Assalamu 'alaikum sahabatku. Semoga urusannya semua lancar ya. Em, hari ini saya akan membahas terkait kata "Berkah".
Ya, kata BERKAH sepertinya tak asing lagi bagi sahabat yang sering mengucapkannya. Biasanya diucapkan ketika menggadapi ujian, kegiatan yang spesial atau yang sakral seperti pernikahan.
Secara bahasa keberkahan diartikan an-namaa (tumbuh atau berkembang), secara istilah keberkahan adalah bertambah kemanfaatan, jadi belum tentu banyak, tumbuh dan berkembang selalu berkah. Bagaimana contohnya?
Seperti contohnya Qorun punya banyak harta bahkan kunci hartanyapun harus beberapa orang yang memegang dan sampai detik ini para milyader belum ada yg bisa menandingi kemewahan Qorun, apakah berkah seperti makna bahasa bertambah, belum tentu ? Contoh lain adalah Fir'aun adalah raja yang punya banyak pasukan dan kerajaan yg luar biasa, apakah bisa disebut berkah ? Belum tentu.
Indonesia punya banyak sumber daya alam baik sumber daya alam tambang, lautan yg luas, daratan yg luas dan lahan pertanian serta perkebunan yg banyak apakah berkah ? Belum tentu, jadi apakah keberkahan itu ?
Tentu, sahabat sudah mulai bisa mencerna apa itu berkah.
Kadang ketika kita makan dan masih ada sisa. Pasti ditegur untuk menghabiskannya. Biar berkahnya dapat dan siapa tau ada diakhir.
Loh kok bahas makanan. Jadi jika kita tahu dan sadar di situ ada berkahnya. Jangan-jangan lama mikir. Yang ada diambil orang berkahnya.
Rezeki insya Allah sudah diatur, masalah diambil orang berarti belum rezeki.
Bagaimana dengan jodoh kak? Ops, ada adik yang nanya begitu. Walau saya belum berkeluarga, saya berusaha menjawabnya.
Masalah jodoh, memang sudah ada yang ngatur. Tinggal kita mau ikhtiar tidaknya. Jalannya yang benar atau menyimpang. Jika belum ada, segera perbaiki diri. Karena orang baik bukanlah dari awal merasa baik saja namun selalu memperbaiki diri sehingga tidak sombong.
Beda versinya jika sudah ada yang "klik" dalam artian sudah taaruf tinggal menunggu dikhitbah dan akad. Maka tidak salahnya saling menjaga, mendoakan dan tetap menjaga jarak. Namun disarankan jarak antara taaruf hingga akad nikah jangan terlalu lama. Karena kondisi iman siapa tau. Keadaan hati siapa yang tau. Semoga Allah selalu menjaga hambaNya yang selalu niat menjaga iffahnya. Aamiin.
Lebih cepat, lebih bagus. Bukankah kita sadar dan tahu bahwa ada keberkahan dalam hubungan yang halal karena Allah.
Banyak memang orang yang berdalihkan biaya yang kurang siap, restu ortu, maupun alasan lainnya. Semoga hal itu tak menyurutkan niat baik tersebut. Agar selalu terlimpahkan berkah dariNya.
Demikian pembahasan tentang berkah, yuk segera. Fastabiqul khairat!
Semoga bermanfaat yaa tulisan sederhana ini.
Wassalamu'alaikum. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar