Selasa, 07 Agustus 2018

Syeikh Asal Dinanti di Hulu Sungai

Setiap hari minggu biasanya mngerjakan rutinitas rumah atau yang lain. Spesial hari Minggu ini, mengikuti Seminar Internasional "Indonesia Menghafal Al Qur'an". Begitu bersyukurnya bisa berkumpul dengan orang yang dirindukan sosoknya yaitu Syeikh Syamsul Fajri Al Banjari Al Azhar, Syeikh Asal Al Makki Al Banjari dan Ust Nor Hidayatullah.

Di Pendopo Bupati HST

Sosok pertama, beliau merupakan imam masjid Ar Rahman Kairo Mesir, Imam Mesjid Alice Spring Australia dan sebagai mahasiswa S2 jurusan Hadits Al Azhar Kairo.

Selanjutnya, sosok yang kedua merupakan Imam Mesjid Birrul Walidain Mekkah, Qari Masjidil Haram, Pengajar Al Qur'an untuk mahasiswa asing Fakultas Dakwah dan Ummul Qura University.

Untuk sosok yang ketiga, moderator. Beliau merupakan Dosen di UIN Semarang.

Tak lupa pula ada Mu'allim Saberan, Mu'allim Nasrullah, Mu'alli Ridho dan para ulama/usth yang lainnya. Semoga semuanya sehat, diberkahi hidupnya dan berkumpul kelak di Jannah-Nya. Aamiin ya Rabb...

Ada beberapa poin yang bisa diambil dalam seminar tersebut yaitu tips menghafal, pesan untuk para penghafal dan cara melatih suara.

Perlu diketahui bahwa Syeikh Samsul telah hafal Al Qur'an sejak umur 16 tahun dan Syeikh Asal ketika berumur 12 tahun. Terkait, tips menghafal dari Syeikh Asal dan Syeikh Samsul adalah...

1. Ketika menghafal niatkan karena Allah
2. Cari teman yang sholeh dan mau mendukung menghafal
3. Kuatkan azzam untuk menghafal dengan diiringi rasa sabar.
4. Pilih waktu yang pas untuk menghafal
5. Selalu menghadirkan dan mengingat kembali tentang fadhilah menghafal qur'an
6. Selalu muhasabah dan memberikan konsekuensi dengan tujuan supaya konsisten menghafal
7. Ketika sudah hafal, teruslah dimuraja'ah

Selanjutnya, pesan khusus untuk para penghafal :
1. Meyakinkan/memantapkan diri kembali bahwa niat menghafal karena mencari ridho Allah. Bukan karena harta, pangkatan, pujian atau demi merebut hati seseorang
2. Mengamalkan kandungan Al Qur'an agar diri terjaga dari segala keburukan dan berusaha memberikan tauladan terbaik.
3. Berusaha mengajarkan kepada yang lain. Jangan sampai pelit ilmu. Karena hafizh yang sebenarnya adalah tanpa diminta pun, tanpa dibayar pun tetap mengajarkan Al Qur'an.

Kemudian, untuk menjaga suara atau melatih suara yaitu dengan rajin meminum air hangat, madu, hindari minuman es dan yang bersoda, ungkap Kak Asal (read- Syeikh Asal). Selain itu, untuk mempermudah menghafal bisa diawali dengan 10 juz dari belakang baru disusul juz 1 hingga juz 20. Untuk anak-anak bisa disesuaikan dengan kegemaran anak namun tetap diarahkan dan dibimbing.
اللهم ارحمنا بالقران

Selanjutnya pada hari senin, berita yang sangat menyenangkan adalah dapat undangan di Pendopo Hulu Sungai Tengah. Alhamdulillah, bisa mendokumentasikan lebih banyak dan tentunya bakal bermanfaat bagi yang lain khususnya kepada siswa SMPIT Al Khair. Surprise nya lagi bisa berfoto bersama dengan Syeikh Asal dan sahabat lainnya. Afwan jaraknya dekat, karena kameramen (Ka Dayat) bilang "Ayo dekat, dekat lagi". Hampir jatuh sebenarnya, tapi harus seimbang karena di belakang tangga pudium. Sangat berharap beliau bertamu ke Al Khair, namun beliau sudah 7 lokasi di HST yang bakal dikunjungi. Insya Allah tahun depan, ungkap Syeikh Asal melalui Ka Dayat.
Mudahan bermanfaat, doakan ulun supaya dapat hafizh seperti ust Asal ☺

Tidak ada komentar:

Posting Komentar