Jumat, 18 Maret 2016

Keluarga Yang Dirindukan Allah

Assalamu'alaikum, sahabatku :)
Malam jumat setelah ngahfi, bagusnya ngapain ya?
Langsung tidur?
Chattingan?
Atau ngumpul keluarga?
Apapun itu semoga mendapatkan kebaikan dan ridhaNya. Aamiin.

Sekedar berbagi ya, ini khusus untuk muslimah atau ibu-ibu yang sudah berkeluarga. Yang belum, masih bisa diterapkan poin-poinnya kepada abah, mama, kaka, adik atau kakek nenek kita. Iya kita, masa kamu aja :)

Fastabiqul khairat! Yup, kan yang beramal kita jadi kalau mau dapat hasil panen harus ditanam atau dibiasakan dalam keseharian (negur pribadi juga ini).

Malam jumat ini, saya akan meringkas beberapa poin agar keluarga kita samara dan dirindukan Allah swt. Simak ya:
1. Luruskan niat. Seberapa besar langkah kita. Kalau niatnya bukan karena Allah. Nanti berasa berat, terpaksa dan lain-lain.

2. Cari sahabat yang bisa menegur kalau kita lupa atau salah tujuan apalagi niat. Em.. ada ga ya? Insya Allah ada (ini ceritanya yg belum nikah). Bagi yang sudah menikah tentu istri/suami yang berperan aktif bagai radar untuk saling menjaga. Hal ini bisa dilakukan saat sharing bada shubuh atau isya. 

3. Rumus "saling". Tentu dalam hal ini dalam kebaikan dan agama tentunya. Misal mau shalat di masjid sang ayah tapi saat itu hujan. Nah, kita sebagai anak. Sebaiknya dukung dengan memberikan payung atau jas hujan agar bisa shalat di masjid. Bukan sebaliknya, malah bilang "Ayah, jangan ke masjid nanti sakit/kehujanan atau alasan lain". Jadi saling dukung, nasehati, tolong-menolong dan saling kasib hadiah supaya makin syukur punya keluarga seperti itu.

4. Pilih lingkungan dekat dengan masjid/pengajian. Bayangin sahabatku, pilih mana? Tinggal di Eropa tapi kerjanya jual bir, penghasilan besar namun sangat jauh dengan pemukiman muslin, masjid/ pengajian atau di Indonesia jualan gorengan tapi dekat dengan masjid, pengajian, bahkan bisa menghafal quran malamnya dan jika di kubur pasti tak jauh dari situ. Tentu mudah mengubur dan menziarahinya di kuburan muslimin.

5. Evaluasi bersama. Jika ada permasalahan silahkan evaluasi bersama. Saling memberikan solusi terbaik. Dan memahami pemikiran masing-masing. Jadi tak perlu saling mengasingkan diri. :)

6. Pahami karakter masing-masing. Perempuan cenderung pada perasaan. Sedangkan laki-laki lebih ke logika. Contohnya, jika ke pasar sang ayah ingin beli baju dan sudah cocok warnanya seperti itu namun tidak ada ukuran XL, maka ayah tersebut bilang "ya sudah nanti aja" (sederhana, jika tak ada nanyi saja).
Beda kalau mama, nemu tapi ga ada ukuran L. Beliau bilang, "kenapa ga ada? Coba cek lagi mungkin terselip di bawah atau ada di gudang?"
Bener ga perempuan? Di sini contoh ya pakai ayah atau mama.
Logika laki-laki untuk mencari solusi sedangkan perasaan perempuan bermanfaat untuk lebih bisa menyayangi ortu, memperhatikan adiknya, menyayangi suami dan anaknya. Makanya Allah menciptakan keduanya memiliki karakter yang berbeda agar saling menasehati, menutupi kekurangan yang ada sehingga menjadi sempurna. Masya Allah :)

Demikian poin atau langkah menuju keluarga yang SAMARA hingga ke jannahNya. Afwan jika ada salah kata atau menyinggung sahabat blogger semua. Ini semata hanya teguran untuk pribadi. Semoga bermanfaat :)

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tertanda Laila Martasari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar