Rabu, 28 Oktober 2015

Hari Sumpah Pemuda Diwarnai Pengangguran di Indonesia

Selamat Hari Sumpah Pemuda!
Setiap akun medsos mengucapkan itu semua. Seperti kebanggan tersendiri bisa menampilkan slogan atau simbolis lainnya. Namun kebanggan tersebut tak berbanding lurus dengan keadaan ekonomi tahun 2015. Apa buktinya tak berbanding lurus?
Buktinya bisa dilihat dari data BPS (Badan Pusat Statistik) menyebutkan bahwa Angkatan kerja Indonesia pada Februari 2015 sebanyak 128,3 juta orang, bertambah sebanyak 6,4 juta orang dibanding Agustus 2014 atau bertambah sebanyak 3,0 juta orang dibanding Februari 2014. Sedikit sekali, setahun hanya 3 juta orang.
Selanjutnya, penduduk bekerja pada Februari 2015 sebanyak 120,8 juta orang, bertambah 6,2 juta orang dibanding keadaan Agustus 2014 atau bertambah 2,7 juta orang dibanding keadaan Februari 2014. Tuh, malah belum terserap 3 juta orang.
Kemudian, ketika melihat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Februari 2015 sebesar 5,81 persen menurun dibanding TPT Agustus 2014 (5,94 persen), dan meningkat dibandingkan TPT Februari 2014 (5,70 persen). Itu artinya sobat, sebanyak 0,11 persen terjadinya peningkatan pengangguran di Indonesia.
Selama setahun terakhir (Februari 2014–Februari 2015) kenaikan penyerapan tenaga kerja terjadi terutama di Sektor Industri sebanyak 1,0 juta orang (6,43 persen), Sektor Jasa Kemasyarakatan sebanyak 930 ribu orang (5,03 persen), dan Sektor Perdagangan sebanyak 840 ribu orang (3,25 persen). 
Penduduk bekerja di atas 35 jam per minggu (pekerja penuh) pada Februari 2015 sebanyak 85,2 juta orang (70,48 persen), sedangkan penduduk yang bekerja kurang dari 15 jam per minggu sebanyak 7,5 juta orang (6,24 persen). 
Pada Februari 2015, penduduk bekerja masih didominasi oleh mereka yang berpendidikan SD ke bawah sebesar 45,19 persen, sementara penduduk bekerja dengan pendidikan SARJANA ke atas hanya sebesar 8,29 persen. Nah, jelaskan data BPS Indonesia?
Jadi, sebenarnya apakah lapangan kerja yang semakin sedikit atau malah pola pikir penduduknya yang hanya berharap lowongan kerja. Suata hari saya pernah mendengar dari teman saya tentang pekerjaannya, berikut curhatannya, "Sebenarnya enak banget dapat gaji tetap. Namun, setiap briefing nama kami dihina jika penjualan kami tidak mencapai 100-150 juta. Di luar saat bekerja, saya pun merasa pahitnya jika penjualan kami tak laku atau sedikit karena pasti kami akan dihina, dimaki dan dimarahi. Bahkan saya pernah dikejar anjing saat memasarkan. Sekali lagi ini terpaksa, padahal tidak semua pelanggan ingin terus membeli", kata teman saya.
Di hari sumpah pemuda ini, semoga yang jadi direktor terbuka hatinya tuk selalu menganggap bawahannya berkualitas. Yang bawahan tetap sabar. Dan presiden beserta pejabatnya, segera membuka lowongan kerja atau kesempatan berkarir atau pendanaan usaha nonbunga agar pengusaha menengah/kecil tetap tersenyum di hari sumpah pemuda ini. Salam Indonesia, Sumpah Pemuda!

Minggu, 25 Oktober 2015

E-Book Remaja "Goresan Mimpi Bercahaya" (PROMO)

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa menelurkan karya kecil yang insya Allah akan memotivasi sahabat remaja semua. 
Karya kali ini bentuknya ebook, sehingga memudahkan sahabat semua membacanya. Jadi, kalau lagi bingung atau bimbang tinggal buka saja hpnya. Buku ini siap menemanimu setiap saat. Praktis! 
Ayo, sahabatku...! Segera isi harimu dengan indah dan tentunya bersama buku motivasi "Goresan Mimpi Bercahaya" biar cita-citamu makin mantap dan mudah diraih.
Just 25K (promo), berlaku 1 minggu (26 Oktober 2015 - 02 November 2015).
Tertarik? Miliki ebooknya via wa 085391988033 (laila).

Selasa, 20 Oktober 2015

Dibalik Pesan Tanggal 26 Januari 2015

Asap kali ini menyesakkan dadaku. Syukurku masih terlintas di bibir menyebut asmaNya.
Ya, mesti dan harus begitu. Syukur!. Walau jujur, saya merasa sedih. Entah kenapa? Saat buka inbox by gmail dan saya scroll ke bawah, masih tersimpan untuh pesan tanggal 26 Januari 2015. 
Padahal isinya adalah doa terbaik untukku di masa depan. Secara waktu, saya bisa melupakan bahkan mengikhlaskannya. Saya mendapatkan pesan itu karena sebelumnya saya beranikan diri mengirimkan kado milad yang terselip surat kecil dan otomatis harus siap dengan konsekuensinya. Ya, saya berniat berumahtangga dengannya. Hasilnya? Dia belum siap dan mendoakan saya agar dapat yang terbaik.
Memalukan memang saat itu, tapi untuk pertama kalinya saya tersadar bahwa saya bukan jodohnya. Tak terasa, airmata ini selalu menetes. Bukan karena dilukai oleh cinta tapi sadar bahwa ridhaNya lah yang harus digapai.
Saya menyukainya semenjak masuk kuliah, tapi dia tahu setelah saya dan dia telah lulus. Ya, kami tak bertemu lagi.
Murabbi saya pun selalu mendukung saya saat down. Jujur, saya tak berani bercerita kepada orangtua untuk hal ini.
Ternyata mencari sosok pendamping bukan dilihat dari seberapa tahu kita tentang orang itu tapi seberapa bisa kita memahaminya. Hingga saat ini, sekarang musim asap di lingkungan sini dan saya sampai diare dan muntah.
Biasanya jika saya sakit, saya sering merasa sedih kenapa laki-laki yang saya idamkan tidak ada di samping. Aneh memang, seperti kisahnya Laila Majnun. Di sana saya intropeksi kembali, saya akui bahwa memang saya tak memiliki badan yang tinggi dan langsing apalagi wajah rupawan. Jauh sekali, saya hanya anak banjar yang dulunya merantau menuntut ilmu ke Depok yang dulunya diresmikan oleh Pak Heryawan.
Sekarang, saya hanya berharap kepada Allah agar dipertemukan dengan yang diridhaiNya sesuai doanya dalam surat tersebut. Entah dengannya atau dengan yang lain. Yang jelas saya akan menyambutnya dengan suka cita dan haru bahagia. Doakan ya, sobatku ^_^

Selasa, 13 Oktober 2015

Bulan Muharram, Ngapain Yah?

Muharram tiba, apakah sobatku sudah baca doa sebelum dan sesudah akhir tahun? Semoga sudah ya. Mudah-mudahan kita semua dilindungi Allah swt dari pengaruh setan. Dan semoga tergerak hati kita (aku dan sobat) makin rajin berbuat baik. Aamiin...
Em, mungkin ada yang bertanya.
"Boleh gak ya puasa awal muharram?"
Jawabannya boleh sobat, karena bulan muharram adalah bulan kedua yang disukai/malah dianjurkan berpuasa setelah bulan ramadhan. Sebulan penuh di bulan Muharram malah bagus lagi, asalkan kalau sudah azan maghrib maka cepatlah berbuka. Jangan sampai dijadikan ajanh so-soan ya (saya nih paling kuat mpe seminggu belum buka, ampun deh). :)
Sekarang niat puasa untuk puasa 9, 10 dan 11 Muharram apa ya? 
Oke, kita simak bersama yuk sobat niatnya dengan baik di bawah ini sobat.. ^_^
Niat Puasa Tasu’a
ىهشف
Dibaca: Nawaitu shouma ghodin min yaumi tasuu’aa-in sunnatan liLlaahi ta’aalaa.
Artinya: Aku niat berpuasa sunnah esok hari di hari tasu’a karena Allah Ta’ala.

Apabila baru ingat untuk melaksanakan puasa tasu’a pada pagi harinya, maka lafazh “ghodin”-nya tidak perlu dibaca.

Niat Puasa 10 Muharram
ىهشف

Dibaca: Nawaitu shouma ghodin min yaumi ‘asyuuroo-a sunnatan liLlaahi ta’aalaa.
Artinya: Aku niat berpuasa sunnah esok hari di hari ‘asyuro’ karena Allah Ta’ala.

Niat Puasa 11 Muharram

ىهشف
Dibaca: Nawaitu shouma ghodin min yaumi ahada ‘asyara-al muharromu sunnatan liLlaahi Ta’aalaa. 
Artinya: Aku niat berpuasa sunnah esok hari di hari kesebelas Muharram karena Allah Ta’aalaa.

Bulan Muharram masih termasuk daripada bulan-bulan haram yang mana ketika itu pahala-pahala akan dilipat gandakan. Tidak mengherankan apabila Nabi SAW sendiri mengatakan dalam hadits shahih bahwa puasa yang paling utama setelah puasa wajib di bulan Ramadhan adalah puasa sunnah di bulan Muharram.

Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasululloh SAW bersabda, “Puasa yang paling utama sesudah puasa bulan Ramadan ialah puasa di bulan Muharram”. (HR Muslim no. 1163)

Semoga kita bisa berpuasa dan memperbaiki diri agar semakin lebih tawadhu dan istiqamah di jalanNya. Amin ya Rabbal 'Alamin. 
Jadi kita tak bingung lagi, apa yang seharusnya diamalkan pada bulan muharram. Hayya, fastabiqul khairat ☆☆☆

Minggu, 11 Oktober 2015

Harapku Dalam Doa

Malam menjelma menjadi rumah sepi bagiku di saat kurasa tak sanggup lagi menghadapi masalah bertubi. Saat shalat, aku hanya bisa menangis lirih tanpa suara. Doaku hanya satu, membahagiakan orangtua. Memang tak bisa instan untuk mendapatkannya. Misalnya memperoleh pekerjaan yang sesuai dan dari sana bisa memberangkatkan ortuku ke Mekkah. Kemudian, ingin sekali memberikan cucu kepada orangtua. Namun, ikhwannya belum ada. 
Masalah ini, sebenarnya sangat risih ditulis di sini tapi semoga menjadi penerang bagi pembaca (terutama aku, penulisnya). Dulu aku pernah menyukai seseorang dan sempat diuruskan oleh kaka murabbi. Sayangnya, belum ada sinyal kesiapan pada ikhwan tersebut. Masih belum percaya. Hingga akhirnya aku putuskan mengirim surat terkait keseriusan pribadi kepadanya, ternyata kesiapannya masih diragukan. Ini terjadi 8 bulan yang lalu.
Setelah 2 bulan dari kejadian sebelumnya, datanglah proposal taaruf dan pada nyatanya kami belum berjodoh. Hingga saat ini, aku belum bisa menemukan sosok yang diinginkan, pun ada tentu secara lahir tak mampu.
Inilah salah satu permasalahan yg sering kuselipkan dalam doa hingga membuatku tak sadar bahwa telah menangis. Pikir positifku berkata, ini kesempatan agar lebih membantu ortu. Bisa saja kelak tak bisa membantu setelah menikah disebabkan waktu maupun jarak.