Kamis, 08 November 2018

Pesan Untuk Sahabat Sesurga

Duhai saudaraku yang tercinta...
Tidurlah seperlunya..
Bekerjalah seperlunya...
Namun ukhuwah jangan terlupa...

Luruskanlah niat dengan benar adanya..
Tidak benar jika hidup seadanya...
Makan pun terlupa...
Minum mulai purna..

Manajemenlah waktu sebaiknya..
Berjuanglah dalam dakwah nyata..
Amanahlah pula dalam bekerja..
Ibadah pun perlu terjaga..

Perbaikilah kehidupan nyata..
Untuk ukhrawi yang bahagia..
Ajarkan agama kepada generasi kita..
Agar dekat dengan Allah dan Rasul-Nya..
Samawalah dalam berkeluarga...
Hingga gapai ridha-Nya

Barabai, 08 November 2018 💕
30 Rabiul Awal 1440 H

Jumat, 02 November 2018

Melepas Rindu Masjidil Al Aqsha Bersama Cheria Holiday

Assalamualaikum para pembaca yang senantiasa Allah ridhai dan dicintai-Nya. Bagaimana kabarnya? Semoga selalu bersyukur dan bersabar dalam segala hal ya. Walau misalnya kita dicuekin, dimarahi terus kehujanan pula. Nasib memang! Namun kita berbenah aja karena Allah. Insya Allah kita dapat kebaikan-kebaikan yang tak terduga. 😊

Bicara kehujanan. Oya, disini suasana nya gerimis. Tepatnya gerimis  di sore hari. Gerimis ini makin
menambah kesejukan tersendiri. Seiring air hujan yang turun, saya pun terpana dengan nikmatnya hujan dalam suasana 
pembukaan di lapangan hijau. Rangkaian acaranya dari membuat tenda, masak bersama tim, wide game, jerit malam, api unggun,
nontan bareng dan diakhiri dengan pembagian hadiah. Acaranya memang full, hal itu belum masak-masak, mandi dan siap-siap jelang kegiatan dimulai. Paling menarik menurut saya adalah kegiatan nonton bareng (walau ada yang ketiduran karena kelelahan). Kala itu saya nonton berdampingan dengan para siswa di depan (dekat layar)
Saat break mendampingi siswa, saya pun tertarik membuka media sosial terkait perkembangan masjid-masjid Islam. 

Mulai dari Timur Tengah, Eropa dan Asia. Menariknya dari berbagai negara, saya tertarik dengan Masjid Al Aqsa yang selalu diperebutkan. Masjid Al Aqsa yang sering disebut juga Baitul Maqdis adalah tanah suci yang mulia. Bukit bait adalah nama sebuah kompleks seluas 144.000 meter persegi yang berada di Kota Lama Yuressalem. Komplek ini menjadi tempat yang disucikan oleh umat Islam, Yahudi dan Kristen. Nah, dalam hal ini tempat tersebut sering dikelirukan dengan Jami' Al Aqsha atau Masjid Al Qibli. Jami Al Aqsha adalah masjid berkubah biru yang menjadi bagian dari kompleks Masjid  Al Aqsha sebelah selatan.


Menurut pandangan umat Islam, Masjid Al Aqsha adalah kiblat umat Islam generasi awal hingga tujuh belas bulan setelah hijrah sampai kemudian dialihkan ke Ka'bah di Masjidil Haram. Sedangkan menurut kepercayaan Yahudi, Masjid Al Aqsha dipercaya menjadi tempat berdirinya Bait Suci yang pertama dibangun oleh Sulaiman, periode kedua dihancurkan oleh Kekaisaran Romawi pada tahun 70 M hingga sejarah masa Shalahuddin Al Ayyubi mengambil alih kepemimpinan kompleks Masjidil Haram hatta tanpa gangguan Israel pada tahun 1967.

Semenjak itu, sahabat Al Aqsa, terutama Palestina dijarah, dibom, ditembak secara brutal oleh Israel. Padahal tanggal 10 Oktober 2016 lalu, dewan eksekutif UNESCO mengeluarkan resolusi seputar Kota Tua Al Quds. Di antara isi resolusi tersebut adalah penetapan bahwa Masjid Al Aqsha dengan segala peninggalan klasiknya, merupakan situs sejarah yang dikhususkan bagi peribadatan kaum muslimin. Selanjutnya, demi lebih meyakinkan bukan sekedar pernyataan saja, agar angin segar terasa untuk umat islam, khususnya para sahabat Al Aqsha maka pada penutupan Muktamar Menteri-Menteri Kebudayaan Islam (29/11/2018) di ibukota Bahrain, Manama ditetapkanlah dokumen rancangan program kerja untuk memperkuat dukungan Islam dan Internasional warisan budaya di Al Quds. Semoga Allah melindungi mereka. Aamiin

Sungguh penuh perjuangan untuk mempertahankan masjid Al Aqsha. Tidak sembarang orang bisa merebutnya dari tangan yang penuh dengan kerakusan duniawi sehingga ingin rasanya bertemu sahabat Al Aqsha, menghibur & mendengarkan cerita mereka secara langsung sekaligus menapaki jejak para Nabi dan Rasul disana. Menarik rasanya jika kita bisa berangkat ke Al Aqsha bersama keluarga tercinta, terlebih bersama Cheria Holiday. Disisi lain servicenya yang excellent, Cheria Holiday juga sering mengadakan kompetensi yang membahagiakan pembacanya. Salah satunya program menulis tentang jejak para Nabi di Al Aqsha, yang juga berkomitmen mengajak para pemenang dalam kompetensi tersebut ke Al Aqsha. Masya Allah 🙌

Dengan suasana hujan gerimis ini, semoga Allah mengabulkan doa-doa kita ya. baik yang tersurat maupun tersirat. Semoga pula, saya adalah salah satu peserta yang beruntung bisa berkunjung ke Al Aqsha secara gratis dan shalat berjamaah disana sembari melepas rindu dengan meresapi jejak para Nabi dan Rasul bersama Cheria Travel. Aamiin 

Selasa, 07 Agustus 2018

Syeikh Asal Dinanti di Hulu Sungai

Setiap hari minggu biasanya mngerjakan rutinitas rumah atau yang lain. Spesial hari Minggu ini, mengikuti Seminar Internasional "Indonesia Menghafal Al Qur'an". Begitu bersyukurnya bisa berkumpul dengan orang yang dirindukan sosoknya yaitu Syeikh Syamsul Fajri Al Banjari Al Azhar, Syeikh Asal Al Makki Al Banjari dan Ust Nor Hidayatullah.

Di Pendopo Bupati HST

Sosok pertama, beliau merupakan imam masjid Ar Rahman Kairo Mesir, Imam Mesjid Alice Spring Australia dan sebagai mahasiswa S2 jurusan Hadits Al Azhar Kairo.

Selanjutnya, sosok yang kedua merupakan Imam Mesjid Birrul Walidain Mekkah, Qari Masjidil Haram, Pengajar Al Qur'an untuk mahasiswa asing Fakultas Dakwah dan Ummul Qura University.

Untuk sosok yang ketiga, moderator. Beliau merupakan Dosen di UIN Semarang.

Tak lupa pula ada Mu'allim Saberan, Mu'allim Nasrullah, Mu'alli Ridho dan para ulama/usth yang lainnya. Semoga semuanya sehat, diberkahi hidupnya dan berkumpul kelak di Jannah-Nya. Aamiin ya Rabb...

Ada beberapa poin yang bisa diambil dalam seminar tersebut yaitu tips menghafal, pesan untuk para penghafal dan cara melatih suara.

Perlu diketahui bahwa Syeikh Samsul telah hafal Al Qur'an sejak umur 16 tahun dan Syeikh Asal ketika berumur 12 tahun. Terkait, tips menghafal dari Syeikh Asal dan Syeikh Samsul adalah...

1. Ketika menghafal niatkan karena Allah
2. Cari teman yang sholeh dan mau mendukung menghafal
3. Kuatkan azzam untuk menghafal dengan diiringi rasa sabar.
4. Pilih waktu yang pas untuk menghafal
5. Selalu menghadirkan dan mengingat kembali tentang fadhilah menghafal qur'an
6. Selalu muhasabah dan memberikan konsekuensi dengan tujuan supaya konsisten menghafal
7. Ketika sudah hafal, teruslah dimuraja'ah

Selanjutnya, pesan khusus untuk para penghafal :
1. Meyakinkan/memantapkan diri kembali bahwa niat menghafal karena mencari ridho Allah. Bukan karena harta, pangkatan, pujian atau demi merebut hati seseorang
2. Mengamalkan kandungan Al Qur'an agar diri terjaga dari segala keburukan dan berusaha memberikan tauladan terbaik.
3. Berusaha mengajarkan kepada yang lain. Jangan sampai pelit ilmu. Karena hafizh yang sebenarnya adalah tanpa diminta pun, tanpa dibayar pun tetap mengajarkan Al Qur'an.

Kemudian, untuk menjaga suara atau melatih suara yaitu dengan rajin meminum air hangat, madu, hindari minuman es dan yang bersoda, ungkap Kak Asal (read- Syeikh Asal). Selain itu, untuk mempermudah menghafal bisa diawali dengan 10 juz dari belakang baru disusul juz 1 hingga juz 20. Untuk anak-anak bisa disesuaikan dengan kegemaran anak namun tetap diarahkan dan dibimbing.
اللهم ارحمنا بالقران

Selanjutnya pada hari senin, berita yang sangat menyenangkan adalah dapat undangan di Pendopo Hulu Sungai Tengah. Alhamdulillah, bisa mendokumentasikan lebih banyak dan tentunya bakal bermanfaat bagi yang lain khususnya kepada siswa SMPIT Al Khair. Surprise nya lagi bisa berfoto bersama dengan Syeikh Asal dan sahabat lainnya. Afwan jaraknya dekat, karena kameramen (Ka Dayat) bilang "Ayo dekat, dekat lagi". Hampir jatuh sebenarnya, tapi harus seimbang karena di belakang tangga pudium. Sangat berharap beliau bertamu ke Al Khair, namun beliau sudah 7 lokasi di HST yang bakal dikunjungi. Insya Allah tahun depan, ungkap Syeikh Asal melalui Ka Dayat.
Mudahan bermanfaat, doakan ulun supaya dapat hafizh seperti ust Asal ☺

Rabu, 18 Juli 2018

Solusi Terbaik Membina Anak Menjadi Shaleh

Ketika di grup Legend Kots bahas reunian, khususnya yang masih dalam area Jabodetabek tetiba muncul artikel yang panjang banget. Menurutku biasa aja, ternyata hari ini saya mencoba membaca artikel tentang penghentian siklus anak nakal menjadi anak yang shaleh dan shalehah, disini pembahasannya sangat ringan sehingga saya pun merasamerasa beruntung memperoleh artikel ini. Tidak berpanjang lebar, yuk simak...

Saat ngopi bareng mas Dodik Mariyanto di teras belakang rumah, iseng-iseng saya buka ob  rolan dengan satu kalimat tanya:

"Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ya mas?"
Mas Dodik Mariyanto mengambil kertas dan spidol, kemudian membuat beberapa lingkaran-lingkaran.
"Wah suka banget, bakalan jadi obrolan berbobot nih", pikir saya ketika melihat kertas dan spidol di tangan mas Dodik.

Mas Dodik mulai menuliskan satu hadist:

*رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِد*ِ
_*“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”*_

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga.

Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga.

"Kamu pikirkan implikasi berikutnya dan cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola", tantang mas Dodik ke saya.
Waaah pak Dosen mulai menantang anak baik ya, suka saya.

Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya saya menemukan satu tulisan menarik yang ditulis oleh kakak kelas mas Dodik, yaitu mas Dr. Agus Purwanto DSc. di sana beliau menuliskan bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.

Akhirnya kami berdua mengolahnya kembali, membuatnya menjadi siklus anak baik (lihat gambar siklus 1) dan siklus anak nakal ( lihat siklus 2)

Siklus Anak Baik ( siklus 1)
_*Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik*_

Siklus Anak nakal ( siklus 2)
_*Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal*_

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ? ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUANYA.
Anak Nakal -> *ORANGTUA RIDHO* ->Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.

Berat? iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. Bagaimana caranya kita sebagai orangtua/guru bisa ridho ketika anak kita nakal?
ini kuncinya:
*َإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ“*

Bila kalian memaafkannya...menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).

Caranya orangtua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.

Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dengan pesan dari Umar bin Khattab:

Jika kalian melihat anakmu/anak didik mu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu/anak didikmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya.
*Umar Bin Khattab*

 saya dapat do'a seperti ini, artinya:

"Ya Allah, aku bersaksi bahwa aku ridho kepada anakku (dg menyebutkan nama anak) dg ridho yang paripurna, ridho yg sempurna dan ridho yg paling komplit. Maka turunkanlah ya Allah keridhoan-Mu kepadanya demi ridhoku kepadanya."

Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah anak belum tau.

Tidak ada anak nakal, yang ada hanyalah orang tua yang tak sabar.

Tak ada anak nakal, yang ada hanyalah pendidik yang terburu-buru melihat hasil

Semoga bermanfa'at
Barakallahu fiikum...
silahkan share jika bermanfaat...

Tulisan ini ditulis oleh ibu septi peni wulandani founder institut ibu profesional, istri dari bapak Dodik Mariyanto 

Dan versi lengkapnya bisa dicek ke web komunitas https://www.ibuprofesional.com

Demikian artikel terkait mengatasi anak nakal. Semoga bermanfaat. Aamiin 😊🌹

Senin, 16 Juli 2018

Mengatasi Anak Yang Tidak Suka Belajar

Terkadang kita sudah menyerah menghadapi anak yang super aktif tanpa mengasah kelebihan anak kita. Namun setelah membaca artikel ini saya merasa terharu dan tertarik berbagi kepada teman-teman semua bahwa anak kita penuh talenta. Berikut adalah artikel yang berjudul Belajar dari 'Anak Nakal' Bernama Zohril yang ditulis oleh : Mohammad Azhar *

Pencapaian gemilang Lalu Muhammad Zohri di nomor 100 meter, Kejuaraan Dunia Lari U20 di Finlandia mengingatkan kita tentang beberapa hal penting yang mungkin perlu kita luruskan kembali. Tentang sekolah dan pengajaran.

Salah satu fakta menarik yang saya catat dari Zohri adalah orang bisa dengan mudah terkecoh menafsirkan talenta seperti Zohri, sebagai anak nakal di sekolah.

Padahal, remaja seperti Zohri tidaklah nakal. Ia hanya tidak dilahirkan ke dunia untuk duduk lama di ruang kelas, sambil menyimak guru mengajar. Sudah terlalu lama sistim pengajaran yang kita terapkan di sekolah, justru menjadi semacam penjara bagi talenta-talenta yang tidak biasa.

Bagaimana mungkin, seseorang bisa duduk tenang di sekolah sementara di bawah sana, dua kakinya selalu berontak ingin berlari? Atau tangannya selalu ingin menggambar hingga buku tulis pelajaran penuh dengan coretan

Maka wajar jika Zohri sering bolos sekolah. Wajar pula jika nilai pelajarannya nol, seperti kata salah seorang rekan sekolahnya. Yang tidak wajar adalah, jika guru-guru sekolahnya menyerah menghadapi anak-anak seperti Zohri. Memvonisnya sebagai anak yang malas sekolah, supaya tidak repot mencari asal muasal kemalasannya.

Melihat fenomena yang demikian, kita memaklumi jika beberapa hari lalu Ibu Menteri Keuangan, Sri Mulyani sempat misuh-misuh melihat kinerja oknum guru yang sudah disejahterakan negara, tapi masih buruk kinerja mendidiknya.

Tapi, untungnya tidak semua guru demikian. Masih ada guru-guru seperti Ibu Rosidah, guru olahraga Zohri yang jeli melihat sisi lain kepribadiannya tersebut.

Oleh Ibu Rosidah, Zohri untuk pertama kalinya dipertemukan dengan dunianya. Ia dilatih dua pekan untuk mengikuti Kejurda atletik Remaja di Mataram tahun 2015. Dan benar saja, kalau kamu melatih citah berlari, ia akan segera mengantongi prestasi demi prestasi. Di debutnya itu, Zohri langsung memborong dua emas di nomor 100 meter dan 200 meter.

Zohri menjadi semacam eksperimentasi sukses tentang mengelola anak yang bermasalah dengan prestasi akademis. Mulai hari ini, para guru di sekolah yang menangani remaja nakal perlu mengeluarkan lebih banyak energi untuk mengetahui problematika individual anak didik.

Fenomena anak bolos sekolah, kini tidak boleh lagi ditafsirkan dalam batasan hitam putih. Sebab, pemicu bolos tidak selalu hitam putih. Ia bersifat kompleks. Bolos tidak selalu berarti nakal. Nilai jelek juga, tidak berarti anak itu pemalas. Karena bisa jadi nilai jelek ada disebabkan metode pengajaran guru yang masih lama.

Bolos bisa saja merepresentasikan teknik pemberontakan terselubung dari naluri dasar seorang peserta didik. Bolos ditempuh sebagai pelarian, karena sang anak gagal membaur dengan topik-topik yang memang tidak disenanginya. Tidak semua orang menyukai biologi, matematika, fisika atau kimia. 

Waktu SMA, saya punya beberapa teman yang hobi musik. Ketika bersama gitar,.atau habsyi mereka bisa berubah menjadi disiplin latihan, tekun belajar sekaligus kreatif mencipta. Tapi sekolah memaksa anak-anak dengan kecenderungan seperti ini menghabiskan banyak waktunya untuk belajar hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu mereka butuhkan.

Bagaimana mungkin seorang anak bisa bagus nilai biologinya, sementara di dalam kepalanya selalu terdengar lengkingan gitar Steve Vai?

Oya, sebagian kawan saya juga sangat menyukai sepak bola. Tapi, sistem pendidikan kita, memaksa mereka untuk menghabiskan berjam-jam dari masa produktif mereka untuk menekuni literatur-literatur yang jauh dari sepak bola.

Lalu, ketika Timnas U-19 Indonesia kemarin takluk dari Malaysia, kita kembali mengajukan pertanyaan klasik. Kenapa sih, dari 261 juta rakyat Indonesia, kita masih kesulitan mencari 11 pemain bola yang hebat?

Saya kira, salah satu jawabannya, karena tidak semua anak Indonesia yang berbakat main bola, berhasil menemukan sepak bola. Seperti halnya Zohri menemukan lari. (*)

* Warga NTB

#lalumuhammadzohri
#timnas
#sekolah

Semoga bermanfaat dan menjadi pembelajaran untuk kita sebagai orangtua, guru atau siapapun yang sekarang lagi berkecimpung mendidik anak. Ada beberapa yang diedit untuk menyesuaikan pengalaman saya juga. Mudah-mudahan dengan ikhtiar mendidik anak lebih baik lagi kita akan menuai hasilnya kelak di dunia maupun di akhirat. Aamiin...

Kamis, 12 Juli 2018

Membina Akhlak Anak Sejak Dini

Menikah dan dikarunia seorang anak adalah sebuah anugerah. Ditambah dengan akhlaknya yang luar biasa ke ayah bundanya. Bukankah ini yang diidamkan, namun pernahkah terpikirkan bahwa bagaimana mendidik anak. Mulai dari mana ? Berikut saya lampirkan artikel yang menarik yaitu terkait membina akhlak sejak kecil salah satunya dengan membimbing cara makannya dst. Amazingnya, dari hal kecil tersebutlah seorang anak akan terlatih hingga menjadi kebiasaan. Silahkan ditelaah teman-teman 😊

Dari Kitab minhajul qashidin
Oleh : Ustadz Budi Ashari 

-  Anak dijaga, diajari adab jgn biasa hidup mewah walaupun orangtuanya mampu

-  Jangan ajarkan cinta kesejahteraan, ajarkan hidup prihatin, karena kalau cinta kesejahteraan kelak ketika dewasa hidupnya habis memikirkan kesejahteraan yang selama ini dia rasakan 

- Mengawasi betul diawal usianya jangan sampai memakai jasa susuan kecuali oleh wanita sholehah taat agama dan makan makanan halal, sebab air susu yang berasal dari makanan haram tidak mendatangkan berkah

- Jika anak sudah mulai memasuki masa puber dan sifat yang menonjol adalah malu, maka itu tanda kecerdasan, kabar gembira akan sempurnanya akal, karena menunjukan kedewasaan akalnya setelah baligh nanti. Dan malu harus terus dilatih

- Ajari malu dengan adabnya, malu dengan lawan jenis, malu sehingga mau menutup auratnya. 

-  Ajari adab makan, jangan sampai anak rakus makan, karena syahwat terbesar adalah syahwat perut, dari syahwat perut turun ke syahwat kemaluan, dan karena hal ini pula menyebabkan Adam terusir dari surga ( Syahwat makan), banyak timbul penyakit lain semua karena kenyang. Puasa mematahkan syahwat perut

- Jika mulai muncul rakus makan pada anak segera ajari adab makan, karena yang rakus dengan makan mirip binatang. 

- Ajari sekali kali anak makan tanpa lauk

- Melarang anak bergaul dengan anak yang terbiasa hidup mewah

- Sibukkan dengan quran, hadist dan sejarah agar tertanam kecintaan pada orang sholeh, jika anak suka dengan syeikh Masjidil haram misalnya itu baik pertanda pendidikan yang diberi bagus, sebaliknya jika diajari quran tp idolanya artis sinetron itu pasti ada yang salah. 

- Jika anak mempunyai akhlak baik puji, harus dimuliakan, anak jangan ditekan

- Puji anak dihadapan orang lain

- Tapi kalau sekali waktu dia melanggar jangan disampaikan pada orang lain, lupakan kesalahannya, tidak ada orang sempurna.. Ibu bapanya juga tidak sempurna, tidak ada manusia sempurna 

- Jika kesalahan diulangi maka tegur tp rahasia

- Jangan sering sering menegur anak (kuping jika sering ditegur akan kebal) 

- Jika teguran sering diucapkan maka hilang wibawa orangtua 

- Takut takuti dengan bapaknya

- Latih jalan, lari gerak olahraga 

- Ajari sholat, perintah sholat jika sudah usia 7 tahun termasuk ajari thoharoh

- Tidak buang ingus atau meludah sembarangan

- Melarang anak tidur siang karena menyebabkan malas, dan mengharuskan tidur malam

- Anak diajari sederhana dalam masalah tempat tidur, contoh rosulullah tidur diatas tikar, supaya tubuh tegap kokoh

- Anak diajari tidak membanggakan harta orangtuanya

- Tidak menumpankan kaki ke kaki satunya

- Anak dibiasakan berbicara hanya jika ditanya 

- Diperbolehkan main jika pulang sekolah, agar dia istirahat dari kelelahan belajar 

- Biasakan anak taat pada guru dan orangtua 

-  Ajari makan itu sama dengan obat, tujuan makan untuk menguatkan badan untuk ibadah. 

- Ajari anak untuk selalu mengingat Allah dimanapun berada
Seperti kisahnya Muhammad bin Siwar. Suatu hari pamannya berkata : " Tidakkah engkau mengingat Allah yang telah menciptakan dirimu? 

" Bagaimana aku mengingatNya? " aku balik bertanya 

" Katakan didalam hatimu tiga kali tanpa menggerakkan lidah, "Allah besertaku. Allah melihatku. Allah menyaksikanku" 

Jila malam hari aku mengucapkan didalam hati seperti itu, hingga dapat mengenalNya. 
Lalu paman berkata lagi kepadaku, " Ucapkan yang seperti itu setiap malam sebelas kali" 

Maka kulakukan itu, sehingga dalam hatiku ada sesuatu yang terasa nikmat. 
Setahun kemudian paman berkata lagi, " Jaga apa yang sudah aku ajarkan dan terus laksanakan hingga engkau masuk ke liang kubur. 

Maka saran itu terus aku lakukan hingga benar-benar merasakan kenikmatan didalam batinku. Kemudian Paman berkata," Wahai Sahl, siapa yang Allah besertanya melihat dan menyaksikan dirinya maka mana mungkin dia akan mendurhakaiNya. 

Setelah itu aku melanjutkan perjalanan kesekolah untuk menghapal quran. Saat itu usiaku baru enam atau tujuh tahun. Setelah itu aku banyak puasa, makan hanya dengan roti dan setiap malam mendirikan sholat.

Noviani, Senin 19 Juni 2017

Bukit Hambalang

#copas dari grup Walimurid SMPIT Al Khair

Semoga bermanfaat ya teman-teman khususnya untuk anak-anak kita 😊

Kamis, 05 Juli 2018

Pola Asuh Anak Peter Pan And Cinderella Syndrome

Teman-teman yang lagi single atau yang sudah berkeluarga, pernah gak kepikiran tentang pola asuh anak kita sudah benar atau belum ? Alhamdulillah kemarin saya dapat artikel yang bagus tentang Asuh Ala Peter Pan And Cinderella.  Yuk simak ini yaa..

Menghindari perceraian dini karena Peter Pan Syndrome, Cinderella Complex dan Adversity Quotient Ditentukan Lewat Pola Asuh di Rumah....

Apa itu Peter pan dan Cinderella syndrome? Semua berawal dari kasih sayang orang tua dan over proteksi yg tidak pada tempatnya sejak dini, sehingga membunuh kemandirian anak dan membuat rendahnya Adversity Quotient (kemampuan untuk survive dalam menghadapi masalah kehidupan). Yg pada gilirannya akan mencetak laki2 dengan Peter Pan syndrome, yaitu yg tidak pernah dewasa. Atau anak perempuan dengan cinderella complex yg mengharap ‘prince charming’ datang utk menyelamatkan-nya, karena tak mampu menghadapi kesulitan hidup akibat terlalu dilindungi.

-Pernahkah anda menyuapkan makanan pada anak anda yg sudah SD karena kuatir dia sakit jika tidak makan ? 

- Atau pernahkah anda melihat anak SD berjalan melenggang sementara Ibu/pengasuhnya membawakan tas mereka.
- Atau jika anda ditelepon anak anda dari sekolah karena buku PRnya ketinggalan, apakah anda akan ter-gopoh2 datang ke sekolah utk mengantarkan-nya, alih2 menyuruhnya pulang atau membiarkannya disetrap karena kelalaian. 
- Apakah anda membuka satu per satu buku anak untuk mencari PRnya, kemudian mengoreksi PR dengan tangan anda bahkan menolong membuatkan supaya nilainya bagus. 
Jika ketiga hal di atas terjadi pada anda, maka waspadalah anda sedang menjerumuskan karakter diri anak anda. Kasih sayang yg anda berikan akan merusak kemampuannya untuk survive di masa depan.

Ciri2 anak dengan Peter Pan Syndrome adalah mereka terbiasa hidup nyaman tanpa beban tanggung jawab, tidak suka bekerja keras, kegiatannya banyak main2, tidak pernah punya tanggung jawab, tidak bisa mandiri/dewasa, tidak berani mengambil keputusan dan menanggung resiko, kurang percaya diri, enggan hidup sendiri karena mengalami ketergantungan pada orang lain.

Pada anak-anak dengan pola asuh yg potensial menimbulkan Peter pan syndrome biasanya cenderung : Suka menentang, pemberontak, susah punya komitmen, pemarah (marah jika kemauannya tidak terpenuhi), tidak bisa menerima kritikan, mudah sakit hati, terlalu cinta pada diri sendiri, senang memanipulasi dan menolak hubungan dengan lawan jenis. Akibatnya mereka punya masalah tidak tahan terhadap invasi kekuasaan dari lingkungan, mereka tidak mampu berpikir tentang dirinya dan apalagi menangani problem yg menimpa. Karena sejak kecil semua masalahnya diatasi bunda, ayah atau pengasuhnya.

Cinderella komplex biasanya menimpa anak wanita yg selalu dilindungi atau yg hidupnya dalam keadaan tertekan. Ia mengharap ada figur yag dapat menyelamatkannya di setiap masalah yg dihadapi. Tanpa berusaha untuk berjuang dengan mengerahkan segenap kemampuan.

Dengan pola asuh salah orang tua potensial membentuk karakter laki2 dengan ciri Peter Pan akibat dimanja dan dibela setiap melakukan kesalahan, dilindungi dan dituruti keinginannya. Sementara anak perempuan dengan ciri Cinderella tidak dididik untuk menerima kenyataan hidup dan diberi banyak mimpi tentang kisah happy ending tanpa tahu bahwa happy ending adalah reward dari a long and winding journey of struggling in life.

Kedua karakter ini di masa depan akan mengkontribusi dunia dengan generasi yg memiliki AQ (Adversity Quotient) yg sangat rendah. Apabila keduanya bertemu dan menikah besar kemungkinan perceraianlah yg terjadi atau never have happy ending.

Karena mereka tidak memiliki cukup AQ untuk mengupayakan kehidupan yg lebih baik. AQ adalah kecerdasan untuk bertahan dan mengatasi setiap kesulitan hidup lewat perjuangan. Dengan AQ ditentukan kadar kemampuan orang mengatasi kemelut tanpa menjadi putus asa.

Akhir2 ini, setelah gencar ESQ ditingkatkan, sebagai cara melejitkan prestasi anak di masa depan lewat potensi spiritual. AQ muncul sebagai jawaban atas sedihnya hidup orang2 yg secara karier dan materi sukses, tapi tidak dapat meraih kebahagian akibat rendahnya AQ. Terutama dalam membina hubungan dalam rumah tangga.

AQ adalah indikator untuk melihat :
1. Kemampuan bertahan dalam setiap penderitaan dan tahu cara mengatasi situasi yg membuat penderitaan.
2. Keterampilan untuk menerima & menyelesaikan setiap tantangan.
3. Ilmu tentang ketabahan manusia (Human Resillience)

Perusahaan maju mulai melihat indikator di atas sebagai patokan dalam merekrut karyawan baru. Selain IQ, EQ dan ESQ.

Untuk memberikan gambaran AQ ini, Stoltz meminjam terminologi para pendaki gunung. Stoltz membagi para pendaki gunung menjadi tiga jenis :

1. Quitter (Mudah menyerah). Para quitter adalah para pekerja yg sekadar untuk bertahan hidup). Mereka ini gampang putus asa dan menyerah di tengah jalan saat menerima tantangan.

2. Camper (Berkemah di tengah perjalanan). Para camper lebih baik, karena biasanya mereka berani melakukan pekerjaan yg berisiko, tetapi tetap mengambil risiko yg terukur dan aman. “Ngapain capek-capek” atau “segini juga udah cukup” adalah moto para campers. Orang2 ini se-kurang2nya sudah merasakan tantangan, dan selangkah lebih maju dari para quitters. Sayangnya banyak potensi diri yg tidak teraktualisasikan, dan yg jelas pendakian itu sebenarnya belum selesai.

3. Climber (pendaki yg mencapai puncak). Para climber, yakni mereka, yg dengan segala keberaniannya menghadapi risiko, akan menuntaskan pekerjaannya. Mereka mampu menikmati proses menuju keberhasilan, walau mereka tahu bahwa akan banyak rintangan dan kesulitan yg menghadang. Namun, dibalik kesulitan itu ia akan mendapatkan banyak kemudahan. "Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”

Dalam konteks ini, para climber dianggap memiliki AQ tinggi. Dengan kata lain, AQ membedakan antara para climber, camper, dan quitter. AQ ternyata bukan sekadar anugerah yg bersifat given. AQ ternyata bisa dipelajari. Dengan latihan2 tertentu, setiap orang bisa diberi pelatihan untuk meningkatkan level AQ-nya. Tetepi hasil terhebat akan diperoleh jika kita mampu menginstal AQ ini dalam diri putra-putri kita.

Untuk menghasilkan anak dengan ketangguhan seorang Climber yg memiliki AQ tinggi, kita harus memperhatikan 9 aspek perkembangan : Fisik dan kesehatan, daya tahan mental, kestabilan emosi, kemampuan sosial, keimanan dan ibadah kepada Tuhan, keterampilan dan seksualitas yg normal.

So, Smart Parents mau dibawa ke mana pola asuh yg anda terapkan di rumah sepenuhnya adalah hak anda. Tetapi untuk menjadikan anak yg tangguh perlu banyak belajar, usaha dan sabar. Sebelum bicara tentang AQ untuk anak kita, mari berkaca dan meyakini sudah sejauh mana kita sendiri mengembangkan AQ diri kita, dan berusaha meningkatkannya. Serta jangan lupa, dibalik keberhasilan atau belum kita mendidik anak tentu ada Yang Maha Pencipta yang berkehendak disana. Sehingga perlu juga kita mendoakan anak kita di sela-sela sujud terakhir kita.

Semoga bermanfaat. 
Be Positive and Get Smarter everyday !.....
♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻♻

Singellillah

Kini sudah menjelang beakhir bulan syawal tahun ini. Memang tidak sebanyak yang dulu pertanyaan "kapan menikah". Saya ingat dulu berniat menikah pada saat berumur 21 tahun. Sekarang saya sudah 25 tahun. Niat untuk menggenapkan diin itu masih ada. Tapi saya bercermin diri apakah saya cocok dengan ikhwan itu.h

Akhir-akhir ini saya kagum dengan seseorang imam di salah satu masjidil haram, beliau asli kalimantan. Hari ini dia sudah di Jakarta, begitu informasi yang beredar di medsos dan sebentar lagi mendarat di kampungnya Hulu Sungai ....

Maaf saya tidak sebut nama. Khawatir para fansnya marah kepada saya. Berharap bisa bertemu. Masalah berjodoh atau tidak, biarkan Allah yang berkehendak. Saya cuma menjalankan apa yang terbaik bagiNya dan mengurangi fitnah karena terlalu lama singel. Singellillah.. 😄

Singgelillah terinspirasi dari Ka Anandito Dwis


Selasa, 03 Juli 2018

Workshop Eduprenuer Untuk Pembelajaran Lebih Mudah

Pada hari sabtu-selasa, 30 Juni 2018 - 03 Juli 2018 diadakan Workshop Edupreneur di Aula Dinas Pendidikan Kab. Hulu Sungai Tengah. Bapak Taufik Rahman yang secara langsung mengkordinir acara tersebut. Tak lupa, pemateri kali ini adalah Bapak Niko Perdana Putra. Beliau selain aktif di kepemerintahan, juga aktif sebagai CEO kamikamu.


Selain itu, acara ini juga dibuka secara resmi oleh Ibu ..... selaku pengawas SD se-HST. Dalam sambutan, beliau berharap agar seluruh peserta nantinya bisa menghasilkan karya dan bisa mengoptimalkan pembelajaran namun menyenangkan.


Dalam acara ini membuat websiteblog dan aplikasi android berbasis HTML, membuat aplikasi edukasi android berbasis HTML5 dan membuat/ monetisasi video pembelajaran.



Alhamdulillah pada sore minggu saya sudah bisa buat aplikasi sendiri, karena penasaran sehingga rela sore-sore pulang. Walaupun terkendala software yang kurang mendukung, alhamdulillah bisa menggunakan laptop Pak Taufik.

Namun besok seninnya, alhamdulillah sudah bisa generate aplikasi sendiri setelah membuat dan mengatur blog. Bukan sekedar buat blog namun juga diajarin cara membuat aplikasi, dan isinya adalah blog kita. Senang banget :)

    

   

Semoga ke depannya bisa menghasilkan karya yang lebih bermanfaat lagi dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Aamiin....See you :)

Senin, 23 April 2018

Islam Sangat Memuliakan Perempuan


Diinul Islam sebagai rahmatal lil’alamin, menghapus seluruh bentuk kezhaliman-kezhaliman yang menimpa kaum wanita dan mengangkat derajatnya sebagai martabat manusiawi (Chamidi & Al Mahdi, 2011, hlm. 19). Timbangan kemulian dan ketinggian martabat di sisi Allah swt adalah takwa, sebagaimana yang terkandung dalam Q.S Al Hujurat: 33). Lebih dari itu Allah swt menegaskan dalam firman-Nya yang lain :

“Barangsiapa yang mengerjakan amalan shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan kami beri balasan pula kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl: 97)

Menurut ajaran Islam:
1)    Kedudukan perempuan sama dengan laki-laki dalam pandangan Allah (QS Al-Ahzab:35, Muhammad:19). Persamaan ini jelas dalam kesempatan beriman, beramal saleh atau beribadah (shalat, zakat, berpuasa, berhaji) dan sebagainya.

2) Kedudukan perempuan sama dengan laki-laki dalam berusaha untuk memperoleh, memiliki, menyerahkan atau membelanjakan harta kekayaannya (QS An-Nisa:4 dan 32).

3)  Kedudukan perempuan sama dengan laki-laki untuk menjadi ahli waris dan memperoleh warisan, sesuai pembagian yang ditentukan (QS An-Nisa:7).

4)  Kedudukan perempuan sama dengan laki-laki dalam memperoleh pendidikan dan ilmu pengetahuan: "Mencari/menuntut ilmu pengetahuan adalah kewajiban muslim pria dan wanita" (Hadits).

5) Kedudukan perempuan sama dengan laki-laki dalam kesempatan untuk memutuskan ikatan perkawinan, kalau syarat untuk memutuskan ikatan perkawinan itu terpenuhi atau sebab tertentu yang dibenarkan ajaran agama, misalnya melalui lembaga fasakh dan khulu', seperti suaminya zhalim, tidak memberi nafkah, gila, berpenyakit yang mengakibatkan suami tidak dapat memenuhi kewajibannya dan lain-lain.

6) Perempuan adalah pasangan laki-laki, hubungan keduanya adalah kemitraan, kebersamaan dan saling ketergantungan (QS An-Nisa:1, At-Taubah:71, Ar-Ruum:21, Al-Hujurat:13). QS Al-Baqarah:2 menyimbolkan hubungan saling ketergantungan itu dengan istilah pakaian; "Wanita adalah pakaian pria, dan pria adalah pakaian wanita".

7)    Kedudukan perempuan sama dengan laki-laki untuk memperoleh pahala (kebaikan bagi dirinya sendiri), karena melakukan amal saleh dan beribadah di dunia (QS Ali Imran:195, An-Nisa:124, At-Taubah:72 dan Al-Mu'min:40). Amal saleh di sini maksudnya adalah segala perbuatan baik yang diperintahkan agama, bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, lingkungan hidup dan diridhai Allah SWT.

8) Hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki, dalam hal tertentu sama (QS Al-Baqarah:228, At-Taubah:71) dan dalam hal lain berbeda karena kodrat mereka yang sama dan berbeda pula (QS Al-Baqarah:228, An-Nisa:11 dan 43). Kodratnya yang menimbulkan peran dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki, maka dalam kehidupan sehari-hari misalnya sebagai suami-isteri, fungsi keduanya pun berbeda. Suami (laki-laki) menjadi penanggungjawab dan kepala keluarga, sementara isteri (perempuan) menjadi penanggungjawab dan kepala rumahtangga.

Berdasarkan pemaparan kedudukan perempuan sebelum dan sesudah datangnya Islam. Kemudian didukung dengan Islam yang memuliakan martabat perempuan. Alhamdulillah jadi semakin semangat untuk menggapai cita dan berhijrah lebih baik lagi. Betul apa bener teman-teman...?

     Semoga bermanfaat...

Senin, 16 April 2018

Pra-Islam Terhadap Perempuan


Sekitar akhir tahun 2016, saya diikutsertakan dalam lomba MTQ bidang Makalah Al Qur'an (red-menggunakan mesin ketik). Alhamdulillah saat itu, saya meraih juara harapan 1 se-Kalimantan Selatan.  Banyak pengalaman, sahabat, wawasan yang bertambah saat menyelami tema perempuan dalam Islam tersebut. Hingga saya pun merasa sangat diperlakukan istimewa sebagai perempuan. Bak permaisuri yang ditemani bidadari-bidadari nan canti jelita.

Penelusuran dari berbagai sumber buku dan media saya coba lakukan. Proses yang saya lakukan tersebut membuat airmata dan hati ikut tersentuh karena membaca fakta sejarah terkait perlakuan perempuan tempo dulu (red-berabad-abad yang lalu). Berikut gambaran

Menurut Jawad (dalam Syafaah, 2011, hlm. 12) sejarah peradaban manusia mencatat bahwa kedudukan wanita, sebelum datangnya Islam, sangat mengkhawatirkan, mereka tidak dipandang sebagai manusia yang pantas dihargai. Bahkan wanita tidak lebih dipandang sebagai makhluk pembawa sial dan memalukan serta tidak mempunyai hak untuk diposisikan di tempat yang terhormat di masyarakat. Praktek yang inhuman ini tercatat berlangsung lama dalam sejarah peradaban masyarakat terdahulu.

Daerah India, kepatuhan merupakan prinsip yang paling utama. Siang dan malam perempuan harus dijaga dan tergantung kepada penjaganya. Peraturan hak waris merupakan bagian keturunan laki-laki, dimana hubungan darah melalui laki-laki dan mengabaikan perempuan. Kemudian pada daerah Athena, perempuan Athena selalu berada diposisi yang lebih rendah (minor), tunduk terhadap laki-laki (ayah),saudara laki-laki atau keluarga laki-laki.

Selanjutnya perempuan Rowami digambarkan oleh para sejarahwan sebagai, bayi perempuan, makhluk rendah, anak kecil, seseorang yang tidak mampu berbuat atau melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya, seseorang yang terus-menerus berada dalam penjagaan dan pengawasan suaminya. Jika menikah, dirinya dan hartanya berpindah tangan dalam kekuasaan suaminya. Seorang isteri merupakan harta yang dapat diperjualbelikan bagi suaminya, dan layaknya budak hanya dibutuhkan untuk keuntungannya (suami). Perempuan tidak dapat bekerja di sektor publik, tidak dapat menjadi saksi, penjamin, pengajar, kurator, dia tidak dapat mengadopsi atau diadopsi, membuat surat wasiat atau kontrak.


Dalam tradisi Arab, kondisi perempuan menjelang datangnya Islam bahkan lebih memprihatinkan. 
Perempuan di masa jahiliyah dipaksa untuk selalu taat kepada kepala suku atau suami. Perempuan dipandang seperti binatang ternak yang bisa di kontrol, dijual atau bahkan diwariskan. Arab jahiliyah terkenal dengan tradisi mengubur bayi perempuan hidup-hidup dengan alasan hanya akan menyusahkan keluarga dan mudah ditangkap musuh yang pada akhirnya harus ditebus. 

Dalam dunia Arab jahiliyah juga dikenal tradisi tidak adanya batasan laki-laki mempunyai isteri. Kepala suku berlomba-lomba mempunyai isteri sebanyak-banyaknya untuk memudahkan membangun hubungan famili dengan suku lain. Ali Asghar Engineer (1992) dalam Syafaah (2011) mencatat kebiasaan kepala suku untuk mempunyai tujuh puluh sampai sembilan puluh isteri. Budaya barbar penguburan hidup-hidup bayi perempuan dan tidak adanya batasan mempunyai isteri dilarang ketika Islam datang, dan ini bagi Engineer adalah salah satu prestasi luar biasa peningkatan status perempuan dalam Islam.

Tradisi lain yang berkembang di masyarakat jahiliyyah sebelum Islam datang adalah adanya tiga bentuk pernikahan yang jelas-jelas mendiskreditkan perempuanPertama adalah nikah al-dayzan, dalam tradisi ini jika suami seorang perempuan meninggal, maka anak laki-laki tertuanya berhak untuk menikahi ibunya. Jika sang anak berkeinginan untuk menikahinya, maka sang anak cukup melemparkan sehelai kain kepada ibunya dan secara otomatis dia mewarisi ibunya sebagai isteri. Kedua, zawj al-balad, yaitu dua orang suami sepakat untuk saling menukar isteri tanpa perlu adanya mahar. Ketiga adalah zawaj al istibda. Dalam hal ini seorang suami bisa dengan paksa menyuruh isterinya untuk tidur dengan lelaki lain sampai hamil dan setelah hamil sang isteri dipaksa untuk kembali lagi kepada suami semula. Dengan tradisi ini diharapkan sepasang suami isteri memperoleh “bibit unggul” dari orang lain yang dipandang mempunyai kelebihan.

Berdasarkan pemaparan terkait bentuk-bentuk tradisi masyarakat pra-Islam terhadap perempuan diatas bisa diasumsikan bahwa perempuan sebelum Islam sangat dipandang rendah dan tidak dianggap sebagai manusia, perempuan lebih dipandang sebagai barang seperti harta benda yang lainnya. Dengan asumsi ini perempuan dengan mudah akan melihat bagaimana Islam memposisikan perempuan dan mencoba menghapus tradisi jahiliyah tersebut (lihat dipostingan berikut yaa.....).

So, tetaplah istiqamah sembari memohon kepada Allah agar kita bisa memberikan manfaat lebih untuk sahabat kita di luar sana. Agar ketika seorang perempuan berazzam (bertekad) untuk hijrah dan berubah TAK RAGU. Malah tambah yakin karena Allah melalui kita..

Semoga bermanfaat...