Selasa, 29 Maret 2016

Awali Basmalah dan Akhiri Hamdalah

Assalamu'alaikum sahabat yang dirahmati Allah swt.
Pagi ini begitu hening, membuat saya berfikir hal apa saja yang bermanfaat dilakukan kemarin?
Rasanya diri ini sangat banyak sekali kekurangan. Namun lantunan tahmid insya Allah senantiasa dihanturkan.
Setelah beberapa moment yang telah saya lalui, membuat banyak sekali ibrah yang saya pikir inilah jawaban Allah.
Sahabatku, pernahkah kita lupa ucapkan basmalah saat memulai sesuatu dan hamdalah ketika selesai?
Mungkin sepele.
Namun efeknya sangat besar.
Kenapa diawali basmalah? Karena semuanya milik Allah. Bisa jadi apa yang kita butuhkan tidak diberi karena hal ini. Misalnya, mau berangkat bekerja. Tiba-tiba diangkot ada yang copet uang kita walhasil kita pun tidak bisa bayar. Namun dengan keyakinan sambil lantunkan basmalah, basmalah..
Ternyata ada yang mau bayarin biaya teransportasi kita. 
Ingat ya sahabatku, di sini kita selain berterimakasih ke si penolong tadi. Ucapkan hamdalah. Karena Allah selalu menolong kita walaupun melalui orang tersebut.
Apa hikmahnya dari cerita tersebut?
Hikmahnya adalah ingat Allah dalam kondisi apapun. Baik lapang maupun sedih/terhimpit.
Selanjutnya, bersyukur bukan nyawa kita yang jadi taruhannya. Lalu bersabar, diselingi doa yang tak pernah putus sehingga Allah ridha.
Semoga bermanfaat dan apa yang dihajatkan kita semua terkabul. Aamiin ya Rabbal 'alamin ^_^

Jumat, 18 Maret 2016

Keluarga Yang Dirindukan Allah

Assalamu'alaikum, sahabatku :)
Malam jumat setelah ngahfi, bagusnya ngapain ya?
Langsung tidur?
Chattingan?
Atau ngumpul keluarga?
Apapun itu semoga mendapatkan kebaikan dan ridhaNya. Aamiin.

Sekedar berbagi ya, ini khusus untuk muslimah atau ibu-ibu yang sudah berkeluarga. Yang belum, masih bisa diterapkan poin-poinnya kepada abah, mama, kaka, adik atau kakek nenek kita. Iya kita, masa kamu aja :)

Fastabiqul khairat! Yup, kan yang beramal kita jadi kalau mau dapat hasil panen harus ditanam atau dibiasakan dalam keseharian (negur pribadi juga ini).

Malam jumat ini, saya akan meringkas beberapa poin agar keluarga kita samara dan dirindukan Allah swt. Simak ya:
1. Luruskan niat. Seberapa besar langkah kita. Kalau niatnya bukan karena Allah. Nanti berasa berat, terpaksa dan lain-lain.

2. Cari sahabat yang bisa menegur kalau kita lupa atau salah tujuan apalagi niat. Em.. ada ga ya? Insya Allah ada (ini ceritanya yg belum nikah). Bagi yang sudah menikah tentu istri/suami yang berperan aktif bagai radar untuk saling menjaga. Hal ini bisa dilakukan saat sharing bada shubuh atau isya. 

3. Rumus "saling". Tentu dalam hal ini dalam kebaikan dan agama tentunya. Misal mau shalat di masjid sang ayah tapi saat itu hujan. Nah, kita sebagai anak. Sebaiknya dukung dengan memberikan payung atau jas hujan agar bisa shalat di masjid. Bukan sebaliknya, malah bilang "Ayah, jangan ke masjid nanti sakit/kehujanan atau alasan lain". Jadi saling dukung, nasehati, tolong-menolong dan saling kasib hadiah supaya makin syukur punya keluarga seperti itu.

4. Pilih lingkungan dekat dengan masjid/pengajian. Bayangin sahabatku, pilih mana? Tinggal di Eropa tapi kerjanya jual bir, penghasilan besar namun sangat jauh dengan pemukiman muslin, masjid/ pengajian atau di Indonesia jualan gorengan tapi dekat dengan masjid, pengajian, bahkan bisa menghafal quran malamnya dan jika di kubur pasti tak jauh dari situ. Tentu mudah mengubur dan menziarahinya di kuburan muslimin.

5. Evaluasi bersama. Jika ada permasalahan silahkan evaluasi bersama. Saling memberikan solusi terbaik. Dan memahami pemikiran masing-masing. Jadi tak perlu saling mengasingkan diri. :)

6. Pahami karakter masing-masing. Perempuan cenderung pada perasaan. Sedangkan laki-laki lebih ke logika. Contohnya, jika ke pasar sang ayah ingin beli baju dan sudah cocok warnanya seperti itu namun tidak ada ukuran XL, maka ayah tersebut bilang "ya sudah nanti aja" (sederhana, jika tak ada nanyi saja).
Beda kalau mama, nemu tapi ga ada ukuran L. Beliau bilang, "kenapa ga ada? Coba cek lagi mungkin terselip di bawah atau ada di gudang?"
Bener ga perempuan? Di sini contoh ya pakai ayah atau mama.
Logika laki-laki untuk mencari solusi sedangkan perasaan perempuan bermanfaat untuk lebih bisa menyayangi ortu, memperhatikan adiknya, menyayangi suami dan anaknya. Makanya Allah menciptakan keduanya memiliki karakter yang berbeda agar saling menasehati, menutupi kekurangan yang ada sehingga menjadi sempurna. Masya Allah :)

Demikian poin atau langkah menuju keluarga yang SAMARA hingga ke jannahNya. Afwan jika ada salah kata atau menyinggung sahabat blogger semua. Ini semata hanya teguran untuk pribadi. Semoga bermanfaat :)

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tertanda Laila Martasari

Senin, 22 Februari 2016

Berharap Menikah di Bulan Rajab Tahun Ini

Assalamu'alaikum sahabatku. Pagi ini sangat segar ya? Alhamdulillah bisa diberi kesempatan lagi untuk menikmati umur, iman dan bermuhasabah agar diri ini selalu menjadi pribadi yang lebih baik.

Bagaimana caranya, insya Allah dengan selalu rutin membaca yang bermanfaat, mendekati sahabat yang dekat dengan khazanah keislaman, ikut pengajian dan menikah.

Berharap bisa menikah di bulan rajab atau syaban. Tentu dengan persiapan yang terencana dan riil. Bukan hanya sebatas angan.

Besar pula citaku segera menikah karena saya ingat ibadah orang yang telah menikah 2 rakaat lebih besar 70x lipat dibanding orang yang masih membujang.

Ya Allah semoga hamba diberikan kesempatan untuk ridha yang tiada tara itu salah satunya dengan menikah dengan ikhwan yang memilihku karena Allah SWT. Semoga hamba tetap istiqamah sampai ajal menjemput. Keturunan kami shaleh dan shalehah. Mampu menjadi ortu yang siaga dan tauladan. Dimudahkan prosesnya, disegerakan hal yang baik tersebut. Aamiin

Itulah doa yang selalu saya sematkan, jika melihat hari demi hari terlewati. 

Duhai Calon Imamku, jemputlah diri ini dengan penuh kerelaan dan ridha karena Allah. Jaga dan bimbinglah diri ini agar kita bersama ke jannahNya.

Ikatlah di Rajab ini niat tulusmu karena Allah kepadaku.

Sahabatku, doakan ya. Semoga sahabatku juga disegerakan. Aamin

Minggu, 14 Februari 2016

Berkah

Assalamu 'alaikum sahabatku. Semoga urusannya semua lancar ya. Em, hari ini saya akan membahas terkait kata "Berkah". 
Ya, kata BERKAH sepertinya tak asing lagi bagi sahabat yang sering mengucapkannya. Biasanya diucapkan ketika menggadapi ujian, kegiatan yang spesial atau yang sakral seperti pernikahan. 
Secara bahasa keberkahan diartikan an-namaa (tumbuh atau berkembang), secara istilah keberkahan adalah bertambah kemanfaatan, jadi belum tentu banyak, tumbuh dan berkembang selalu berkah. Bagaimana contohnya?
Seperti contohnya Qorun punya banyak harta bahkan kunci hartanyapun harus beberapa orang yang memegang dan sampai detik ini para milyader belum ada yg bisa menandingi kemewahan Qorun, apakah berkah seperti makna bahasa bertambah, belum tentu ? Contoh lain adalah Fir'aun adalah raja yang punya banyak pasukan dan kerajaan yg luar biasa, apakah bisa disebut berkah ? Belum tentu.
Indonesia punya banyak sumber daya alam baik sumber daya alam tambang, lautan yg luas, daratan yg luas dan lahan pertanian serta perkebunan yg banyak apakah berkah ? Belum tentu, jadi apakah keberkahan itu ?
Tentu, sahabat sudah mulai bisa mencerna apa itu berkah.
Kadang ketika kita makan dan masih ada sisa. Pasti ditegur untuk menghabiskannya. Biar berkahnya dapat dan siapa tau ada diakhir. 
Loh kok bahas makanan. Jadi jika kita tahu dan sadar di situ ada berkahnya. Jangan-jangan lama mikir. Yang ada diambil orang berkahnya.
Rezeki insya Allah sudah diatur, masalah diambil orang berarti belum rezeki.
Bagaimana dengan jodoh kak? Ops, ada adik yang nanya begitu. Walau saya belum berkeluarga, saya berusaha menjawabnya.
Masalah jodoh, memang sudah ada yang ngatur. Tinggal kita mau ikhtiar tidaknya. Jalannya yang benar atau menyimpang. Jika belum ada, segera perbaiki diri. Karena orang baik bukanlah dari awal merasa baik saja namun selalu memperbaiki diri sehingga tidak sombong.
Beda versinya jika sudah ada yang "klik" dalam artian sudah taaruf tinggal menunggu dikhitbah dan akad. Maka tidak salahnya saling menjaga, mendoakan dan tetap menjaga jarak. Namun disarankan jarak antara taaruf hingga akad nikah jangan terlalu lama. Karena kondisi iman siapa tau. Keadaan hati siapa yang tau. Semoga Allah selalu menjaga hambaNya yang selalu niat menjaga iffahnya. Aamiin.
Lebih cepat, lebih bagus. Bukankah kita sadar dan tahu bahwa ada keberkahan dalam hubungan yang halal karena Allah.
Banyak memang orang yang berdalihkan biaya yang kurang siap, restu ortu, maupun alasan lainnya. Semoga hal itu tak menyurutkan niat baik tersebut. Agar selalu terlimpahkan berkah dariNya.
Demikian pembahasan tentang berkah, yuk segera. Fastabiqul khairat!
Semoga bermanfaat yaa tulisan sederhana ini.
Wassalamu'alaikum. ^_^

Senin, 25 Januari 2016

Annadzafatul Minal Iman

Assalamu'alaikum sahabatku yang saya rindukan, bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu ya. Aamiin..

Bagaimana di suasana di tempat kalian, apakah hujan atau sangat panas? Di daerah saya sangat panas, kemarin sempat hujan. 

Sahabatku, pernah gak terpikirkan kalau di siang hari panas terus tanpa ada hujan? Tentu keadaan tubuh kita sangat drop, ditambah sumur maupun sawah menjadi kekeringan. Namun tanpa ada panas atau cahaya matahari maka baju yang dijemur tak akan kering, ikan asin bakal masih basah, kerupuk menjadi gagal gurih dan benda lainnya yang harus dikeringkan. Menjadi gapro. Gagal produksi. Gak maukan?

Selain pentingnya cuaca panas, bagi ibu rumah tangga, air itu juga sangat penting. Di samping untuk makan dan minum, air pun digunakan untuk mencuci pakaian, piring atau kalau bagi bapak-bapak penting untuk mencari nafkah dan jika di masa libur mencuci kendaraan adalah hal yang wajib dilakukan. Hm.. good job Pak. :)

Kembali ke topik para muslimah ya. Coba kalau seandainya baju kita tidak dicuci, tentu pakaian jadi bau, piring jadi kotor dan kalau ga mandi tubuh kita bakal bau dan kuman penyakit pun segera menghampiri. Jangan sampai ya.. Allahumma 'afinaa..

Masya Allah, berarti kita harus mensyukuri adanya kondisi panas dan hujan agar kebersihan tetap terjaga.

Jika kebersihan bisa terjaga berarti secara tidak langsung kita sebagai umat Islam menerapkan hadits tentang annadzafatul minal iman yang artinya kebersihan itu adalah sebagian dari iman. 

Next, andaikan tiap keluarga menerapkan bersih-bersih di rumah pada hari jumat maka kita pun terhindar dari penyakit terlebih banjir yang sekarang masih berlangganan di daerah kita. Trus hari minggunya kita bisa weekend ke pantai. Bagi daerahnya yang dekat dengan pantai ya..

So, yuk kita jaga kebersihan :)


Sabtu, 09 Januari 2016

Assalamualaikum Barabai

Tengah terik siang yang menunjukkan waktu zuhur di kota apam dan iwak pakasam ini mulai terdengar dari satu masjid ke masjid yang lain.

Tak ada yang berbeda dari tiap harinya. Namun saat mendengarnya hembusan udara sangat segar. Masya Allah, sangat mengademkan.

Ditambah hiasan taman kota di seberang jalan aspal sana tetumbuhan bunga dan tanaman hias makin kehijauan. Rasanya tak ada nikmat yang tersiakan. Alhamdulillah wa syukurillah.

Ya, hari ini adalah hari sabtu. Tadi pagi saya bersama adik Ridha dan sepupunya bernama Azkia berangkat ke tempat penjualan binatang. Em.. di tempat kami tidak ada kebun binatang yang masuknya harus berbayarkan tiket. Sedih? Tidak kawan. Dengan adanya perniagaan seperti itu kami juga tau harganya jika ingin memilikinya. 

Saya sangat terkejut karena tidak biasanya ada binatang kadal berwarna hijau dan panjangnya sekitar 30 cm. Kemudian monyet coklat dan hitam. Adapula burung kakak tua dan camar. Bahkan ada juga yang jual kucing anggora, ayam ketawa, tupai, jangkrik, ular kecil dan musang. Serta tak lupa pula kelinci imut juga kami sapa "Hi".

Subhanallah, anugerahNya tak terkira. Walau tak ada Ragunan di sini namun kami masih bisa melihat beragam binatang. 

Lalu bagaimana suasana kotamu kawan? Saya nyaman tinggal di kota Barabai yang berbasis desa. Lebih bisa mentafakuri apa yang ada bukan yang tiada. ^_^

Sekian.
See you.
Assalamualaikum Barabai