Selasa, 25 Agustus 2015

Rupiahku 14000 Kata Dollar

Siang-siang begini enak banget kalau minum capcin. Untungnya masih 5000 hehe
Bahas 5000an, ternyata nilai rupiah kita melemah hingga hari ini. Bayangkan sudah 14000. Bahkan menurut dosen saya (hasil search beliau), nomor telpon perbankan dan instansi lainnya memiliki digit awal yang sama dengan nilai rupiah sekarang. Apakah itu keren yang menjadi tren atau hanya kebetulan saja?
Menanggapi hal itu, saya sebagai warga Indonesia yang berada di Kalimantan selatan ini berharap agar pemerintah pusat hingga pemerintah daerah segera menangani hal ini. Sebab jika masalah ini berlarut-larut maka akan terjadi peningkatan harga barang, pun kalau turun harganya kemungkinan hanya secuil.
Selanjutnya, berilah kesempatan untul para petani dan peternak. Bahkan, kalau perlu mereka diberi modal bukan uang namun bibit sayur atau buah untuk petani sedangkan peternak diberi hewannya tentunya dengan pertimbangan alokasi yang memadai. Setidaknya, jika ada 20 juta petani dan 10 juta peternak di Indonesia maka 30 juta keluarga telah terselamatkan dari pengangguran. Tentunya tak lepas bimbingan dari menteri/dinas pertanian. Sehingga kesediaan pangan pun terpenuhi dan tak perlu impor. Nanti akan menimbulkan kesenjangan ekonomi khususnya negara kita. Buktinya, lihat harga rupiah terhadap dollar sekarang!
Jangan dikira warga pedalaman tak paham apalagi ketinggalan berita seperti ini wahai pejabatku :)
Jangan dikira kami hanya berdagang, berkebun, beternak dalam usaha kami untuk mencari sesuap nasi (memikirkan keluarga sendiri), namun kami juga memikirkan kesejahteraan bersama yang hingga sekarang masih berupa lirik lagu yang belum dinyanyikan.
Kami doakan, semoga presiden dan pejabatku yang lain bisa menyelesaikan masalah ini. Aamiin
Mari, diminum lagi capcinnya :)
Ditulis qabla azan zuhur di Barabai, Kalimantan Selatan