Kamis, 12 Juli 2018

Membina Akhlak Anak Sejak Dini

Menikah dan dikarunia seorang anak adalah sebuah anugerah. Ditambah dengan akhlaknya yang luar biasa ke ayah bundanya. Bukankah ini yang diidamkan, namun pernahkah terpikirkan bahwa bagaimana mendidik anak. Mulai dari mana ? Berikut saya lampirkan artikel yang menarik yaitu terkait membina akhlak sejak kecil salah satunya dengan membimbing cara makannya dst. Amazingnya, dari hal kecil tersebutlah seorang anak akan terlatih hingga menjadi kebiasaan. Silahkan ditelaah teman-teman 😊

Dari Kitab minhajul qashidin
Oleh : Ustadz Budi Ashari 

-  Anak dijaga, diajari adab jgn biasa hidup mewah walaupun orangtuanya mampu

-  Jangan ajarkan cinta kesejahteraan, ajarkan hidup prihatin, karena kalau cinta kesejahteraan kelak ketika dewasa hidupnya habis memikirkan kesejahteraan yang selama ini dia rasakan 

- Mengawasi betul diawal usianya jangan sampai memakai jasa susuan kecuali oleh wanita sholehah taat agama dan makan makanan halal, sebab air susu yang berasal dari makanan haram tidak mendatangkan berkah

- Jika anak sudah mulai memasuki masa puber dan sifat yang menonjol adalah malu, maka itu tanda kecerdasan, kabar gembira akan sempurnanya akal, karena menunjukan kedewasaan akalnya setelah baligh nanti. Dan malu harus terus dilatih

- Ajari malu dengan adabnya, malu dengan lawan jenis, malu sehingga mau menutup auratnya. 

-  Ajari adab makan, jangan sampai anak rakus makan, karena syahwat terbesar adalah syahwat perut, dari syahwat perut turun ke syahwat kemaluan, dan karena hal ini pula menyebabkan Adam terusir dari surga ( Syahwat makan), banyak timbul penyakit lain semua karena kenyang. Puasa mematahkan syahwat perut

- Jika mulai muncul rakus makan pada anak segera ajari adab makan, karena yang rakus dengan makan mirip binatang. 

- Ajari sekali kali anak makan tanpa lauk

- Melarang anak bergaul dengan anak yang terbiasa hidup mewah

- Sibukkan dengan quran, hadist dan sejarah agar tertanam kecintaan pada orang sholeh, jika anak suka dengan syeikh Masjidil haram misalnya itu baik pertanda pendidikan yang diberi bagus, sebaliknya jika diajari quran tp idolanya artis sinetron itu pasti ada yang salah. 

- Jika anak mempunyai akhlak baik puji, harus dimuliakan, anak jangan ditekan

- Puji anak dihadapan orang lain

- Tapi kalau sekali waktu dia melanggar jangan disampaikan pada orang lain, lupakan kesalahannya, tidak ada orang sempurna.. Ibu bapanya juga tidak sempurna, tidak ada manusia sempurna 

- Jika kesalahan diulangi maka tegur tp rahasia

- Jangan sering sering menegur anak (kuping jika sering ditegur akan kebal) 

- Jika teguran sering diucapkan maka hilang wibawa orangtua 

- Takut takuti dengan bapaknya

- Latih jalan, lari gerak olahraga 

- Ajari sholat, perintah sholat jika sudah usia 7 tahun termasuk ajari thoharoh

- Tidak buang ingus atau meludah sembarangan

- Melarang anak tidur siang karena menyebabkan malas, dan mengharuskan tidur malam

- Anak diajari sederhana dalam masalah tempat tidur, contoh rosulullah tidur diatas tikar, supaya tubuh tegap kokoh

- Anak diajari tidak membanggakan harta orangtuanya

- Tidak menumpankan kaki ke kaki satunya

- Anak dibiasakan berbicara hanya jika ditanya 

- Diperbolehkan main jika pulang sekolah, agar dia istirahat dari kelelahan belajar 

- Biasakan anak taat pada guru dan orangtua 

-  Ajari makan itu sama dengan obat, tujuan makan untuk menguatkan badan untuk ibadah. 

- Ajari anak untuk selalu mengingat Allah dimanapun berada
Seperti kisahnya Muhammad bin Siwar. Suatu hari pamannya berkata : " Tidakkah engkau mengingat Allah yang telah menciptakan dirimu? 

" Bagaimana aku mengingatNya? " aku balik bertanya 

" Katakan didalam hatimu tiga kali tanpa menggerakkan lidah, "Allah besertaku. Allah melihatku. Allah menyaksikanku" 

Jila malam hari aku mengucapkan didalam hati seperti itu, hingga dapat mengenalNya. 
Lalu paman berkata lagi kepadaku, " Ucapkan yang seperti itu setiap malam sebelas kali" 

Maka kulakukan itu, sehingga dalam hatiku ada sesuatu yang terasa nikmat. 
Setahun kemudian paman berkata lagi, " Jaga apa yang sudah aku ajarkan dan terus laksanakan hingga engkau masuk ke liang kubur. 

Maka saran itu terus aku lakukan hingga benar-benar merasakan kenikmatan didalam batinku. Kemudian Paman berkata," Wahai Sahl, siapa yang Allah besertanya melihat dan menyaksikan dirinya maka mana mungkin dia akan mendurhakaiNya. 

Setelah itu aku melanjutkan perjalanan kesekolah untuk menghapal quran. Saat itu usiaku baru enam atau tujuh tahun. Setelah itu aku banyak puasa, makan hanya dengan roti dan setiap malam mendirikan sholat.

Noviani, Senin 19 Juni 2017

Bukit Hambalang

#copas dari grup Walimurid SMPIT Al Khair

Semoga bermanfaat ya teman-teman khususnya untuk anak-anak kita 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar