Selasa, 20 Oktober 2015

Dibalik Pesan Tanggal 26 Januari 2015

Asap kali ini menyesakkan dadaku. Syukurku masih terlintas di bibir menyebut asmaNya.
Ya, mesti dan harus begitu. Syukur!. Walau jujur, saya merasa sedih. Entah kenapa? Saat buka inbox by gmail dan saya scroll ke bawah, masih tersimpan untuh pesan tanggal 26 Januari 2015. 
Padahal isinya adalah doa terbaik untukku di masa depan. Secara waktu, saya bisa melupakan bahkan mengikhlaskannya. Saya mendapatkan pesan itu karena sebelumnya saya beranikan diri mengirimkan kado milad yang terselip surat kecil dan otomatis harus siap dengan konsekuensinya. Ya, saya berniat berumahtangga dengannya. Hasilnya? Dia belum siap dan mendoakan saya agar dapat yang terbaik.
Memalukan memang saat itu, tapi untuk pertama kalinya saya tersadar bahwa saya bukan jodohnya. Tak terasa, airmata ini selalu menetes. Bukan karena dilukai oleh cinta tapi sadar bahwa ridhaNya lah yang harus digapai.
Saya menyukainya semenjak masuk kuliah, tapi dia tahu setelah saya dan dia telah lulus. Ya, kami tak bertemu lagi.
Murabbi saya pun selalu mendukung saya saat down. Jujur, saya tak berani bercerita kepada orangtua untuk hal ini.
Ternyata mencari sosok pendamping bukan dilihat dari seberapa tahu kita tentang orang itu tapi seberapa bisa kita memahaminya. Hingga saat ini, sekarang musim asap di lingkungan sini dan saya sampai diare dan muntah.
Biasanya jika saya sakit, saya sering merasa sedih kenapa laki-laki yang saya idamkan tidak ada di samping. Aneh memang, seperti kisahnya Laila Majnun. Di sana saya intropeksi kembali, saya akui bahwa memang saya tak memiliki badan yang tinggi dan langsing apalagi wajah rupawan. Jauh sekali, saya hanya anak banjar yang dulunya merantau menuntut ilmu ke Depok yang dulunya diresmikan oleh Pak Heryawan.
Sekarang, saya hanya berharap kepada Allah agar dipertemukan dengan yang diridhaiNya sesuai doanya dalam surat tersebut. Entah dengannya atau dengan yang lain. Yang jelas saya akan menyambutnya dengan suka cita dan haru bahagia. Doakan ya, sobatku ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar