Minggu, 28 Juni 2015

Hidup Terarah

Alhamdulillah sudah menjalani sebelas hari berpuasa. Rasanya ngademin sangat. Kuliah shubuh tadi luar biasa. Jujur, awalnya mengantuk namun segera saya membersihkan muka. Sobat, saya mau berbagi materi yanh didapat. Materi kali ini tentang pentingnya bersyukur dan bersabar. Diceritakan pada zaman dahulu ada sebuah keluarga yang memiliki perekonomian yang minim namun sang suami selalu bersyukur dengan dhuhanya. Saat menjelang lebaran sang istri berkata "kanda, yuk kerja pagi biar kita bisa beli baju. Gpp kalau hanya baju walau rumah kita sdh mulai rusal."
Suami pun menjawab, "iya dinda, nanti setelah shalat dhuha kanda berangkat ke hutan untuk mencari kayu biar dijual nantinya".
Istrinyapun tersenyum dan sambil menyiapkan alat yang digunakan suaminya kapak dan sarung tangan.
Setelah suami sampai di pohom yang menjadi incarannya sejak kemarin, dia pun bersemangat hingga kapaknya lepas dan jatuh ke sungai. Dia mencoba menyelam 3 kali namun mata makin memerah tp brg yang dicarinya belum didapat. Lalu datanglah lelaki tua (menurut riwayat lelaki itu adlah nabi Haidir), kaki tersebut bertanya masalah lelaki tersebut. Dan ikut menyelam pula, namun yg dipèroleh kakek tersebut kapak emas. Kemudian beliau bertanya kepada lelaki td, apakah itu miliknya atau bukan. Namun pemuda tersebut bilang bahwa kapak emas itu bukan miliknya, kakek pun menyelam lagi sehingga didapatlah kapak yg dari besi. Disebabkan lelaki tersebut jujur maka kapak emas pun diberikan.
Saat pulang, istrinya kaget karena suaminya tidak membawa kayu. Sedangkan suaminya bergegas mandi dan baru menceritakan apa yg diperolehnya. Hati istri sangat senang dan bersyukur tiada terhingga, dan akhirnya dengan emas tersebut keluarga kecil ini bisa memperbaiki rumah, mobil untuk menjual kayu bakar dan membeli pakaian.
Masya Allah, hebat ya suami yang selalu jujur plus yakin dan seorang istri yang menjadi pendukung utama tuk suaminya. Sehingga harapan mereka terwujud.
Maka dari itu kita (saya dan sahabat seluruh Indonesia), yuk saling bersyukur dan bersabar. Karena janji-Nya pasti terwujud. Masalah rezeki insya Allah sudah ada, disiapkan dan direncanakan. Tinggal kita mau melewatinya atau tidak.
Salam Ramadhan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar