Senin, 23 April 2018

Islam Sangat Memuliakan Perempuan


Diinul Islam sebagai rahmatal lil’alamin, menghapus seluruh bentuk kezhaliman-kezhaliman yang menimpa kaum wanita dan mengangkat derajatnya sebagai martabat manusiawi (Chamidi & Al Mahdi, 2011, hlm. 19). Timbangan kemulian dan ketinggian martabat di sisi Allah swt adalah takwa, sebagaimana yang terkandung dalam Q.S Al Hujurat: 33). Lebih dari itu Allah swt menegaskan dalam firman-Nya yang lain :

“Barangsiapa yang mengerjakan amalan shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan kami beri balasan pula kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl: 97)

Menurut ajaran Islam:
1)    Kedudukan perempuan sama dengan laki-laki dalam pandangan Allah (QS Al-Ahzab:35, Muhammad:19). Persamaan ini jelas dalam kesempatan beriman, beramal saleh atau beribadah (shalat, zakat, berpuasa, berhaji) dan sebagainya.

2) Kedudukan perempuan sama dengan laki-laki dalam berusaha untuk memperoleh, memiliki, menyerahkan atau membelanjakan harta kekayaannya (QS An-Nisa:4 dan 32).

3)  Kedudukan perempuan sama dengan laki-laki untuk menjadi ahli waris dan memperoleh warisan, sesuai pembagian yang ditentukan (QS An-Nisa:7).

4)  Kedudukan perempuan sama dengan laki-laki dalam memperoleh pendidikan dan ilmu pengetahuan: "Mencari/menuntut ilmu pengetahuan adalah kewajiban muslim pria dan wanita" (Hadits).

5) Kedudukan perempuan sama dengan laki-laki dalam kesempatan untuk memutuskan ikatan perkawinan, kalau syarat untuk memutuskan ikatan perkawinan itu terpenuhi atau sebab tertentu yang dibenarkan ajaran agama, misalnya melalui lembaga fasakh dan khulu', seperti suaminya zhalim, tidak memberi nafkah, gila, berpenyakit yang mengakibatkan suami tidak dapat memenuhi kewajibannya dan lain-lain.

6) Perempuan adalah pasangan laki-laki, hubungan keduanya adalah kemitraan, kebersamaan dan saling ketergantungan (QS An-Nisa:1, At-Taubah:71, Ar-Ruum:21, Al-Hujurat:13). QS Al-Baqarah:2 menyimbolkan hubungan saling ketergantungan itu dengan istilah pakaian; "Wanita adalah pakaian pria, dan pria adalah pakaian wanita".

7)    Kedudukan perempuan sama dengan laki-laki untuk memperoleh pahala (kebaikan bagi dirinya sendiri), karena melakukan amal saleh dan beribadah di dunia (QS Ali Imran:195, An-Nisa:124, At-Taubah:72 dan Al-Mu'min:40). Amal saleh di sini maksudnya adalah segala perbuatan baik yang diperintahkan agama, bermanfaat bagi diri sendiri, masyarakat, lingkungan hidup dan diridhai Allah SWT.

8) Hak dan kewajiban perempuan dan laki-laki, dalam hal tertentu sama (QS Al-Baqarah:228, At-Taubah:71) dan dalam hal lain berbeda karena kodrat mereka yang sama dan berbeda pula (QS Al-Baqarah:228, An-Nisa:11 dan 43). Kodratnya yang menimbulkan peran dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki, maka dalam kehidupan sehari-hari misalnya sebagai suami-isteri, fungsi keduanya pun berbeda. Suami (laki-laki) menjadi penanggungjawab dan kepala keluarga, sementara isteri (perempuan) menjadi penanggungjawab dan kepala rumahtangga.

Berdasarkan pemaparan kedudukan perempuan sebelum dan sesudah datangnya Islam. Kemudian didukung dengan Islam yang memuliakan martabat perempuan. Alhamdulillah jadi semakin semangat untuk menggapai cita dan berhijrah lebih baik lagi. Betul apa bener teman-teman...?

     Semoga bermanfaat...

Senin, 16 April 2018

Pra-Islam Terhadap Perempuan


Sekitar akhir tahun 2016, saya diikutsertakan dalam lomba MTQ bidang Makalah Al Qur'an (red-menggunakan mesin ketik). Alhamdulillah saat itu, saya meraih juara harapan 1 se-Kalimantan Selatan.  Banyak pengalaman, sahabat, wawasan yang bertambah saat menyelami tema perempuan dalam Islam tersebut. Hingga saya pun merasa sangat diperlakukan istimewa sebagai perempuan. Bak permaisuri yang ditemani bidadari-bidadari nan canti jelita.

Penelusuran dari berbagai sumber buku dan media saya coba lakukan. Proses yang saya lakukan tersebut membuat airmata dan hati ikut tersentuh karena membaca fakta sejarah terkait perlakuan perempuan tempo dulu (red-berabad-abad yang lalu). Berikut gambaran

Menurut Jawad (dalam Syafaah, 2011, hlm. 12) sejarah peradaban manusia mencatat bahwa kedudukan wanita, sebelum datangnya Islam, sangat mengkhawatirkan, mereka tidak dipandang sebagai manusia yang pantas dihargai. Bahkan wanita tidak lebih dipandang sebagai makhluk pembawa sial dan memalukan serta tidak mempunyai hak untuk diposisikan di tempat yang terhormat di masyarakat. Praktek yang inhuman ini tercatat berlangsung lama dalam sejarah peradaban masyarakat terdahulu.

Daerah India, kepatuhan merupakan prinsip yang paling utama. Siang dan malam perempuan harus dijaga dan tergantung kepada penjaganya. Peraturan hak waris merupakan bagian keturunan laki-laki, dimana hubungan darah melalui laki-laki dan mengabaikan perempuan. Kemudian pada daerah Athena, perempuan Athena selalu berada diposisi yang lebih rendah (minor), tunduk terhadap laki-laki (ayah),saudara laki-laki atau keluarga laki-laki.

Selanjutnya perempuan Rowami digambarkan oleh para sejarahwan sebagai, bayi perempuan, makhluk rendah, anak kecil, seseorang yang tidak mampu berbuat atau melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya, seseorang yang terus-menerus berada dalam penjagaan dan pengawasan suaminya. Jika menikah, dirinya dan hartanya berpindah tangan dalam kekuasaan suaminya. Seorang isteri merupakan harta yang dapat diperjualbelikan bagi suaminya, dan layaknya budak hanya dibutuhkan untuk keuntungannya (suami). Perempuan tidak dapat bekerja di sektor publik, tidak dapat menjadi saksi, penjamin, pengajar, kurator, dia tidak dapat mengadopsi atau diadopsi, membuat surat wasiat atau kontrak.


Dalam tradisi Arab, kondisi perempuan menjelang datangnya Islam bahkan lebih memprihatinkan. 
Perempuan di masa jahiliyah dipaksa untuk selalu taat kepada kepala suku atau suami. Perempuan dipandang seperti binatang ternak yang bisa di kontrol, dijual atau bahkan diwariskan. Arab jahiliyah terkenal dengan tradisi mengubur bayi perempuan hidup-hidup dengan alasan hanya akan menyusahkan keluarga dan mudah ditangkap musuh yang pada akhirnya harus ditebus. 

Dalam dunia Arab jahiliyah juga dikenal tradisi tidak adanya batasan laki-laki mempunyai isteri. Kepala suku berlomba-lomba mempunyai isteri sebanyak-banyaknya untuk memudahkan membangun hubungan famili dengan suku lain. Ali Asghar Engineer (1992) dalam Syafaah (2011) mencatat kebiasaan kepala suku untuk mempunyai tujuh puluh sampai sembilan puluh isteri. Budaya barbar penguburan hidup-hidup bayi perempuan dan tidak adanya batasan mempunyai isteri dilarang ketika Islam datang, dan ini bagi Engineer adalah salah satu prestasi luar biasa peningkatan status perempuan dalam Islam.

Tradisi lain yang berkembang di masyarakat jahiliyyah sebelum Islam datang adalah adanya tiga bentuk pernikahan yang jelas-jelas mendiskreditkan perempuanPertama adalah nikah al-dayzan, dalam tradisi ini jika suami seorang perempuan meninggal, maka anak laki-laki tertuanya berhak untuk menikahi ibunya. Jika sang anak berkeinginan untuk menikahinya, maka sang anak cukup melemparkan sehelai kain kepada ibunya dan secara otomatis dia mewarisi ibunya sebagai isteri. Kedua, zawj al-balad, yaitu dua orang suami sepakat untuk saling menukar isteri tanpa perlu adanya mahar. Ketiga adalah zawaj al istibda. Dalam hal ini seorang suami bisa dengan paksa menyuruh isterinya untuk tidur dengan lelaki lain sampai hamil dan setelah hamil sang isteri dipaksa untuk kembali lagi kepada suami semula. Dengan tradisi ini diharapkan sepasang suami isteri memperoleh “bibit unggul” dari orang lain yang dipandang mempunyai kelebihan.

Berdasarkan pemaparan terkait bentuk-bentuk tradisi masyarakat pra-Islam terhadap perempuan diatas bisa diasumsikan bahwa perempuan sebelum Islam sangat dipandang rendah dan tidak dianggap sebagai manusia, perempuan lebih dipandang sebagai barang seperti harta benda yang lainnya. Dengan asumsi ini perempuan dengan mudah akan melihat bagaimana Islam memposisikan perempuan dan mencoba menghapus tradisi jahiliyah tersebut (lihat dipostingan berikut yaa.....).

So, tetaplah istiqamah sembari memohon kepada Allah agar kita bisa memberikan manfaat lebih untuk sahabat kita di luar sana. Agar ketika seorang perempuan berazzam (bertekad) untuk hijrah dan berubah TAK RAGU. Malah tambah yakin karena Allah melalui kita..

Semoga bermanfaat...

Senin, 09 April 2018

Perempuan Sejati


Perempuan adalah saudara kandung kaum laki-laki. Begitulah rasulullah saw bersabda (Elshaley,  2008, hlm. 3). Perkataan ini merupakan ungkapan pemberi semangat bagi kaum perempuan. Hal ini selaras dengan Fillah (2013, hlm. 7) yang mengungkapkan bahwa perempuan bukan dari tulang ubun ia dicipta. Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja. Tak juga dari tulang kaki karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak. Tetapi dari rusuk kiri, dekat ke hati untuk dicintai dekat ke tangan untuk dilindungi.

Menurut Elshaley (2008) menyebutkan bahwa perempuan merupakan salah satu tiang paling penting dalam bangunan kehidupan ini. Agama tidak meremehkannya. Tapi akal yang kerdil, pemahaman yang dangkal dan pemikiran sempit telah menodainya.

Jika perempuan diberi kesempatan untuk berinovasi, maka perempuan akan mampu melakukannya. Jika perempuan diberi haknya untuk berpikir, niscaya perempuan pun akan produktif. Jika dikatakan kepada perempuan,”Ini lapangan aktivitasmu”, maka perempuan akan bangkit dan mampu mewujudkan program-programnya, satu persatu. Wahai perempuan sejati, tersenyumlah.... 

Oleh sebab itu, perlakuan antara laki-laki dan perempuan tidak ada perbedaan dalam hal beramal shaleh. Sebagaimana firman Allah swt  dalam Al Qur’an pada surat An Nahl ayat 97:


Artinya : “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”

Pada ayat tersebut telah jelas bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman. Sebenarnya tidak asing, jika banyak orang yang membicarakan kedudukan dan kemuliaan para wanita semisal Zainab, Fathimah, Shafiyah, Khadijah, Asma Hindun, dan yang lainnya (Chamidi & Al Mahdi, 2011, hlm. 21). Oleh sebab itu, para perempuan sejati tunjukkan karyamu, semangatmu dan aplikasikan ide brilianmu agar Allah meridhaimu dunia akhirat. Bukankah ini yang dinanti ?... 

Eits, tetap diingat ya. Walau sibuk berkarya dan berbenah namun seorang perempuan sejati tetap mampu mengontrol pandangannya dan mampu menundukkan mata lelaki yang mencoba menaklukkannya. Ok, semangaat..

Semoga bermanfaat.... 

Senin, 02 April 2018

Action and Action

Alibaba. Sepintas, saya jadi ingat lagu "Alibaba, merah..merah delima alibaba". Namun ternyata, Alibaba menjadi salah satu e-commerce. Pendiri e-commerce Alibaba adalah Jack Ma, Jack Ma dinobatkan sebagai orang terkaya di China pada tahun 2014. Ma berada di peringkat ketujuh sebagai orang terkaya sedunia di bidang teknologi versi majalah Forbes.


Jack Ma (owner Alibaba) berkata,

"Dunia BERUBAH setiap hari dan TIDAK PERNAH MAU menunggu Anda."

✅ Ketika mancis ditemukan, korek api perlahan mulai menghilang.
✅ Ketika kalkulator diciptakan, sempoa mulai dilupakan.
✅ Ketika kamera digital dibuat, kamera rol mulai hilang.
✅ Ketika Whatsapp, BBM dikembangkan, SMS sudah tidak sepopuler jaman dahulu.
✅ Ketika smartphone dengan teknologi 4G (internet tanpa kabel) diperkenalkan, kita bahkan tidak perlu lagi menghidupkan komputer dirumah.
✅ Ketika penjualan langsung (network marketing), penjualan via internet meningkat, pemasaran secara tradisional menurun.

Jangan pernah kita menyalahkan, "Siapa merebut siapa". Ini terjadi karena manusia sangat dapat diubah dan menyesuaikan diri terhadap ide-ide baru dan perubahan didunia ini.

Ada yg bertanya kepada Jack Ma, "Apa rahasia Anda untuk sukses?".

Dia menjawab, "Sangat sederhana, saya melakukan sesuatu (ACTION) ketika Anda hanya MELIHAT atau MENGAMATI".

Dan saya juga seperti itu, ketika yang lain masih berpikir untuk bergabung workshop, saya sudah siap untuk mengikuti workshop.

Action Lillah

Ingatlah, dunia berubah setiap hari. Bila anda tidak berubah, maka anda akan TERTINGGAL. Jadi segera bertindak, jangan berpikir melulu apalagi hanya berpikir kenapa orang lain, yayasan, lembaga/sekolah lain bisa sukses sementara kita berdiam diri tak mau mengikut cara suksesnya.


Start lah dari sekarang. Mumpung masih ada waktu untuk memperbaiki semuanya. Berkaryalah karena Allah, berprestasilah karena Allah, berbenahlah karena Allah (bagi yang masih jomblo, upss..hee). Pasti akan ada ganjaran lebih (bonus dunia dan akhirat) asal Lillah.  Bukankah Allah telah memberikan ayat-ayat cintaNya kepada kita sebagai berikut :

                                             إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS.ar-Ra’d:11)

Jika kita mendambakan perubahan. Mulailah dari dalam diri masing-masing. Karena sudah menjadi Sunnatullah bahwa Allah tidak akan merubah apapun selama tidak ada perubahan dari dalam diri kita.
Jika sudah ada keinginan dan usaha untuk berubah, maka Janji Allah untuk memberi bantuan dan kemudahan akan segera datang.
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, Kami akan Tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.” (QS.al-Ankabut:69)
Mari kita niatkan diri untuk berubah menjadi lebih baik (segera action, yaa..), karena disitulah Allah akan memberikan bermacam bimbingan dan kemudahan. Semoga bermanfaat yaa... ^_^