaik.
Memalukan memang saat itu, tapi untuk pertama kalinya saya tersadar bahwa saya bukan jodohnya. Tak terasa, airmata ini selalu menetes. Bukan karena dilukai oleh cinta tapi sadar bahwa ridhaNya lah yang harus digapai.
Saya menyukainya semenjak masuk kuliah, tapi dia tahu setelah saya dan dia telah lulus. Ya, kami tak bertemu lagi.
Murabbi saya pun selalu mendukung saya saat down. Jujur, saya tak berani bercerita kepada orangtua untuk hal ini.
Ternyata mencari sosok pendamping bukan dilihat dari seberapa tahu kita tentang orang itu tapi seberapa bisa kita memahaminya. Hingga saat ini, sekarang musim asap di lingkungan sini dan saya sampai diare dan muntah.
Biasanya jika saya sakit, saya sering merasa sedih kenapa laki-laki yang saya idamkan tidak ada di samping. Aneh memang, seperti kisahnya Laila Majnun. Di sana saya intropeksi kembali, saya akui bahwa memang saya tak memiliki badan yang tinggi dan langsing apalagi wajah rupawan. Jauh sekali, saya hanya anak banjar yang dulunya merantau menuntut ilmu ke Depok yang dulunya diresmikan oleh Pak Heryawan.
Sekarang, saya hanya berharap kepada Allah agar dipertemukan dengan yang diridhaiNya sesuai doanya dalam surat tersebut. Entah dengannya atau dengan yang lain. Yang jelas saya akan menyambutnya dengan suka cita dan haru bahagia. Doakan ya, sobatku ^_^

Selasa, 13 Oktober 2015

Bulan Muharram, Ngapain Yah?

Muharram tiba, apakah sobatku sudah baca doa sebelum dan sesudah akhir tahun? Semoga sudah ya. Mudah-mudahan kita semua dilindungi Allah swt dari pengaruh setan. Dan semoga tergerak hati kita (aku dan sobat) makin rajin berbuat baik. Aamiin...
Em, mungkin ada yang bertanya.
"Boleh gak ya puasa awal muharram?"
Jawabannya boleh sobat, karena bulan muharram adalah bulan kedua yang disukai/malah dianjurkan berpuasa setelah bulan ramadhan. Sebulan penuh di bulan Muharram malah bagus lagi, asalkan kalau sudah azan maghrib maka cepatlah berbuka. Jangan sampai dijadikan ajanh so-soan ya (saya nih paling kuat mpe seminggu belum buka, ampun deh). :)
Sekarang niat puasa untuk puasa 9, 10 dan 11 Muharram apa ya? 
Oke, kita simak bersama yuk sobat niatnya dengan baik di bawah ini sobat.. ^_^
Niat Puasa Tasu’a
ىهشف
Dibaca: Nawaitu shouma ghodin min yaumi tasuu’aa-in sunnatan liLlaahi ta’aalaa.
Artinya: Aku niat berpuasa sunnah esok hari di hari tasu’a karena Allah Ta’ala.

Apabila baru ingat untuk melaksanakan puasa tasu’a pada pagi harinya, maka lafazh “ghodin”-nya tidak perlu dibaca.

Niat Puasa 10 Muharram
ىهشف

Dibaca: Nawaitu shouma ghodin min yaumi ‘asyuuroo-a sunnatan liLlaahi ta’aalaa.
Artinya: Aku niat berpuasa sunnah esok hari di hari ‘asyuro’ karena Allah Ta’ala.

Niat Puasa 11 Muharram

ىهشف
Dibaca: Nawaitu shouma ghodin min yaumi ahada ‘asyara-al muharromu sunnatan liLlaahi Ta’aalaa. 
Artinya: Aku niat berpuasa sunnah esok hari di hari kesebelas Muharram karena Allah Ta’aalaa.

Bulan Muharram masih termasuk daripada bulan-bulan haram yang mana ketika itu pahala-pahala akan dilipat gandakan. Tidak mengherankan apabila Nabi SAW sendiri mengatakan dalam hadits shahih bahwa puasa yang paling utama setelah puasa wajib di bulan Ramadhan adalah puasa sunnah di bulan Muharram.

Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasululloh SAW bersabda, “Puasa yang paling utama sesudah puasa bulan Ramadan ialah puasa di bulan Muharram”. (HR Muslim no. 1163)

Semoga kita bisa berpuasa dan memperbaiki diri agar semakin lebih tawadhu dan istiqamah di jalanNya. Amin ya Rabbal 'Alamin. 
Jadi kita tak bingung lagi, apa yang seharusnya diamalkan pada bulan muharram. Hayya, fastabiqul khairat ☆☆☆

Minggu, 11 Oktober 2015

Harapku Dalam Doa

Malam menjelma menjadi rumah sepi bagiku di saat kurasa tak sanggup lagi menghadapi masalah bertubi. Saat shalat, aku hanya bisa menangis lirih tanpa suara. Doaku hanya satu, membahagiakan orangtua. Memang tak bisa instan untuk mendapatkannya. Misalnya memperoleh pekerjaan yang sesuai dan dari sana bisa memberangkatkan ortuku ke Mekkah. Kemudian, ingin sekali memberikan cucu kepada orangtua. Namun, ikhwannya belum ada. 
Masalah ini, sebenarnya sangat risih ditulis di sini tapi semoga menjadi penerang bagi pembaca (terutama aku, penulisnya). Dulu aku pernah menyukai seseorang dan sempat diuruskan oleh kaka murabbi. Sayangnya, belum ada sinyal kesiapan pada ikhwan tersebut. Masih belum percaya. Hingga akhirnya aku putuskan mengirim surat terkait keseriusan pribadi kepadanya, ternyata kesiapannya masih diragukan. Ini terjadi 8 bulan yang lalu.
Setelah 2 bulan dari kejadian sebelumnya, datanglah proposal taaruf dan pada nyatanya kami belum berjodoh. Hingga saat ini, aku belum bisa menemukan sosok yang diinginkan, pun ada tentu secara lahir tak mampu.
Inilah salah satu permasalahan yg sering kuselipkan dalam doa hingga membuatku tak sadar bahwa telah menangis. Pikir positifku berkata, ini kesempatan agar lebih membantu ortu. Bisa saja kelak tak bisa membantu setelah menikah disebabkan waktu maupun jarak.

Selasa, 25 Agustus 2015

Rupiahku 14000 Kata Dollar

Siang-siang begini enak banget kalau minum capcin. Untungnya masih 5000 hehe
Bahas 5000an, ternyata nilai rupiah kita melemah hingga hari ini. Bayangkan sudah 14000. Bahkan menurut dosen saya (hasil search beliau), nomor telpon perbankan dan instansi lainnya memiliki digit awal yang sama dengan nilai rupiah sekarang. Apakah itu keren yang menjadi tren atau hanya kebetulan saja?
Menanggapi hal itu, saya sebagai warga Indonesia yang berada di Kalimantan selatan ini berharap agar pemerintah pusat hingga pemerintah daerah segera menangani hal ini. Sebab jika masalah ini berlarut-larut maka akan terjadi peningkatan harga barang, pun kalau turun harganya kemungkinan hanya secuil.
Selanjutnya, berilah kesempatan untul para petani dan peternak. Bahkan, kalau perlu mereka diberi modal bukan uang namun bibit sayur atau buah untuk petani sedangkan peternak diberi hewannya tentunya dengan pertimbangan alokasi yang memadai. Setidaknya, jika ada 20 juta petani dan 10 juta peternak di Indonesia maka 30 juta keluarga telah terselamatkan dari pengangguran. Tentunya tak lepas bimbingan dari menteri/dinas pertanian. Sehingga kesediaan pangan pun terpenuhi dan tak perlu impor. Nanti akan menimbulkan kesenjangan ekonomi khususnya negara kita. Buktinya, lihat harga rupiah terhadap dollar sekarang!
Jangan dikira warga pedalaman tak paham apalagi ketinggalan berita seperti ini wahai pejabatku :)
Jangan dikira kami hanya berdagang, berkebun, beternak dalam usaha kami untuk mencari sesuap nasi (memikirkan keluarga sendiri), namun kami juga memikirkan kesejahteraan bersama yang hingga sekarang masih berupa lirik lagu yang belum dinyanyikan.
Kami doakan, semoga presiden dan pejabatku yang lain bisa menyelesaikan masalah ini. Aamiin
Mari, diminum lagi capcinnya :)
Ditulis qabla azan zuhur di Barabai, Kalimantan Selatan

Minggu, 26 Juli 2015

Lelang Tas Tali Kur untuk Tolikara

Sepuluh hari sudah hari raya nan fitri terlewati. Di tengah cumbu rayu tawa dalam keluarga, tiba-tiba di televisi diberitakan Tolikara tak bisa shalat Id. Rasanya sedih, namun ini tanda teguran dari Allah bahwa kita harus simpatik minimal kita mendoakan agar mereka bisa sabar menghadapi masalah tersebut.
Nah, terpikir oleh saya bagaimana kalau saya mengadakan lelang tas buatan sendiri. Alhamdulillah ini ilmunya diperoleh pas ramadhan. Yang nantinya akan diberikan dananya ke masyarakat Muslim di Tolikara. Semoga hal ini menambah spirit kita untuk tolong-menolong dalam kebaikan. Dari hal kecillah akan menjadi manfaat yang besar minimal bisa bantu pembangunan masjid, pengobatan maupun untuk konsumsi mereka. Ya Allah semoga hati kita bisa selalu dekat denganMu. Aamiin.

Jumat, 03 Juli 2015

Kerja Efektif Bagus Untuk Kesehatan

Pagi begini ngapain ya mak? Kalau saya suka pergi ke kebun setelah kultum pagi di mushala. Saya sangat suka dengan kehijauannya, kebetulan saya dan keluarga lagi menanam bibit buahan seperti sirasak, kelengkeng, durian dan seledri. Alhamdulillah setiap minggu bisa manen dari tumbuhan seledri. Tapi maaf ya lail belum bisa menampilkan fotonya, tadi sudah dicoba insert picture namun belum berhasil. Mungkin karena sinyal hp yang kurang atau ada gangguan di blog saya, hmm padahal tiga hari yang lalu bisa loh. Kenapa ya? Can you help me?
Oke, kembali ke topik awal tentang kebun. Setiap pagi saya yang membersihkan rumputnya sedikit demi sedikit sedangkan bunda yang menyiram, kalau adik saya tugasnya main tanah dengan mobil kesayangannya. Padahal dia masih ngantuk waktu mau berangkat akan tetapi dengar kata "kebun" langsung melek.
Biasanya kalau puasa begini kita berangkat jam 06.30 - 08.30 WITA. Lebih cepat daripada pegawai bank apalagi pejabat lainnya karena waktu ini gak panas dan bagus untuk tubuh kita. Sekalian tubuh menjadi sehat, pikiran tenang dan mata saya pun berkurang minusnya karena meligat kehijauannya.
Jadi pada sahabatku yang di sana, mari manfaatkan waktu kita tuk bekerja namun tetap sehat di bulan yang mulia ini. Jangan lupa tilawahnya ya! Fastabiqul khairat.

Minggu, 28 Juni 2015

Hidup Terarah

Alhamdulillah sudah menjalani sebelas hari berpuasa. Rasanya ngademin sangat. Kuliah shubuh tadi luar biasa. Jujur, awalnya mengantuk namun segera saya membersihkan muka. Sobat, saya mau berbagi materi yanh didapat. Materi kali ini tentang pentingnya bersyukur dan bersabar. Diceritakan pada zaman dahulu ada sebuah keluarga yang memiliki perekonomian yang minim namun sang suami selalu bersyukur dengan dhuhanya. Saat menjelang lebaran sang istri berkata "kanda, yuk kerja pagi biar kita bisa beli baju. Gpp kalau hanya baju walau rumah kita sdh mulai rusal."
Suami pun menjawab, "iya dinda, nanti setelah shalat dhuha kanda berangkat ke hutan untuk mencari kayu biar dijual nantinya".
Istrinyapun tersenyum dan sambil menyiapkan alat yang digunakan suaminya kapak dan sarung tangan.
Setelah suami sampai di pohom yang menjadi incarannya sejak kemarin, dia pun bersemangat hingga kapaknya lepas dan jatuh ke sungai. Dia mencoba menyelam 3 kali namun mata makin memerah tp brg yang dicarinya belum didapat. Lalu datanglah lelaki tua (menurut riwayat lelaki itu adlah nabi Haidir), kaki tersebut bertanya masalah lelaki tersebut. Dan ikut menyelam pula, namun yg dipèroleh kakek tersebut kapak emas. Kemudian beliau bertanya kepada lelaki td, apakah itu miliknya atau bukan. Namun pemuda tersebut bilang bahwa kapak emas itu bukan miliknya, kakek pun menyelam lagi sehingga didapatlah kapak yg dari besi. Disebabkan lelaki tersebut jujur maka kapak emas pun diberikan.
Saat pulang, istrinya kaget karena suaminya tidak membawa kayu. Sedangkan suaminya bergegas mandi dan baru menceritakan apa yg diperolehnya. Hati istri sangat senang dan bersyukur tiada terhingga, dan akhirnya dengan emas tersebut keluarga kecil ini bisa memperbaiki rumah, mobil untuk menjual kayu bakar dan membeli pakaian.
Masya Allah, hebat ya suami yang selalu jujur plus yakin dan seorang istri yang menjadi pendukung utama tuk suaminya. Sehingga harapan mereka terwujud.
Maka dari itu kita (saya dan sahabat seluruh Indonesia), yuk saling bersyukur dan bersabar. Karena janji-Nya pasti terwujud. Masalah rezeki insya Allah sudah ada, disiapkan dan direncanakan. Tinggal kita mau melewatinya atau tidak.
Salam Ramadhan :)

Jumat, 19 Juni 2015

Rahasia Istighfar dan Hikmah Tahajud

Hari ini tepat 2 hari sudah ramadhan dijalani. Setiap mendengar azan dan ceramah bersama dengan warga yang lain rasanya menenangkan. Oya, kemarin pembahasan terkait nikmatnya selalu beristighfar setiap qabla shubuh. Menurut beberapa hadits yang disampaikan ustadz kemarin pagi, menyebutkan bahwa faidahnya dapat mengampuni dosa ribuan selain itu dosa orangtua pun juga terampuni. Masya Allah, begitu besar ampunan Allah. Saya pun terharu mendengarnya. Sssttt hanya kalian yang tau kmrn pagi sedikit tersentuh, tapi gak nangis ko. Entar batal :)
Oleh karena itu yuk kita selalu beristighfar setiap qabla shubuh, agar kita bisa menetralisir kehilafan kita.
Selanjutnya ceramah hari ini berisi terkait keberkahan qiyamul lail terutama tahajud. Tahajud tidak hanya dapat menghapus dosa, namun juga baik untuk kesehatan dan mental. Hal ini terbukti setelah diteliti di Universitas Uskandaria Mesir, disana menyebutkan bahwa seorang yanv rutin shalat akan menenangkan jiwanya. Dianjurkan juga untuk penderita kejiwaan atau orang yang emosian karena dengan tahajud dapat menstabilkan jiwa yang di luar kontrol.  Selain tahajud dapat menyehatkan, tahajud pun dapat memanjangkan umur dalam hal ketaatan (bagusnya). Hal ini terbukti dari beberapa ulama yang umurnya berkah hingga 120-123 tahun berkat dengan adanya iman dalam mengerjakan shalat tahajud. Semoga kita yang masih banyak kekurangan ini makin semangat beramal yang tentunya diiringi ilmu. Semoga tulisan ini bermanfaat ;)

Salam semangat tuk bulan Ramadhan