Tengah terik siang yang menunjukkan waktu zuhur di kota apam dan iwak pakasam ini mulai terdengar dari satu masjid ke masjid yang lain.
Tak ada yang berbeda dari tiap harinya. Namun saat mendengarnya hembusan udara sangat segar. Masya Allah, sangat mengademkan.
Ditambah hiasan taman kota di seberang jalan aspal sana tetumbuhan bunga dan tanaman hias makin kehijauan. Rasanya tak ada nikmat yang tersiakan. Alhamdulillah wa syukurillah.
Ya, hari ini adalah hari sabtu. Tadi pagi saya bersama adik Ridha dan sepupunya bernama Azkia berangkat ke tempat penjualan binatang. Em.. di tempat kami tidak ada kebun binatang yang masuknya harus berbayarkan tiket. Sedih? Tidak kawan. Dengan adanya perniagaan seperti itu kami juga tau harganya jika ingin memilikinya.
Saya sangat terkejut karena tidak biasanya ada binatang kadal berwarna hijau dan panjangnya sekitar 30 cm. Kemudian monyet coklat dan hitam. Adapula burung kakak tua dan camar. Bahkan ada juga yang jual kucing anggora, ayam ketawa, tupai, jangkrik, ular kecil dan musang. Serta tak lupa pula kelinci imut juga kami sapa "Hi".
Subhanallah, anugerahNya tak terkira. Walau tak ada Ragunan di sini namun kami masih bisa melihat beragam binatang.
Lalu bagaimana suasana kotamu kawan? Saya nyaman tinggal di kota Barabai yang berbasis desa. Lebih bisa mentafakuri apa yang ada bukan yang tiada. ^_^
Sekian.
See you.
Assalamualaikum Barabai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar